
Apa yang menunggu kami di dalam gua merupakan kejutan besar.
Bagian pintu masuk gua ini tercatat adanya sarang monster gua yang menghuni bagian terdalam. Namun, beberapa tumbuhan hidup berdampingan di kondisi yang aneh ini.
Aku sangat mengenali tumbuhan itu, sebuah tumbuhan langka yang menjadi bahan penting untuk percampuran potion. Dengan satu tetes sari tumbuhan itu, bisa dipastikan potion itu memiliki kualitas yang diluar logika.
Aku ingat pernah membeli sebotol potion penyebuh yang mengandung sari-sari tumbuhan itu untuk menumbuhkan kembali organ-organ yang terputus. Saat itu, aku tidak sengaja memotong jari kelingking ku yang selalu tersandung kursi. Karena saat itu aku sedang emosi jadi kupotong saja kelingking kaki ku.
Masalah satu selesai, namun agak aneh ketika luka semu yang kembali menyerang. Bayangkan saja, jari kelingking ku hilang namun masih terasa gatal. Aku ingin menggaruknya tetapi jari itu sudah tiada.
“Jadi, laporan yang Mercedes berikan itu benar-benar terjadi.”
“Tentu saja, Karl. Kau pikir naga-naga yang kita temui sebelumnya itu apa?”
“Ah, tidak-tidak.. aku hanya berpikir gua ini terlalu berharga untuk di jadikan sarang naga.”
“Sepertinya kau memiliki rencana lain, apa yang kau pikirkan?”
“Tidak banyak, ngomong-ngomong.. apakah gua ini bisa di jadikan properti pribadi?”
“Secara hukum.. gua ini berada di dalam wilayah kita. Jadi, bisa saja kita memiliki sepenuhnya.”
“Untunglah.. kalau begitu.. mari kita lanjutkan penjelajahan gua ini.”
Ayah ku memacu kendaraan ini perlahan-lahan. Dengan lampu terang yang menyinari perjalanan dan pemandangan bebatuan gua nampak biasa di mata ku.
“Rasanya agak membosankan melihat pemandangan seperti ini.”
“Ya, apa yang kau harapkan dari sebuah gua yang jarang di jelajahi, Karl?”
“Ada kemungkinan bagian dalamnya masih belum sepenuhnya di jelajahi kan? Aku berharap kita menemukan bahan mentah atau semacamnya.”
“Kau terlalu berharap untuk gua sekecil ini.”
“Gua ini kecil? Tapi kenapa radar kita menunjukkan sebaliknya?”
“Apa maksud mu?”
“Ayah tahu kan radar kita selalu mendeteksi wilayah sekitar? Nah, sekarang lihat ini.”
Ayah ku memperhatikan titik-titik kecil yang muncul di radar.
“Nah, pahami saja saat sedang digunakan. Oh, ngomong-ngomong bagaimana kita memeriksa titik yang besar ini?”
“Boleh juga, sepertinya itu monster yang besar.”
“Mungkin korban iseng Mercedes dan Chiyuki.”
“Ah.. mereka.. kenapa adik mu jadi seperti itu sih?”
“Apa maksudnya?”
“Kau tahu kan seberapa manis Chiyuki?”
“Tentu saja, dia adik manis ku. Apa salahnya?”
“Tapi kenapa dia jadi mengerikan seperti itu sekarang?”
“Hah?” aku sedikit kebingungan dengan perkataan Ayah ku.
“Kemarin dia pulang setelah membasmi naga dan bandit!”
“Lah.. kalau itu aku terlibat juga kan?”
“Karl, kau itu tipe orang yang melakukan kegiatan kriminal tanpa di sadari sedangkan Chiyuki itu berbeda.. dia menikmati setiap kegiatan kriminal yang dilakukan! Bukan berarti aku melarang cara kalian tapi!! Ajaklah Ayah mu ini sesekali!”
“Mana mungkin kami ngajak-ngajak! Kejadiannya saja tidak terduga. Siapa yang menyangka akan ada bandit yang menghalangi jalan di depan. Lagipula jika Ayah ada di posisi kami, apa yang akan Ayah lakukan?”
“Tentu saja menabrak mereka hingga mati, kereta kuda kita bukanlah kuda biasa! Tendangan kaki mereka cukup membuat tulang rusuk bergeser dari tempatnya.”
“Oh..! aku baru tahu itu!”
“Fufufu.. perbanyak belajarlah dari Ayah mu ini!”
Apa ini?
Kenapa aku seperti berkonsultasi dengan pelaku kriminal profesional?
Perbincangan kami yang receh ini membuat kami tiba di sisi terdalam gua.
[...]