
Sebuah bangunan yang berdiri di pusat kota sangat menarik perhatian. Itu karena beberapa anak muda dan bangsawan berkumpul di depannya. Bagaikan semut yang paham akan kedudukan mereka, kumpulan itu terbagi menjadi dua bagian.
“Yah, pemandangan yang sudah lama ku lupakan. Bangsawan yang terlalu mengedepankan ego mereka namun tidak sadar diri dengan kemampuan mereka. Terlebih.. kenapa ada ras lain disini?” pertanyaan ini muncul saat Karl mengamati Akademi dari kejauhan.
Pertanyaan itu muncul saat beberapa Elf dengan perawakan anak-anak terlihat.
“Mercedes..”
Setelah mendengar ucapan Karl yang memanggil dirinya, Mercedes yang berdiri di samping Karl pun membalasnya.
“Venice, Putri Mahkota Kerajaan Teresstia, Kerajaan yang di pimpin oleh Dark Elf.”
“Dark Elf? Jadi Elf punya versi yang seperti itu?”
“Master Karl, aku paham jika Dark Elf menarik perhatian mu tapi kemampuan mereka tidak bisa dianggap remeh. Kerajaan mereka mungkin terlihat kecil namun kemampuan sihir penghancur Dark Elf merupakan ancaman yang nyata.”
“Chiyuki.. catat itu.”
“Siap, Onii-sama!”
Di samping mereka, tampak Chiyuki yang sedang berbahagia duduk di pangkuan Karl.
“Siapa anak kucing itu?” lanjut Karl.
“Anak kucing atau anak harimau?”
“Yah, keluarga mereka sama secara genetik. Hanya ukuran tubuhnya saja yang berbeda.”
“Lyra, Putri Mahkota Kerajaan Chianxen, Kerajaan yang menganut hukum alam dimana yang kuat akan memimpin.”
“Well.. sekarang ada dua putri mahkota kerajaan disini? Wilayah kita sangat terkenal rupanya.”
“Setelah kejadian itu, akan sangat aneh jika mereka tidak mengunjungi kita bukan?”
“Yah, itu ada benarnya. Mereka pasti bertanya-tanya kenapa kita bisa melakukannya. Padahal.. jika mereka melakukannya juga.. menghancurkan dua kerajaan cukup mudah.”
“Master Karl, perlu di ingat.. keterbatasan kapasitas mereka berbeda.”
Tawa kecil sedikit terdengar, jauh di dalam bayang-bayang hitam ruangan ini terdapat sepasang mata yang bersinar di kegelapan.
“Oh, kau sudah kembali? Cepat juga kerja kalian.”
Dari dalam kegelapan, muncul seorang gadis serigala yang berpakaian militer lengkap dengan senjata laras pendek di pinggangnya.
“Master, segala persiapan telah dilakukan!”
“Oh, bagus.. segera jalankan sesuai rencana.”
“Siap, Laksanakan!”
Setelah menerima perintah dari atasannya, gadis serigala itu pun kembali menghilang memasuki kegelapan.
“Master Karl, apa yang akan kita lakukan dengan semua informasi ini?”
“Oh.. ini hanya jaminan kecil untuk mereka. Sebuah rumor meresahkan muncul dari tujuh kerajaan dan informasi yang dikumpulkan oleh tim alpha mengatakan jika kerajaan mereka sedang mengalami perang saudara. Saling merebut kekuasaan dari satu garis keturunan yang sama, kepemimpinan seperti itu terlihat sangat bodoh. Bukan hanya mereka tidak nyaman di rumah sendiri tapi juga bisa mati di rumah mereka sendiri.”
“Hmm.. jika itu terjadi padaku. Kabur ke tempat lain adalah pilihan yang tepat. Ah! Jadi karena itu mereka ada disini?”
“Ya, Mercedes.. wilayah kita sekarang memiliki pewaris tahta kerajaan lain yang kabur untuk berlindung. Jika kita terseret dalam perselisihan mereka, kita akan melakukan Operasi Succubus sebagai balasan.”
“Operasi Succubus? Artinya.. kita menggunakan sumber daya mereka untuk membantu mereka?”
“Yep, sumber daya kita tidak ada yang hilang kecuali sumber daya mereka. Sama seperti Succubus yang menguras kantung kehidupan mangsanya.”
“Ugh, Succubus.. lalat kecil yang menyebalkan. Master Karl.. jika kita bertemu Succubus.. boleh ku bunuh ditempat?”
“Yah, lakukan sesukamu. Tapi.. pastikan kau mengambil informasi menarik dari kepalanya.”
“Fufufu~ tentu saja” balas Mercedes yang dipenuhi senyuman.
[...]