
Terakhir kali yang ku ingat adalah.. kami berencana membentuk ulang pasukan militer kami dengan mengadopsi anak-anak panti asuhan dan merombak sedikit militer kami yang tersisa.
Hasilnya? Militer kami yang tersisa sekarang hanyalah anak-anak muda yang baru saja bergabung dalam militer kami.
Dan sisanya? Kami mengirim pulang mereka ke ibukota kerajaan kami.
Well, alasan sederhana dari tindakan kami adalah.. pemangkasan biaya dari orang-orang yang tidak setia kepada keluarga kami. Bukan berarti ini tindakan yang buruk, jika pihak kerajaan saja mampu mengirim mata-mata ke dalam wilayah kami maka itu tandanya mereka melanggar perjanjian yang sudah lama mereka langgar bukan?
Hanya saja.. mereka baru saja ketahuan akhir-akhir ini.
Tapi setidaknya itu akan tertutupi dengan anak-anak yang memiliki masa depan cerah ini.
Kali ini, sebagai penanggungjawab rencana yang telah berjalan, aku memiliki kewajiban untuk mengajari anak-anak ini.
Kurasa, aku telah cocok menyebut diri ku sebagai mentor mereka.
“Selamat siang, anak-anak!” dengan penuh percaya diri, aku memberi mereka sapaan.
Saat ini kami sedang berada di dalam tenda darurat karena tempat tinggal kami sedang di renovasi. Aku bersama Chiyuki bertanggungjawab melatih anak-anak ini untuk berkembang dari kecil. Sebuah investasi yang sangat riskan tampaknya tapi setara dengan hasil yang akan di dapat.
“Pertama-tama, perkenalkan.. nama ku Karl de Flora dan dia adik ku Chiyuki de Flora. Kami bertanggung jawab untuk mendidik kalian agar bisa menjaga wilayah Duke Flora yang luas ini.”
Ada yang aneh dengan mereka.
Mereka nampaknya sangat berhati-hati dengan perpindahan mereka yang tiba-tiba. Aku paham dengan perasaan itu tapi mau tidak mau mereka harus menerimanya.
Tunggu! Kenapa mereka semua gadis serigala?
“Hey, Chiyuki.. ini hanya perasaan ku saja atau mereka semua gadis serigala?” bisik ku pada Chiyuki.
“Sepertinya hanya serigala-serigala ini yang tersisa, mereka dibuang dari kelompoknya karena terlalu merepotkan untuk diurus. Mereka ditemukan setelah pedagang budak secara tidak sengaja melewati daerah terpencil dan karena mereka sulit di atur maka mereka dititipkan pada panti asuhan.”
“Hoou.. jadi mereka ini merepotkan?” tanya ku.
“Tapi untuk urusan kerjasama, mereka secara alami saling bekerjasama.”
“Yah, mungkin karena ras mereka yang mendukung wolfpack.”
“Kemampuan untuk berburu dalam waktu yang lama dengan kawanan berburunya. Itu hal yang biasa untuk kalangan hewan namun untuk gadis-gadis serigala ini.. nampaknya kita harus mengetesnya.”
“Umm??” Chiyuki tampak kebingungan dengan ucapan ku.
Aku terpikirkan sebuah simulasi untuk meluruskan bakat mereka. Karena ini adalah kelas khusus untuk pasukan kami yang baru maka beberapa buku mengenai tipe monster ada disini.
“Semuanya, perhatikan buku berwarna kuning yang ada di sebelah kalian dan buka ke halaman 391” perintah ku.
Aku sudah menduga mereka tidak memiliki kemampuan untuk membaca jadi untuk berjaga-jaga, buku tipe monster ini hanya diisi dengan gambar dan sedikit tulisan. Untuk memancing rasa penasaran mereka, pancingan yang tepat harus diberikan.
Dengan umpan kail yang tepat maka ikan yang besar pun bisa di dapat dengan mudah.
Mengadopsi gaya stik kayu dan wortel. Aku akan menyuruh mereka berburu monster. Untuk yang bisa berburu maka mereka diperbolehkan memakan daging olahan monster buruan mereka dan untuk yang tidak.. mereka akan menahan rasa lapar ketika melihat teman-temannya makan.
Sedikit kejam memang, tapi itulah hukum alam!
Yang kuat akan bertahan!
“Thorn Wild Boar! Siapan pun yang bisa memburunya akan mendapatkan jatah makanan sesuai porsi buruannya!” seru ku.
Aku memberikan gambaran Thorn Wild Boar kepada mereka dan mereka mencoba mencari gambar yang dimaksud. Setelah itu, aku akan menyerahkan metode perburuan mereka kepada Chiyuki.
“Chiyuki.. sekarang giliran mu.”
“Serahkan pada ku, Onii-sama. Akan ku pastikan mereka menjadi gadis penurut! Fufufu~”
Aku hanya bisa berharap jika kepribadian Chiyuki tidak menular kepada mereka.
Apakah ini keputusan yang tepat?
Kita lihat saja nanti.
[...]