
Aroma sisa-sisa pertempuran masih terasa. Kerusakan yang menimbulkan lubang besar pun terlihat jelas. Tepat di dalam lubang itu, terdapat sisa-sisa kerangka mayat yang hancur. Dalam sekejap, pertempuran yang berlangsung singkat itu menimbulkan kemenangan yang di luar akal sehat.
Pertempuran yang terjadi begitu cepat dengan korban jiwa berupa komando musuh. Itu adalah pertempuran memalukan yang tercatat sepanjang sejarah. Walaupun mereka menyerang wilayah Duke Flora, namun tidak ada kerusakan yang terjadi di wilayah Duke Flora.
Informasi mengenai ini pun disampaikan kepada petinggi militer Kerajaan Flora.
Keadaan itu membuat mereka membentuk aliansi khusus untuk melawan Duke Flora. Bahkan, Raja dan Ratu Kerajaan Flora pun ikut dalam aliansi mereka.
“Bagaimana mungkin ini terjadi?” bentak salah satu jendral yang ikut dalam pertemuan ini.
“Yang lebih penting lagi, kenapa wilayah yang tidak memiliki unit militer mampu menghalau pasukan sebanyak itu?”
“Kerahkan unit pasukan sihir kita! Jika mereka menggunakan sihir yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kita serang dahulu mereka dengan kekuatan kita!”
“Jangan gegabah! Kita tidak tahu seberapa kuat kekuatan Duke Flora! Mengirim pasukan ke medan pertempuran hanya akan menambah korban di pihak kita. Saat ini kita beruntung, karena korban kita adalah salah satu Jendral tingkat rendah.”
“Benar juga, apa ini yang dinamakan perbedaan pengalaman berperang?”
“Jendral baru hanya di isi dengan teori di kepala mereka. Dalam praktek lapangan, mereka hanya bisa menangis. Kali ini, biarkan aku yang mengurus pasukan kita.”
“Apa kau serius, Jendral Buthut?”
“Tentu saja, kau pikir sudah ada berapa banyak peperangan yang ku menangkan?”
“Ah.. kalau tentang itu.. aku tidak bisa berbuat banyak. Kau salah satu Jendral terbaik Kerajaan Ini, jika kau mati maka Kerajaan ini akan kehilangan Jendral terbaiknya karena upaya pengkhianatan.”
“Aku? Kalah dari seorang Duke yang merupakan murid ku sendiri? Tidak ada sejarahnya seorang guru kalah dari muridnya. Aku memiliki senjata tersendiri untuk melawan Duke Flora.”
“Benarkan? Senjata apa itu?”
“Kau benar-benar ingin tahu?”
“Lapor yang Mulia! Kita memiliki kondisi buruk!” situasi tampak ricuh dengan adanya kejadian ini.
“Gudang makanan, ladang gandum, peternakan, kapal perang, dan persediaan cadangan makanan kita diserang oleh seseorang! Saat ini hanya ada gudang makanan milik bangsawan saja yang tersisa.”
“Apa?!”
“Bagaimana itu bisa terjadi?”
“DUKE FLORA!!”
Dengan kejadian serangan kejutan ini, daftar kekalahan pihak kerajaan atas perang konyol ini pun terus bertambah.
Di sisi lain, jauh di dalam pusat komando jarak jauh Duke Flora dan di atas ketinggian. Sebuah Drone yang mengudara dan mengamati pos komando pihak kerajaan meluncurkan serangan yang tak terduga.
Beberapa bahan makanan dan peralatan militer dihancurkan. Bahkan, beberapa objek vital seperti pelabuhan, peternakan kuda, gedung pembuat senjata, dan tempat pelatihan dihancurkan.
Dan.. saat ini Karl sedang melakukan taktik revolusi serangan modern untuk anak-anak.
“Jadi begitulah anak-anak, memukul mundur musuh dan memastikan mereka untuk tidak kembali membawa kekuatan besar sangat mudah di lakukan. Objek vital militer yang dibiarkan terbuka seperti ini sangat rawan untuk di serang dan seperti yang kalian lihat.”
“Untuk membuat sebuah negara atau wilayah mengibarkan bendera menyerah mereka. Membuat rakyat kelaparan sangat efektif. Perang seperti ini akan menimbulkan musuh baru bagi mereka. Yaitu.. kita dan rakyat mereka sendiri yang mulai melawan mereka. Setelah keadaan cukup kacau. Kita hanya mengikuti arus mereka.”
“Yah.. aku juga tidak sabar melihat reaksi mereka ini.”
Dengan ini, perang antara Duke Flora dan pihak kerajaan berakhir. Namun, bukan berati perang dingin tidak terjadi lagi diantara keduanya.
Setelah ini, perang dingin yang panjang diantara keduanya mulai semakin mendingin.
[...]