My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 60 - Donasi Kemanusiaan



“Apa yang baru saja terjadi?” tanya ku saat memasuki lapangan Akademi yang dipenuhi banjir darah.


Tepat di tengah banjir darah itu, Chiyuki berdiri dan tersenyum ke arah ku.


“Ah! Onii-sama!!” dia melambaikan tangannya seolah memanggil ku untuk bergegas ke arahnya.


Aku tidak tahu apa yang terjadi, tampaknya tamu istimewa kita telah dilayani dengan baik oleh Chiyuki.


“Hehe.. bagaimana?” tanya Chiyuki.


Bagaimana apanya? Aku tidak tahu apa yang terjadi disini.


“Uhuk!” sebuah suara yang parau terdengar.


“Ah! Masih ada yang bertahan?” Chiyuki memalingkan wajahnya untuk mencari sumber suara itu.


“Kenapa kalian persisten sekali untuk bertahan hidup sih? Menerima kematian apa susahnya?” ucap Chiyuki sembari mengeluarkan pistol dari balik rok pendeknya.


Oh.. ini.


Sepertinya aku tahu apa yang telah terjadi.


Sebuah suara tembakan terdengar, namun bukan Chiyuki yang melakukanya. Suara itu berasal dari barisan lain yang menghujani tubuh berdosa itu.


Melihat reaksi menjijikan yang terukir di wajah mereka, aku tidak perlu repot-repot bertanya tentang kejadian ini.


“Ah! Perhatian semuanya! Untuk berjaga-jaga pastikan untuk membuat sampah ini benar-benar mati, Ok?” perintah Chiyuki.


“Tentu saja, Chiyuki-sama!” jawab mereka dengan semangat.


Bangsawan-bangsawan ini, bahkan kematian terasa cukup baik untuk mereka. Aku tidak mempermasalahkan kejahatan apa yang mereka lakukan, namun..


Jika itu berhubungan sesuatu mengerikan yang melibatkan anak-anak dan wanita. Bahkan pemikiran rasional ku akan berusaha untuk menunda kematian mereka. Mati adalah pelarian yang terlalu baik bagi mereka.


Bangsawan ini, dia bertanggung jawab untuk mengurus perlengkapan kesehatan. Tapi, apa yang terjadi? Bangsawan ini mengikis dana itu dan menggunakan perlengkapan kesehatan yang tidak layak. Beberapa kasus mengenai kematian rakyat Kerajaan Flora yang mendadak, jika di telusuri akan mengarah ke bangsawan busuk ini.


Tarif pajak yang tinggi, pelayanan kesehatan yang dipangkas, sanitasi yang buruk, dan kebersihan pangan yang tidak terjamin. Semua kondisi itu sangat buruk, tapi.. kenapa Kerajaan Flora masih baik-baik saja saat ini?


Beberapa pasangan muda yang di tinggal mati oleh suami mereka menambah keterpurukan sosial yang terjadi.


Well, sebagian besar itu salah kami.


Tapi, Kerajaan Flora memiliki jaminan militer untuk menghidupi keluarga yang di tinggal mati karena bertugas. Itu menjadi cerita lain ketika Babi-babi ini dengan enaknya memangkas dana itu untuk mengisi perut mereka sendiri. Kejahatan mereka ternyata diatas kami.


Kesampingkan itu, bahkan beberapa wanita ditipu dan diperas untuk bertahan hidup. Bayangkan saja, ada seseorang yang mengaku meminjamkan uang lalu kita dengan terpaksa membayarnya tanpa mengetahui jumlah nominal dan kebenarannya.


Itu adalah perampasan yang sangat biadap.


Semakin lama, hasrat untuk membersihkan sampah ini semakin menguat. Seperti biasa.. Chiyuki melakukan pembersihan tanpa mengajak ku.


Bagaimana ini? sebagian dari diri ku menuntut keadilan.


“Oh iya, Onii-sama. Hampir saja kelupaan. Ada satu babi khusus untuk Onii-sama.”


“Hm?” aku sedikit terkejut ketika Chiyuki menyisakan satu daging buruannya.


“Orang ini.. Ah! Maaf! Babi yang satu ini sangat spesial. Dia menjual wanita dan menipu anak-anak korban perang untuk menjadi budak.”


Oke! Cukup!


Akhir-akhir ini aku sibuk dengan kesibukkan yang tidak penting. Tapi.. sekarang ada pelampiasan stress yang menunggu ku.


“Untuk itu.. Onii-sama” Chiyuki mendekat ke arah ku dan memberikan sebuah pisau.


“Anggap saja ini sebuah donasi kemanusiaan” ucap Chiyuki sembari tersenyum.


“Anak-anak! Mohon perhatiannya! Saat ini Onii-sama akan melakukan teknik interogasi yang cukup berguna untuk kalian!”


Sebentar..


Kok jadi aku?


“Onii-sama, silahkan..” Chiyuki menunjuk seseorang yang terikat di kursi.


Sepertinya.. aku pernah melihat orang ini.


Tapi kapan dan dimana?


Wajahnya terasa sangat familiar.


Tapi.. jika dia duduk di sini berarti hanya ada satu alasan.


Yah.. siapa pun dia. Aku akan melihat laporannya nanti..


[...]