My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 36 - Normal Common Sense? Apa Itu?



Seekor burung kecil datang ke dalam tenda kerja Duke Flora, burung itu membawa surat kecil yang terletak di kakinya. Duke Flora yang sedang sibuk mengurus pekerjaanya tiba-tiba berhenti dan membaca surat kecil itu.


Suara tawa kecil keluar dari mulutnya.


“Hahaha! Aku tidak menyangka situasi ini menjadi menarik” ucapnya.


Ukuran surat itu memang kecil, namun isi di dalamnya merupakan informasi besar yang sedang terjadi.


“Nampaknya, mereka telah bergerak memasuki perangkap kita. Sebastian!” Duke Flora memanggil pelayan setianya. Tanpa menunggu waktu yang lama, Sebastian yang sedang berdiri di pintu masuk pun menjawab panggilan tuannya.


Melihat Sebastian masuk, Duke Flora lalu memberinya perintah untuk mempersiapkan makanan kecil untuk Karl.


“Panggil Karl kesini dan siapkan beberapa makanan kecil, kita akan sibuk hingga jam makan siang” perintah Duke Flora.


Mendengar perintah tuannya, Sebastian dengan sigap langsung bekerja.


Tidak menunggu waktu yang lama, Karl memasuki tenda kerja Ayahnya.


“Sesuatu yang besar sedang terjadi, kan?” tanya Karl.


“Kau pikir ini salah siapa?” balas Duke Flora dengan santai.


“Yah, pikiran mereka memang begitu sempit namun ketamakan mereka lebih besar dan itu patut diapresiasi.”


“Apa kau sedang menyindir mereka? Bahkan mereka tidak tahu jika sedang di sindir.”


“Memangnya apa yang akan mereka lakukan? Mengirim pemimpin kecil dengan membawa 10.000 pasukan untuk melawan kita?” canda Karl.


“Yah, mungkin lebih dari itu atau mendekati itu. Apa kita punya sesuatu untuk melawan mereka?”


“Tentu saja ada, Remi-class mampu bersinar untuk menghadapi mereka. Selama mereka itu bodoh dan hanya mengandalkan jumlah untuk menyerang kita. Dengan penekanan kecil, lima Remi-class sudah cukup untuk menguasai medan pertempuran.”


“Kau yakin akan menggunakan anak-anak itu?”


“Tentu saja, untuk apa kita membawa mereka jika tidak dimanfaatkan?”


“Kau tahu Karl, terkadang kau memandang orang lain seperti benda yang mudah kau permainkan. Sekarang aku jadi kepikiran, apa kau akan mempermainkan pasukan yang mungkin berjumlah 10.000 itu?”


“Er.. apa salah jika peperangan ada korban jiwa?”


“...”


“...”


“Okey, aku menyerah! Anggap saja 10.000 pasukan itu korban yang kecil. Sekarang, bagaimana cara kita melewati persidangan yang mungkin terjadi dengan tuduhan pengkhianatan kita?”


“Kenapa kita harus takut, pada akhirnya di persidangan itu, kita akan membuka lembaran baru tentang pengkhianat asli kerajaan ini. Yah, walaupun kita tidak menjadi bangsawan lagi... kita sudah siap untuk itu.”


“Tentu saja.”


“Ngomong-ngomong, kemana Chiyuki pergi? Sedari tadi aku tidak melihatnya.”


“Ah, dia tampaknya sedang bersenang-senang dengan anak-anak dan akan kembali siang nanti.”


“Eh, aku baru tahu dia pergi.”


“Nah, sejak kemarin dia pergi, Ayah. Cobalah untuk peka dengan kondisi keluarga harmonis ini.”


“Apa kau baru saja menyindir ku?”


“...”


“...”


“Kuh! Hati ku sedikit hancur. Kenapa aku menjadi Ayah yang seperti ini?”


“...”


“Hey! Jangan diam saja! Temani Ayah mu yang melankolis ini.”


“Nah, daripada membuang tenaga ku untuk itu. Aku lebih baik menyimpannya untuk menahan rasa terkejut ku ketika Chiyuki kembali,”


“Memangnya ada apa dengan Chiyuki?”


“Yah, Ayah akan tahu setelah dia kembali.”


Tepat setelah itu, sebuah iringan kendaraan Remi-class datang berurutan. Di kendaraan terakhir, terdapat bandit-bandit yang terikat dalam posisi tak berpakaian dan lehernya yang terlilit tali tebal.


Duke Flora yang tak sengaja menyaksikan kejadian ini pun terkejut dan pingsan seketika.


“Haaah~ untung saja aku telah bersiap-siap untuk ini” ucap Karl.


“Ayah, kau perlu sedikit mengerti tentang jalan pikiran Chiyuki yang spesial ini.”


“Tidak mungkin dia peduli dengan 10.000 korban atau penderitaan manusia lain selama di pandangannya itu terasa menyenangkan.”


“Untuk itu, 10.000 korban bukan masalah utama untuk keluarga kecil ini.”


Karl berjalan keluar untuk menyambut kepulangan Chiyuki yang dibanjiri senyum kebahagiaan di wajahnya.


[...]