My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 55 - Tea Time Putri Kerajaan



Sebuah konferensi kecil berlangsung di penginapan yang terletak di dalam wilayah kekuasaan mantan Duke Flora.


Ketujuh Putri Mahkota Kerajaan membentuk konferensi darurat karena insiden yang terjadi. Ketegangan kecil antara Putri Mahkota Kerajaan Flora dan Putri Mahkota Kerajaan Abzien terjadi. Mereka saling menyalahkan satu sama lain, ketegangan itu pun membuat beberapa Putri Mahkota kerajaan lain mengundurkan diri.


Alasan mereka mengundurkan diri adalah..


Situasi yang terjadi di dalam konferensi kecil itu seperti perkelahian anak kecil. Dimana mereka saling menyalahkan dan meluapkan kekesalan kepada orang-orang yang tidak terlibat di dalamnya. Sehingga.. mereka tahu seberapa buruk kualitas bangsawan dua kerajaan yang kalah dari wilayah kecil.


Sekarang.. lima Putri Mahkota Kerajaan yang tersisa membentuk pesta kecil untuk mengisi kekosongan waktu mereka sebelum kembali ke wilayah masing-masing.


“Venice-sama, ini pertama kalinya kita bertemu di luar agenda kerajaan. Bagaimana kabar mu?” ucap Putri Lyra.


“Aku baik-baik saja, bagaimana dengan kabar mu? Ku dengar Lyra-sama sedikit kesulitan beradaptasi di sini” balas Putri Venice.


Kedekatan antara dua Putri Mahkota Kerajaan ini adalah hasil dari kerjasama dua kerajaan. Kerajaan Teresstia yang terletak di dalam hutan berkontribusi memberikan bahan pangan yang cukup untuk peternakan Kerajaan Chianxen sedangkan Kerajaan Chianxen memberi mereka peralatan logam khusus untuk kebutuhan Kerajaan Teresstia.


Hasil dari kerjasama itu membawa ekonomi dan kebutuhan pangan dua kerajaan menjadi stabil dan mampu menjual aset kerajaan hingga ke wilayah kerajaan lain.


Berbanding terbalik dengan kerajaan manusia yang dipenuhi konflik, kerajaan mereka memiliki pola pikir untuk tidak berselisih dan mengutamakan kedamaian. Alasan mereka mengunjungi wilayah mantan Duke Flora adalah mengukur potensi ancaman yang bisa di timbulkan dari wilayah yang menghancurkan dua kerajaan manusia.


“Benar sekali, Venice-sama. Siapa sangka benda sekecil ini sangat penting di wilayah ini” balas Putri Lyra yang memainkan ponselnya.


“Ah.. benda itu. jika kita tidak terbiasa memakainya itu memang akan menyusahkan tapi jika telah terbiasa menggunakannya, kita sangat dimanjakan oleh benda itu.”


“Benar.. siapa sangka kita bisa memesan makanan, membeli pakaian, mengambil gambar sekitar, mencari penginapan kosong, dan menikmati transportasi murah di dalam benda kecil seperti ini. Jujur saja, aku sangat iri dengan rakyat wilayah ini. Mereka memiliki inovasi luar biasa daripada kerajaan ku.”


“Ah.. berbicara tentang wilayah ini. Bagaimana tanggapan Lyra-sama tentang wilayah ini?”


“Em? Tanggapan ku? Bagaimana ya.. ada beberapa hal baru yang ku temukan disini. Sistem masyarakatnya juga sangat unik, mereka memiliki beberapa bagian yang saling menguntungkan satu sama lain. Makanan mereka sangat unik dan tahan lama, jika saja wilayah ini mau menjual bahan makanannya sudah pasti kerajaan kami akan membelinya. Dan.. sistem penyebaran informasi sangat mudah di lakukan terlebih dengan beredarnya benda ini untuk setiap penduduk yang terdaftar.”


“Sangat jauh berbeda dari kerajaan lain kah?”


“Em! Terlebih.. saat berhadapan dengan Karl de Flora. Aku mengerti seberapa frustasi dirinya ketika dua kerajaan menyeret wilayah kecilnya terlibat dalam peperangan konyol. Dia berhasil mempertahankan wilayah kecilnya walaupun mengorbankan harga diri dan tekanan mental untuk membunuh ratusan ribu manusia.”


“Kerajaan Flora dan Kerajaan Abzien? Melihat Purti Mahkotanya saja sudah membuat ku muak. Apalagi melihat sistem kerajaan mereka.”


“Benar sekali! Bagaimana mungkin mereka senaif itu dan saling menyalahkan ketika korban ada di depan mereka? Dan menyeret kita untuk ikut di usir karena waktu ujian yang terbuang percuma!”


“Eh? Memangnya ada apa dengan pertanyaan itu? bukankah itu pertanyaan untuk menguji seberapa royalitas kita terhadap kerajaan?”


“Eh? Apa??”.


“Di kerajaan ku, informasi seperti itu diberikan untuk mengukur kebocoran informasi kerajaan. Mengingat ini adalah wilayah Duke Flora yang telah membereskan benalu di dalamnya. Sepertinya mereka sangat berhati-hati dengan kita.”


“Tunggu Putri Lyra, apa maksud pernyataan akhir itu?”


“Membereskan benalu?”


“Bukan itu, yang satunya lagi.”


“Pertanyaan tentang royalitas kerajaan?”


“Nah itu! bukankah itu hanya pertanyaan tentang seberapa banyak benda di ruangan pribadi?”


“Eh? Bukankah itu pertanyaan tentang kondisi kerajaan kita?”


“Eh?”


“Eh??”


Dalam sekejap, keributan kecil terjadi di pesta kecil itu. Mereka saling mempertanyakan soal khusus yang di dapat oleh mereka.


Putri Venice yang menyadari kejanggalan ini pun tersenyum lebar.


“Karl de Flora, siapa sangka dia mendapatkan informasi penting ku tanpa ku sadari. Dan..”


“Kenapa aku begitu bodohnya memberikan informasi sensitif ku!” ucap Putri Venice sembari menahan rasa malu.


“Eh? Venice-sama? Memangnya pertanyaan apa?” tanya Putri Lyra.


“Berat badan ku” balas Putri Venice sembari menangis.


[...]