My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 94 - Menunggu Penjemputan



Di lokasi LZ, kami menunggu pesawat penjemput. Pesawat yang kami naikin adalah kombinasi jet kargo dengan sistem mesin yang mendukung VTOL. Dari kejauhan, kami kedatangan 5 tamu penting.


“Selamat datang kembali!” sapa ku.


Kelima tamu itu adalah White Flower, Black Cat, Puppet, Little Bear, dan Hiden Siren. Dengan kata lain, mereka adalah gadis-gadis yang terpilih untuk menjalani simulasi. Tepat di hari terakhir simulasi, mereka berhasil menyelesaikan misi spesial yang kami berikan. Lokasi titik penjemputan mereka tampaknya sama dengan titik penjemputan kami.


Berbeda dengan kami yang masih dalam keadaan segar, mereka tampak sangat kelelahan.


White Flower memiliki luka ringan di wajahnya, Little Bear memiliki memar di pergelangan tangannya, dan Hiden Siren memiliki lebam di sekitar perutnya.


“Mercedes..” karena posisi kami berada di area luar yang memiliki jaringan sihir. Aku memberi kode kecil ke Mercedes untuk mengeluarkan sihir penyembuhan untuk mereka.


Black Cat dan Puppet tampak baik-baik saja. Mereka menatap ku dengan tatapan yang dipenuhi senyuman. Sepertinya, mereka penasaran dengan posisi ku.


Di samping kanan dan kiri ku, Mercedes dan Chiyuki menyandarkan badan mereka ke tubuh ku.


“Apa ada yang salah?” aku bertanya kepada mereka.


Black Cat dan Puppet saling menatap satu sama lain.


“Aku tidak menyangka jika Master Karl bisa setenang ini setelah membuat kejadian heboh itu.”


“Benar! Setelah menyeret paksa mayat Saintess. Keadaan Kerajaan Abzien menjadi gempar! Setelah publik tahu jika Saintess mereka telah menjadi mayat, mereka segera mendatangi istana kerajaan dan melakukan protes mengenai kejadian yang terjadi di Kuil.”


Mendengar pembicaraan mereka, aku hanya tersenyum dan mengelus kepala Chiyuki.


“Well.. misi yang kalian terima adalah menyelidiki Saintess, bukan? Setelah misi berhasil di selesaikan maka kita berpindah ke rencana selanjutnya. Sebenarnya, aku ingin mengeksekusi Saintess palsu dengan membunuhnya di depan publik. Tapi, melihat respon publik yang seperti ini.. rencana itu dibatalkan.”


“Kerja kalian sangat memuaskan, sebagai hadiah.. aku akan menjawab tiga pertanyaan yang keluar dari ketua kelompok kalian. Ini pertama kalinya aku melihat mata-mata yang membentuk kelompok dan Yap! Teman sekelas kalian lebih memilih bekerja sendiri daripada berkelompok. Kalau begitu.. silahkan White Flower” sembari menunggu pesawat penjemput. Aku sedikit bersenang-senang dengan mereka.


“Master Karl.. aku ingin mengetahui tujuan utama dari simulasi ini!” di depan ku tampak White Flower yang menatap ku dengan tajam.


“Aku hanya ingin memberitahu kalian tentang situasi wilayah kita. Beberapa hari lalu, kami mendapati sebuah laporan yang mengancam wilayah kita. Serangan dari mayat hidup dan fakta dibalik kematian Saintess. Lalu.. salah satu teman kalian.. ah! Apa kau masih ingin menganggapnya teman setelah mengetahui fakta ini?”


“Mengenai teman sekelas kami yang terbunuh di markas musuh?”


“Apa itu pertanyaan kedua? Ku anggap itu adalah pertanyaan yang kedua. Musuh yang kami hadapi saat ini adalah seorang Elf yang memiliki sihir tabu. Dia ini sangat gila dan jenius, dia bahkan merencanakan serangan mayat hidup dan mampu memindah jiwa seseorang. Teman sekelas yang kalian lihat itu berisi jiwa mata-mata musuh di dalamnya. Aku hanya mengirim mereka untuk kembali ke kerajaan asal mereka dan secara kebetulan.. kalian melihat bekas tempat jiwa itu bernaung.”


“Cukup, Master Karl. Dua informasi ini telah menjawab semua pertanyaan ku.”


“Oh, di balik penampilan mu yang tegas. Otak mu bisa mengerti maksud dan tujuan ku ternyata..” aku sedikit memujinya.


Kejadian yang mengejutkan terlihat di ekspresi mereka.


Mereka menatap ku dengan wajah yang terkejut.


Dari kejauhan.. aku bisa mendengar suara pesawat penjemput kami yang semakin mendekat.


“Well.. setelah kembali ke markas. Kalian akan mendapat hari libur yang panjang. Bisa dibilang, kami akan sibuk mengurus sesuatu.”


Mendengar perkataan ku yang terakhir. Ekspresi wajah mereka menjadi serius seolah mengerti langkah apa yang akan ku lakukan selanjutnya.


[...]