
Apakah kalian pernah mendengar pepatah seperti ini? Bunga karnivora memiliki bau yang harum untuk memancing mangsanya, tapi mereka juga terlalu rakus dalam memilih mangsanya.
Kurasa.. kondisi seperti itulah yang sedang kami hadapi.
Tepat di hadapan ku, tumpukan mayat berjatuhan.
Itu terjadi bukan tanpa alasan..
Percayalah.. jika kalian ingin mengetahuinya. Kalian pasti akan merasa, “Ini tindakan yang bodoh sekali” atau “Bodoh sekali mereka?” lebih parahnya lagi adalah “Serius? Kok bisa ada orang bodoh seperti ini?”
Well.. kemana arah kalian untuk menilainya. Jangan tanya aku, itu pilihan kalian. Ku akui.. ini adalah kejadian yang terbilang cukup bodoh.
Gadis kuil yang meminta kami untuk membunuh Saintess sebenarnya adalah pembunuh resmi dari Kerajaan Flora. Mungkin kalian akan bertanya-tanya, apa itu pembunuh resmi? Singkatnya.. itu adalah profesi pembunuh bayaran yang bekerja demi Kerajaan Flora yang terdaftar secara resmi.
Jadi.. kalian diperbolehkan membunuh seseorang dengan perintah resmi dan dibayar.
Sepertinya.. harga kepala keluarga kami meningkat drastis akhir-akhir ini. Kami terjebak di sebuah ruang kuil yang berisi berbagai macam pembunuh resmi yang bersembunyi di balik bayang-bayang.
Kenapa kami mengetahuinya? Itu karena.. secara tiba-tiba kami diberi sambutan hangat dengan pisau yang terjatuh dari gadis kuil yang kami temui sebelumnya.
Bagaimana? Terdengar cukup bodoh kan? Pembunuh resmi macam apa yang tiba-tiba menjatuhkan pisau yang disimpannya? Apakah itu sebuah peringatan? Atau.. kebodohan murni yang terjadi?
Untuk itulah.. pistol Glock-17 yang ku simpan di saku menjadi berguna. Siapa sangka aku akan menggunakannya disini? Ditambah dengan kondisi Kerajaan Flora yang kehilangan sumber daya sihirnya, mereka hanyalah manusia normal yang mengandalkan seragan fisik.
“Ups.. Maaf.. sepertinya aku menjatuhkan sesuatu yang tidak pantas” itu adalah kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh gadis kuil itu sebelum timah panas menembus isi kepalanya yang cukup bodoh itu.
*Bang!
Suara tembakan yang cukup keras itu membuat beberapa gadis kuil lain keluar dari bayang-bayang.
Ah.. maaf.. bukan gadis kuil.
Pembunuh resmi yang menyamar menjadi gadis kuil. Jika kalian bisa melihatnya, gadis macam apa yang membawa kapak di dalam kuil yang suci ini?
Berbeda dengan diri ku yang menggunakan senjata api, Chiyuki mengeluarkan sebuah katana yang terlipat di ikat pinggangnya. Apa? Ini pertama kalinya kalian mendengar katana yang bisa dilipat menjadi ikat pinggang? Kalau begitu.. kita sama!
Ini pertama kalinya aku melihat Chiyuki mengeluarkan benda seperti itu.
*Slash!
*Splash!
*Ting!
*Duar!
Sebentar.. itu katana ikat pinggang kan? Kenapa bisa memantulkan kapak?
Huh? Yang benar saja! Teknologi darimana itu?
Oh, iya.. lupa. Sepertinya kami pernah melakukan percobaan kecil membuat slime yang bisa mengeras seperti baja. Itu bermula ketika kami menemukan sebuah batu keras yang seperti besi namun setelah di teliti itu adalah slime yang mati mengering. Kekerasan yang dihasilkan setara dengan baja ringan yang kokoh dan jika ditajamkan sedikit.. itu bisa membelah manusia layaknya pisau panas yang membelah mentega.
*Srash!
Uh.. Em.. Chiyuki..
Sepertinya kau harus sedikit bersabar. Bagaimana ya.. kau terlalu bersemangat!
Aku tidak tahu harus membantu Chiyuki atau tidak.. yang jelas.. pertarungan jarak dekat yang ia lakukan benar-benar luar biasa. Berbeda dengan pertarungan melawan bandit, ini jauh lebih kasar.. bisa dibilang ini seperti pertarungan antara koloni semut melawan lava panas yang memasuki sarang mereka.
Dari kejauhan, aku hanya bisa mengamati Chiyuki yang tersenyum saat bertarung.
Berbeda dari Chiyuki yang biasanya..
Sekilas.. aku melihat mata merah Chiyuki yang menyala dan sebuah tanduk yang menghiasi kepalanya.
Sebentar..
A-Aku salah lihat kan?
T-Tidak mungkin kan?
[...]