My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 44 - Kunjungan Kerajaan Tetangga



“Em, jadi? Situasi ini terjadi karena Raja kita menyewa penyihir dari kerajaan tetangga hanya untuk berjaga-jaga. Namun, keadaan berubah setelah salah satu bangsawan kita mulai menghina mereka. Rasanya, kerajaan kita ini kok di isi dengan orang-orang bodoh?”


Ayah kami hanya bisa tertunduk lemas setelah menyadari akar dari permasalahan ini.


Beberapa jam telah berlalu dan tak di sangka Kerajaan Flora masuk ke dalam fase berperang dengan kerajaan tetangga. Dan itu terjadi karena kebodohan mereka sendiri.


Pilihan yang bijak kali ini adalah meninggalkan kerajaan yang bodoh ini. Aku sudah cukup muak mengurusi orang-orang bodoh ini, jika saja peradilan ini cepat di laksanakan maka kejadian konyol seperti ini tidak akan terjadi.


Siapa yang di salahkan?


Tentu saja Duke Flora!


Mereka pasti akan menambahkan keputusan tak masuk akal seperti “Duke Flora yang akan berperang, karena kami kekurangan pasukan” pasti akan terjadi.


Aku bisa menjamin 100% itu akan benar-benar terjadi.


Dan.. sebelum masalah konyol ini berlanjut lebih besar.


Kami untuk kedua kalinya bergegas pulang dengan sedikit perbedaan dari sebelumnya.


Ayah kami menitipkan surat resmi yang menyatakan, “Duke Flora meninggalkan status kebangsawanan dan wilayah pribadi keluarga Duke Flora akan menjadi wilayah yang terpisah dari Kerajaan Flora.”


Surat resmi itu berisi penjelasan mengenai, “Kami sudah muak, silahkan urus kesalahan kalian sendiri, Bye!”


Yah.. ini adalah tata cara keluar dari status bangsawan dengan gaya!


Walaupun mereka tidak membalasnya, kami akan menganggap ancaman yang berada di wilayah kami sebagai musuh. Tidak terkecuali dengan mantan raja kami, mantan bangsawan seperjuangan, kami memiliki wilayah sendiri yang harus di jaga.


Dengan kata lain, kami akan menjadi pihak ketiga jika ada kerusuhan yang terjadi atau sebagai pengamat yang menikmati keadaan.


Ah, tidak juga. Kami hanya ingin bersenang-senang tanpa mempedulikan tanggungjawab sebagai bangsawan, atau hal-hal yang merepotkan yang berhubungan dengan sistem kerajaan.


Terkadang, menjadi pemilik dari wilayah yang berdiri sendiri sangat memuaskan. Terlebih, kami telah mempersiapkan skenario ini jauh-jauh hari sebelumnya.


Di tengah-tengah perjalanan pulang kami. Terdapat simbol kerajaan tetangga yang tampaknya bersiap-siap untuk menginvasi Ibukota Kerajaan Flora. Melihat simbol Duke Flora yang datang dari arah berlawanan, mereka bersiaga untuk menyerang kami.


“Ugh, aku benci jika mengurus orang-orang ini. Bagaimana ini, Karl?” tiba-tiba Ayah ku bertanya tentang situasi ini.


“Yah, apa boleh buat kan? Lagipula.. posisi kita sedang di serang kan? Kenapa kita tidak menyerang balik?” balas ku.


Seharusnya atau normalnya, kami akan panik dengan perbedaan jumlah pasukan. Namun, dengan persenjataan lengkap yang ada di dalam Remi-class. Hal yang semacam ini hanyalah mainan sementara dan target latihan yang cocok untuk gadis-gadis serigala kami.


Ah, benar juga! Kenapa tidak menggunakan mereka untuk simulasi menembus pertahanan musuh?


Aku segera mengambil peralatan komunikasi kami, beberapa gadis serigala tampaknya telah bersiap-siap di posisi mereka. Tampaknya, latihan dari Chiyuki membekas di kepala mereka dan untuk suatu alasan mereka tampak bersemangat.


“Onii-sama” Chiyuki tiba-tiba memanggil ku. Tatapan matanya kini berubah menjadi merah darah dan mulai menatap ku.


Oh, aku hampir lupa dengan sensasi ini. Ternyata Chiyuki masuk ke dalam mode abnormalnya.


Aku menggelengkan kepala ku, “Ini berbahaya! Duduk saja dan biarkan Ayah beraksi hari ini.”


“Eeeeeh? Kenapa?” Chiyuki sedikit cemberut melihat penolakan ku.


Berbeda dengan Ayah kami yang sangat senang mendengarnya. Dia tampak bersemangat dari biasanya.


“Karl, kita gunakan cara itu?”


“Boleh juga, itu lebih efektif daripada membunuh mereka dengan amunisi kita saat ini.”


“Oke! Gaaaaassss!!” seperti seseorang yang dipacu dengan adrenalin. Ayah kami segera memacu kendaraanya dan menabrak satu per satu prajurit yang menghalangi jalan kami.


Tidak lupa, kami sedikit melakukan improvisasi kecil dengan menabur asap fosfor putih. Kendaraan kami memang sedikit berguncang, namun irama kesakitan orang-orang ini menjadi melodi kematian yang indah dan itu cukup menghibur bagi Chiyuki. Dia tidak lagi murung, melainkan tertidur pulas mendengar teriakan sisa nafas orang-orang yang sekarat.


Aku tidak mempermasalahkan ini sih.


Tapi aku sedikit kasihan dengan orang-orang yang akan membersihkan kendaraan Remi-class ini.


Mereka pasti akan terkejut saat melihat kendaraan ini dipenuhi cat berwarna merah dan sisa-sisa kulit yang menempel.


Atau sesuatu yang lebih parah lagi seperti anggota tubuh yang tersangkut.


Well, itu bisa di pikirkan nanti.


Yang penting, kita pulang dari kejadian konyol ini.


Siapa juga yang ingin berurusan dengan peperangan konyol ini, biarkan sesama orang bodoh saling berperang.


Lagipula, itu adalah taktik kuno dimana menyerang dalam kondisi kerajaan yang sedang kacau.


Tapi, ini sedikit memberi ku ide kecil. Jika mereka menyerang Kerajaan Flora, berarti pertahanan mereka juga sama lemahnya kan?


Well, tidak ada salahnya jika mantan Duke Flora memberi kejutan kecil kepada mereka kan?


“Ayah, apa kau ingin mengirim oleh-oleh untuk tamu kita?” tanya ku.


“Huh? apa yang kau bicarakan, Karl?” tanya Ayah ku.


[...]