
Aku dan Sebastian saling duduk berhadapan di kursi taman. Kami menikmati malam yang dingin ini dengan secangkir teh dan camilan kecil. Nafas yang kami hembuskan terdengar sangat berat.
“Haaaaaah!!” aku dan Sebastian saling menghembuskan nafas yang dipenuhi beban ini.
“Master Karl, kenapa nafas mu panjang sekali?” tanya Sebastian.
“Kau juga sama, Sebastian. Apa menjadi butler sangat melelahkan?” jawab ku.
“Melelahkan sih tidak, itu sudah menjadi pekerjaan ku selama 43 tahun. Melayani Keluarga Duke Flora selama 2 generasi membuat ku terbiasa melakukan pekerjaan ini.”
“2 generasi kah? Aku kau mau memperpanjangnya hingga 3 generasi?” aku sedikit bercanda untuk mengisi obrolan malam kami.
“Ahahaha! Tanpa di minta pun, Aku.. Sebastian akan melayani Master Karl dan keturunan Master Karl. Apakah Master Karl sudah siap untuk itu?”
Aku terkejut mendengar jawaban dari Sebastian. Melihat nadanya yang lembut, dia melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Kesetiaannya untuk melayani keluarga kami benar-benar sangat tinggi.
“Sebastian, menurut mu.. seperti apa perbedaan Keluarga Duke Flora dalam 2 generasi?”
“Perbedaannya? Kurasa.. itu sangat berbeda di setiap generasi. Saat aku melayani Duke Flora sebelumnya, dia hanya fokus memberantas kelompok bandit dan sekawanan monster.”
“Terdengar sangat mirip dengan sifat alami Kakek, dia sangat suka bertarung bukan? Apakah itu merepotkan mu, Sebastian?”
“Ah, tidak apa-apa, Master Karl. Aku sudah terbiasa membersihkan pedang dan armor yang berlumuran darah, merawat luka akibat terkena sayatan pedang, menarik anak panah yang tertanam di dalam tubuh, dan mengubur mayat yang mereka bawa sebagai bukti.”
Mendengar pengakuan ini, teh yang kurasakan tiba-tiba terasa pahit.
“Uh, Kakek memang seperti itu. Untung saja, di usianya yang tua saat ini dia tidak melakukan aktivitas yang berlebihan.”
“Tenang saja, Master Karl. Saat ini, dia memiliki hobi berburu dari jarak jauh menggunakan senapan laras panjang dan memancing di sekitar aliran sungai.”
“Bagaimana dengan Nenek?”
“Kurasa, dia sedang bersenang-senang membuat kue kering akhir-akhir ini dan membagikannya ke anak kecil di sekitar taman bermain.”
“Ahh.. Nenek.. ku harap dia tidak berlebihan melakukannya.”
Aku meminum teh hangat ini dan melanjutkan pembicaraan malam kami, “Bagaimana dengan generasi Duke Flora setelah Kakek ku? Aku ingin tahu pendapat mu tentang kepemimpinan Ayah ku.”
“Ayah.. dia sangat bekerja keras rupanya.”
Tapi?
Kenapa di kehidupan sebelumnya aku harus mengurus semua pekerjaannya?
Kondisi saat ini memang berbeda dengan kondisi di kehidupan ku sebelumnya. Tanpa sengaja, aku membuat wilayah ini menjadi sangat modern. Mengandalkan pengetahuan dari kekuatan ku sebelumnya, aku mencuri ilmu pengetahuan dunia lain dan menerapkannya di sini.
Berbicara tentang kekuatan, aku sedikit rindu dengan kekuatan tidak berguna ku.
Uh.. tidak berguna.. namun sangat efisien untuk kondisi saat ini. Wilayah ini telah siap untuk menerima pengetahuan modern dari dunia lain.
“Kalau begitu.. bagaimana dengan generasi sekarang?” lanjut pertanyaan ku.
“Untuk generasi sekarang? Master Karl masih belum menjadi penerus kan? Kondisi kita saat ini dipenuhi dengan musuh yang tertidur dan siap menyerang kapan saja. Tapi, aku sangat yakin jika Master Karl telah mempersiapkan sesuatu untuk mencegah hal itu terjadi, bukan?”
Jawaban yang ku dengar ini, sedikit membuat ku tertekan.
Tanggungjawab yang begitu besar ini.
Apa aku sanggup untuk memikul nya?
“Tentu saja, kami akan membantu mu, Master Karl.”
Jawaban itu membuat ku tersadar akan sesuatu.
Aku tidak sendirian untuk memikul nya.
“Terima kasih, Sebastian.”
Kami pun melanjutkan obrolan malam ini hingga ke topik sensitif mengenai wanita dan pernikahan.
Malam yang panjang.
[...]