
Apa yang kalian pikirkan setelah mendengar “Terpidana Hukuman Mati” yang di bebaskan karena sogokan uang dan status sosial yang dimilikinya?
Kecewa?
Merasa dunia tidak aman lagi?
Atau.. rasa tidak nyaman karena monster bertubuh manusia itu lepas?
Yah, aku juga berpikir begitu.
Satu hari telah berlalu, Chiyuki dan Mercedes kembali membawa barisan orang-orang yang mengenakan pakaian mewah. Melihat kondisi pakaiannya yang dipenuhi perhiasan, mereka ini tampaknya bangsawan baru yang mengisi bangku kosong setelah peperangan.
Wajah dan usia mereka cukup menarik perhatian ku, itu karena...
Mereka terlihat seperti Orc yang mengenakan pakaian manusia.
Perut besar yang melebihi lingkar pinggang celananya, nafas yang tergesa-gesa karena melangkah, dan kepuasan status yang menari di tangan mereka.
“Well, ini sangat menjijikan. Tapi.. bukankah ini bangsawan baru?” tanya ku.
Mercedes memandangku dengan senyuman dan membalas pertanyaan ku.
“Master Karl, kami sedikit kesulitan karena seluruh penjara Kerajaan Flora hanya di isi dengan rakyat yang menolak kebijakan baru.”
“Ah, sejarah yang terulang untuk kedua kalinya?”
“Em!” Mercedes mengangguk.
“Untuk itu, Chiyuki-sama melakukan improvisasi kecil. Daripada mengeksekusi target yang salah. Kami mencari bangsawan yang layak untuk di eksekusi.”
“Yah, aku sudah menduga ini. Mendengar pertanyaan konyol dari Putri Mahkota Kerajaan Flora saja membuatku bertanya-tanya tentang kondisi kerajaan mereka. Jadi.. ini?”
“Ya, Master Karl. Kedudukan mereka jauh di bawah sampah masyarakat. Entah kenapa meraka sangat suka merendahkan rakyat dengan pajak yang tidak masuk akal. Bukankah lebih baik jika mereka musnah?”
Mengurus kebijakan politik di kerajaan lain bukanlah urusan kami lagi. Saat ini, kami hanya fokus membangun wilayah dan mempertahankannya. Tanpa kami sadari, sepertinya banyak mata yang mengincar wilayah kami.
Dendam memang sulit terlepas, sepertinya.. ikatan kami dengan Kerajaan Flora bagaikan air dan api.
Laporan yang diberikan Chiyuki berisi skema penyerangan Kerajaan Flora dengan menyusup ke dalam wilayah kami. Semua dana yang terkumpul bersumber dari bangsawan-bangsawan ini. Sebagai catatan tambahan, mereka adalah bangsawan oposisi yang memusuhi mantan bangsawan Kerajaan Flora yang berlindung di wilayah kami.
Pada akhirnya, perang kami terus berlanjut dan membuka lembaran baru.
Raja baru dinobatkan dan kebijakan baru yang memusuhi rakyat pun terjadi.
Situasi kembali kacau..
Tapi.. tentu saja itu bukan urusan kita!
Akhirnya.. saat kerajaan lain menghadapi masalah. Kita bisa bersantai dan menikmati drama panggung mereka.
Tunggu sebentar!
Kita juga wilayah militeristik kan?
Pembangunan angkatan bersenjata kita bahkan sudah lengkap, jadi..
Wilayah ini tidak ada bedanya dengan Kerajaan Flora?
Kenapa aku merasa.. jika Raja baru ini akan sangat menyebalkan.
“Mercedes.. kurasa.. kita perlu mengamati Kerajaan Flora lebih lama lagi. Tikus yang satu ini terlihat pantang menyerah. Walaupun bawahannya seperti ini, tapi idenya cukup untuk menutup kerugian yang dialami Kerajaan Flora.”
“Uhmn?” Mercedes sedikit kebingungan.
“Kerajaan Flora, tampaknya.. mereka mencoba menajamkan kembali taring yang sudah tumpul.”
“Tapi, apa yang bisa mereka lakukan?” tanya Mercedes.
Aku tidak membalas pertanyaan Mercedes melainkan memberi kertas laporan tebal yang dibuat oleh Chiyuki.
Mercedes membacanya dengan perlahan, matanya bergerak secara hati-hati untuk mencerna isi laporan informasi yang panjang itu.
“I-Ini?!” Mercedes menyadari situasi yang sedang terjadi.
Tindakan busuk bangsawan ini dan alasan kenapa mereka dibiarkan hidup..
Itu karena Raja Kerajaan Flora memelihara mereka.
“Master Karl, kurasa.. aku tahu siapa yang mampu membuat skenario seperti ini.”
“Uhuh..” aku membalasnya dengan jawaban ringan.
“Kakak, kenapa kau masih saja suka mempermainkan sebuah kerajaan. Apakah pembantaian yang pernah dilakukan 300 tahun lalu hanya mainan untuk mu?”
Huh?
Apa?
Aku tidak salah dengar kan?
Kakak Mercedes?
Apa ini? kenapa tubuh ku tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menusuk tulang.
[...]