My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 73 - Halusinasi



Sebuah berita yang mengerikan datang dari kerajaan tetangga.


Di pagi hari yang cerah ini, kerajaan tetangga kita di landa sebuah bencana dari mayat hidup. Mendengar isi berita ini, rasa kecurigaan ku tertuju pada satu sosok yang merepotkan.


Sosok yang ku maksud ini adalah Kakak dari Mercedes. Sepertinya.. kegagalan yang dialami oleh Kerajaan Flora membuatnya mencari kerajaan lain sebagai batu loncatan.


Musuh kali ini sangat merepotkan.


“Mercedes..” aku memanggil Mercedes yang baru saja terbangun dari tidur lelapnya.


Semalam, aku melakukan perbincangan kecil dengan Sebastian. Perbincangan itu cukup penting untuk memenuhi ambisi Ibu ku. Bisa dibilang, kami sedikit terbawa suasana dan melakukan pembicaraan penting itu hingga pagi hari.


“Ngh? Selamat pagi, Masteeer..” Mercedes perlahan turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah ku.


Posisi ku saat ini berada di kursi sofa dan menikmati secangkir kopi. Rasa kantuk ku mulai menumpuk dan ingin rasanya aku tidur di atas kasur. Namun, karena Chiyuki dan Mercedes menempati kasur ku dengan pakaian yang sedikit berbahaya. Aku mengurungkan niat ku untuk tidur dan menunggu mereka beraktivitas.


Mercedes duduk di pangkuan ku, walaupun tubuhnya terlihat kecil tapi umurnya jauh lebih tua dari ku. Kebiasaan seperti ini sering kami lakukan, jadi.. aku tidak merasa aneh untuk melakukannya setiap hari.


“Lihat ini..” aku menyerahkan ponsel ku mengenai serangan mayat hidup.


Mercedes yang masih mengantuk pun mengusap matanya. Wajah dan rambutnya yang berantakan terlihat seperti “Putri Tidur”. Tangan ku sedikit iseng memainkan rambut acak nya.


“Eng? Masteeer?” Mercedes terlihat mengantuk. Dia seperti anak kecil yang dipaksa bangun pagi dan menahan rasa kantuknya.


Telinga Mercedes berkedut, sepertinya.. dia sangat menikmati belaian ku.


Aku mendengar suara lain, kali ini.. Chiyuki terbangun.


“Hng?? Mercedes?” Chiyuki merapihkan rambutnya yang berantakan dan beranjak turun dari tempat tidur.


Mata kami bertemu, “Onii-sama.. tidak adil jika hanya Mercedes yang mendapatkannya!”


Chiyuki lalu bergegas ke arah ku, ia memeluk erat tubuh ku dan menempatkan kepalanya ke dada ku.


Di pagi hari ini, aku harus membelai dua gadis dengan pakaian yang berbahaya secara bersamaan!


Insting laki-laki ku bergerak aktif kali ini!


“Hng! Onii-sama? Apa ini?” Chiyuki yang merasakan perubahan di tubuh ku pun meresponnya.


“Chiyuki.. jangan sentuh itu” aku sedikit memperingatkan Chiyuki dengan nada lembut.


“Hmm? Apa ini? Ooo.. Niii.. Sa... Ma..?” Chiyuki sedikit menggoda ku.


Sejak kapan dia menjadi iblis penggoda seperti ini?


Lalu.. mata ku tanpa sadar menyadari perubahan di tubuh Chiyuki.


Mata berwarna merah menyala, gigi taring yang keluar di sela-sela bibirnya, sayap kecil yang keluar dari badannya, ekor mungil yang keluar, dan tanduk imut yang menghiasi kepalanya.


Apa ini?!


“Anu.. Chiyuki?” aku sedikit bertanya-tanya tentang ini.


Aku sedang tidak berhalusinasi kan?


Memang benar sih.. rasa lelah membuat mu berhalusinasi..


Tapi, ini sudah lewat batas kayaknya.


“Tanduk apa ini?” tanpa sadar aku mengucapkan kalimat itu dan menyentuhnya.


“Hnggg!! Nyaaaa!! Onii-sama.. pelan-pelan..” Chiyuki mengerang dengan nada yang sedikit menggoda ku.


Tunggu sebentar!


I-Ini tanduk asli?!


Ah! Tidak-tidak! Ini pasti hanya halusinasi ku saja.


“Tanduk yang indah, Chiyuki” aku tanpa sadar memuji halusinasi ku sendiri.


Apa sih! Kok aku jadi memuji Chiyuki?


“Hnnnggg!! Em.. Onii-sama.. daripada tanduk.. kenapa tidak mengelus ekor ku?”


E-Ekor??


Apa maksudnya?


“Sebenarnya.. sudah lama aku ingin melakukan ini, Onii-sama.”


“Sesekali.. aku ingin menunjukkan diri ku yang sebenarnya kepada Onii-sama.”


Oke!


Untuk itulah anak-anak! Jika kalian mengantuk, maka tidur!


Dan jangan begadang!


Entah kenapa halusinasi ku ini sedikit aneh, tapi..


Ini terasa nyata.


Tanpa sadar, aku pun terlelap masuk ke dalam alam mimpi.


Yang ku ingat saat itu hanya ada satu.


Chiyuki mencium bibir ku dan mengigit sedikit leher ku.


[...]