
Terkadang, hidup kita menemui beberapa masalah yang tidak layak untuk dibahas.
Rencana untuk membangun kembali tempat tinggal kami berujung penambahan ruangan yang tidak perlu.
Perlu ku tekankan disini, tapi keluarga kami tampaknya memiliki prinsip untuk melakukan sesuatu dengan serius.
Contohnya adalah ada 12 jenis ruang tahanan dan 32 jenis ruang interogasi.
Sepertinya, kekerasan mulai menjadi keunikan keluarga ini.
Aku tidak mempermasalahkan tentang teknik ekstraksi informasi keluarga kami namun penambahan ruang penyimpanan mayat cukup menggangu ku. Kurasa itu jauh lebih baik daripada membuang mayat mereka untuk dijadikan santapan monster hutan. Setidaknya sisi kemanusiaan kami sedikit tercerahkan.
Saat ini, aku sedang bersama keluarga ku untuk membahas keperluan yang mungkin di butuhkan.
“Karl, apa kau yakin akan membangun sepuluh tingkat ruang bawah tanah?”
“Tidak ada salahnya kan? Lantai pertama akan diisi untuk bahan makanan, lantai kedua tempat penahanan, lantai ketiga tempat memungut informasi, dan sisanya untuk keperluan penelitian kita.”
“Penelitian?”
“Nah, sebagiannya adalah penelitian pribadi dan selebihnya.. yah.. Ayah tahu untuk kepentingan apa itu.”
“Jangan terlalu banyak gerakan yang menimbulkan kepanikan, Karl”
“Aku tahu, Ayah. Maka dari itu aku akan mengembangkan teknologi kita untuk kepentingan kita.”
“Yah, baguslah kalau begitu. Ah, aku ingat.. kenapa kau ingin membuat danau pribadi kita menjadi objek penelitian juga?”
“Well, aku berencana untuk membuat aliran sungai yang menyambung danau pribadi kita dengan pangkalan militer milik Kakek.”
“Itu jalur yang cukup panjang.”
“Tapi itu bisa dilakukan”
“Kadang aku heran dengan isi kepala mu itu, apa kau mencoba untuk membuat aliran sungai baru? Atau ada ide lain untuk mengembangkan senjata air.”
“Tolong.. jangan berharap banyak dari ku.”
“...”
“Onii-sama? Boleh kita berada di kamar yang sama lagi?”
Kali ini, Chiyuki menaruh proposal terbarunya.
“Em, boleh tapi sepertinya kita harus membangun ruangan yang lebih luas lagi.”
“Nee.. Master.. boleh ruangan ku diisi peralatan penelitian?”
“Oke, tapi jika kau ingin menggunakan peralatan itu berarti ruangan mu ada di ujung. Cukup berbahaya jika uji coba mu gagal, bukan?”
“Kalau begitu, boleh kita berada di kamar yang sama dan ruang peralatan penelitian dipisahkan menjadi ruangan baru?”
Apa lagi ini? semakin lama permintaan mereka semakin aneh-aneh. Kenapa sih mereka ingin satu ruangan dengan ku?
“Onii-sama...”
“Master...”
Bagaikan kucing kecil yang imut, mereka memeluk tubuh ku. Aku tidak masalah dengan Chiyuki namun Mercedes nampaknya terlalu percaya diri akhir-akhir ini.
“Uh, baiklah...”
Aku menyerah.
Demi ambisi ku yang masih belum terwujud, aku terpaksa menyetujui permintaan mereka.
Malam ini dan ditemani oleh Sebastian, aku merubah beberapa susunan cetak biru tempat tinggal kami.
Sebastian tampaknya setuju-setuju saja dengan perubahan tempat tinggal kami. Bahkan ketika aku meminta pendapatnya, rencana ku jauh lebih baik daripada penempatan ruangan sebelumnya.
Diskusi kecil kami mendorong ku untuk mencari letak potensi tambahan yang mungkin bisa disisipi sesuatu seperti ruangan tersembunyi, senjata tersembunyi, bahkan ruangan untuk evakuasi jika terjadi sesuatu.
Well, rancangan bangunan ku cukup kuat untuk menahan bencana alam tapi kita tidak tahu akan seperti apa bencana alam yang akan terjadi bukan? Untuk berjaga-jaga.. aku menambahkan beberapa ruangan yang hanya diketahui oleh anggota keluarga.
Ketika hari mulai berganti pagi, beberapa orang-orang yang dipilih oleh Ayah ku mengangkut sisik naga yang tersisa dan beserta uang yang ditinggalkan sebagai pembayara awal. Nampaknya Ayah ku telah memaksa mereka untuk membeli sisik naga itu di luar harga normal.
Sekarang, orang-orang yang ku tunggu datang.
Mereka adalah orang-orang yang cukup berbakat untuk menghancurkan dan membangun sesuatu.
“Anak-anak.. mari berkumpul!” ucap Ayah ku ketika melihat mereka.
Sebuah strategi pembongkaran dan pembangunan dijelaskan bahkan untuk bagian terkecil sekalipun. Semua informasi ini masuk ke dalam tingkat rahasia tertinggi, jadi ketika mereka semua telah membangunnya maka Mercedes akan mengambil alih ingatan mereka.
Kami tidak ingin rumah kami menjadi malapetaka lagi.
Pada hari ini, kalender Kerajaan Flora mencatat bahwa Duke Flora mengubah susunan kediamannya dan membelah danau pribadinya menjadi anak sungai. Tepat di hari itu, sebuah revolusi pembangunan tercatat. Duke Flora menjadi bangunan pertama yang memiliki fitur aneh di dalamnya. Informasi penting mengenai titik-titik rawan di kediaman Duke Flora menjadi tidak berguna. Beberapa mata-mata bangsawan lain kembali bergerak untuk mengamati perubahan kediaman Duke Flora.
Dan.. pembangunan besar-besaran itu berakhir hanya dalam waktu tiga hari.
Dengan korban berupa tenaga dan jam tidur yang terpotong.
[...]