My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 76 - Akademi Malam



Setelah makan malam, aku sedikit melakukan perjalanan kecil dengan menyusuri berbagai tempat di wilayah ku. Secara resmi, wilayah kami masih bagian dari Kerajaan Flora. Namun, pemberontakan kecil yang kami lakukan membuat wilayah ini keluar dari bagian kekuasaan Kerajaan Flora.


Di sela-sela pembangunan wilayah ini. Berbagai macam kejadian terjadi seperti perang kecil antara kami dengan Kerajaan Flora, mengurus monster yang tiba-tiba mengamuk, dan masalah kecil dengan mantan bangsawan Kerajaan Flora yang berlindung di wilayah kami.


Semua itu sangat merepotkan.


Tapi.. karena mereka sangat merepotkan. Kami berhasil membangun wilayah ini dengan keringat dan kerja keras yang sepadan dengan hasilnya.


Dahulu.. wilayah ini sangat gelap saat malam hari. Sebagian kecil dari mereka menikmati gelapnya malam tanpa penerangan. Namun, dengan pemerataan sumber teknologi listrik dan sihir. Malam yang gelap di ubah menjadi malam yang terang dan penuh kehangatan.


Dahulu.. sumber air bersih hanya ada satu yaitu dengan menggali sumber air bawah tanah. Tapi apa yang terjadi sekarang? Mereka bisa menikmati sumber air bersih tanpa repot-repot menggali sumber air tanah lagi dengan teknologi sihir yang menciptakan air. Tentu saja, ilmu pengetahuan berperan di dalamnya.


Dahulu.. makanan mereka hanyalah daging, garam, roti keras, dan sisa-sisa hutan yang aneh. Saat ini, makanan mereka sangat beragam dan terus meningkat. Di sepanjang jalan utama, rumah makan yang berdiri memiliki cita rasa yang berbeda-beda. Well.. itu tidak lepas dari resep kuliner yang kami pelajari dari pengelana dan.. tekad kuat kami untuk memberanikan diri memakan daging monster yang misterius.


Dahulu.. teknologi mereka sangat kuno. Sekarang.. mata mereka telah terbiasa melihat drone-drone yang mengantarkan makanan, transportasi publik yang bergerak 24 jam tanpa henti, dan pabrik-pabrik yang bergerak secara otomatis. Well.. dengan kemajuan ini.. kerja keras kami untuk mendidik mereka tampaknya membuahkan hasil.


Dahulu.. tingkat buta huruf di wilayah ini sangat tinggi. Kenyataan pahit itu mendorong ku untuk mendidik mereka supaya tidak terlalu bodoh untuk mendapat informasi. Mendidik mereka dan memberikan mereka informasi dasar adalah kewajiban utama untuk kami. Jika mereka bisa membaca, mengatur mereka dengan sebuah aturan akan mudah dilakukan. Untung saja, rencana ini berjalan lancar. Beberapa orang bahkan membuat sebuah literatur baru untuk disebar luaskan seperti penelitian tentang monster, tutorial merawat senjata, keadaan geografis sebuah wilayah, dan pengetahuan lain yang sangat beragam.


Tentu saja, aku sangat senang dengan perkembangan seperti ini. Aku teringat dengan sebuah perkataan tentang “Anjing liar lebih diam daripada Anjing rumahan.”


Anjing rumahan yang terkurung akan sering membuat suara dengan gerakan kecil, sedangkan Anjing liar akan mengamati, memahami situasi, dan membuat keputusan berdasarkan situasi.


Well.. inilah yang terjadi jika Kerajaan Flora melepas Anjing yang menjadi liar. Kebanggaan kecil ini akan terus mengalir di hati ku.


Wilayah kecil yang menjadi besar dengan ilmu pengetahuan dan sihir! Kebanggaan ini sangat besar, bukan?


Jika ada seseorang yang ingin menghancurkan kedamaian ini, aku akan memastikan dirinya akan hidup dalam keadaan yang dipenuhi ketakutan.


Dari kejauhan.. gedung Akademi masih memancarkan aktivitasnya.


Ini sudah malam tapi.. kenapa gedung Akademi masih dipenuhi pengunjung?


“Vivi, sepertinya.. kita akan melakukan kunjungan malam ke Akademi” ucap ku kepada Vivi.


Vivi adalah gadis serigala yang menjadi pelayan khusus untuk ku selama 12 jam.


“Ah! Mungkinkah Master Karl ingin mengunjungi kelas malam?” jawab Vivi.


Kelas malam? Aku pernah mendengar ini. Jika tidak salah.. kelas malam adalah kelas yang di isi oleh murid yang memiliki potensi untuk bergabung ke unit intelijen.


Sepertinya.. ini ide yang bagus. Aku ingin melihat dengan mata kepala ku sendiri.. akan seperti apa orang-orang ini.


Aku pun bergegas memasuki gedung Akademi.


Perhatian ku tertuju pada satu hal.


Yaitu.. memberi tugas kecil untuk mengujinya.


Tentu saja.. tugas kecil itu sangat sulit.


[...]