My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 57 - Living Target



Mungkin kalian berpikir, apakah otak manusia berubah saat semakin dewasa?


Jawabannya adalah iya! Otak manusia berkembang lebih kompleks berdasarkan lingkungannya sehingga mendorong seseorang lebih kreatif dalam menghadapi situasi.


Dan.. kenapa aku tiba-tiba membahas ini?


Jawaban itu sangat sederhana, itu karena..


Well.. kami mengadakan pelatihan khusus menggunakan target hidup. Yang berarti.. ini adalah metode dasar untuk pembelajaran menembak dengan sasaran makhluk hidup.


Mahkluk hidup yang kami maksud adalah slime. Kami perlu melakukan ini karena pertumbuhan slime di alam liar sedikit di luar batas normal dan demi keseimbangan ekosistem hutan, kami sedikit melakukan pembersihan.


Untuk itu, pertandingan pembasmian slime di selenggarakan. Namun, ini adalah perbedaan yang mendasar. Slime yang Chiyuki kumpulkan memiliki bentuk yang disusun seperti manusia.


Sungguh ide yang kreatif bukan?


“Em, Chiyuki-sama? Sejak kapan kau punya hobi seperti ini?” tanya Mercedes.


Yah, aku paham maksud dari pertanyaan itu. Beberapa hari yang lalu, Chiyuki memesan isi daging sapi dan melihat mahakarya nya ini.. aku bisa menyimpulkan apa yang telah terjadi.


Sebuah isi organ sapi yang dibalut dengan slime yang transparan lalu dibentuk seperti tubuh manusia. Karya seni macam apa ini? susunan organ dalamnya saja sangat mirip dengan manusia.


Tunggu..


Ini bukan organ tubuh manusia kan?


Ini isi organ sapi kan?


Tapi.. kita berhadapan dengan Chiyuki loh! Pikiran normal tidak cocok untuk situasi ini.


Uh.. pikiran ku semakin menjadi-jadi setelah melihat ini. Bahkan, kedua orang tua kami pun terkejut saat melihatnya.


“Chiyuki, sejak kapan kau memiliki hobi seperti ini?” tanya ku. Walaupun kami tinggal di kamar yang sama, tapi ini pertama kalinya aku tahu keterampilan Chiyuki yang seperti ini.


“Ah, ini hanya karya iseng saja setelah melihat Onii-sama mengawetkan mayat monster untuk hiasan dinding.”


Ah? Jadi dia dapet ini dari ide ku? Memang benar.. beberapa tahun ini aku sangat suka mengoleksi monster kecil dengan sayap yang indah.


Tapi.. bukan ini masalah utamanya.


“Ekhem! Chiyuki.. bakat mu ini sangat unik yah. Bisa kau jelaskan kenapa bagian kepalanya sedikit familiar. Bukankah itu.. White Monkey?” dari sekian banyak monster, ada beberapa spesies yang hampir mirip dengan manusia dari susunan tulangnya.


“Ya, Onii-sama.. bagaimana? Sudah sangat mirip dengan manusia kan?”


“Bukan hampir mirip lagi, ini sangat sempurna.”


“Benarkah? Bahkan.. aku membuat tiruan tubuh Onii-sama. Tapi sayangnya, beberapa bagian masih belum sempurna.”


“Em, Chiyuki-sama. Bisa kita berbicara sebentar?” ucap Mercedes yang tiba-tiba menarik Chiyuki hingga ke ujung ruangan.


“Eh? Kita butuh ijin dari Onii-sama kan?”


Hmm? Apa yang mereka bicarakan kali ini?


“Ah! Ide yang bagus! Kenapa aku tidak kepikiran? Sudah lama kita tidak melakukannya kan?”


Kombinasi antara Chiyuki dan Mercedes? Aku ingin tahu seberapa buruk tentang ini.


Mereka selesai membicarakan sesuatu, apa pun itu.. aku tidak ingin terlibat di dalamnya.


“Etto.. Onii-sama.. boleh kami pergi sebentar?”


“Kalian ingin pergi kemana?”


“Kerajaan Flora.”


“Dan.. kenapa kalian ingin ke Kerajaan Flora?”


“Mercedes bilang kepada ku, daripada menggunakan slime untuk menjadi sasaran tembak.. lebih baik menggunakan slime sebagai bahan makanan.”


Sial, perasaan ku semakin buruk setelah mendengar ini.


“Jadi.. kami berencana menggunakan tahanan yang dijatuhi hukuman mati untuk target latihan menembak yang akan datang.”


Yep.. inilah yang ku takutkan!


Sudah lama aku tidak merasakan ini.


Chiyuki mengatakan itu dengan senyuman yang menggoda.


Bagaimana ini? entah kenapa Chiyuki berkembang menjadi gadis yang penuh kreativitas dan inovatif.


“Well, jika begitu.. tolong carikan tahanan yang pantas menerima hukuman mati.”


“Siap, Oni-sama, ehehe~”


Senyum itu..


Senyuman yang indah dan menakutkan.


[...]