My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 79 - Simulasi di Mulai!



Aku memasuki ruang komando taktis, di dalamnya.. Ivan dan Selena telah menunggu ku.


“Master Hans!”


“Master Hans!!”


“Oh, kalian kompak sekali. Apa ini yang dinamakan ikatan suami-istri?” goda ku.


Aku sedikit melihat noda merah di leher Selena, mungkinkah.. aku menganggu waktu harmonis mereka?


“Well.. jika kalian keberatan dengan panggilan tiba-tiba ini. Kalian boleh pulang untuk melanjutkannya..” mendengar ucapan ku, wajah Ivan dan Selena mengeluarkan rona merah.


“Ekhem! Tidak perlu! Ini pekerjaan kami. Profesionalitas harus di utamakan!”


“B-Benar sekali! Ini pekerjaan kami!”


Ivan dan Selena saling bersahutan. Mereka menutup rasa malu di wajah mereka dengan memasang wajah profesionalitas. Aura yang dipancarkan oleh mereka pun berubah.


“Agen kita yang berada di garis depan telah mempersiapkan panggung sandiwara. Laporan terakhir yang kita terima, mereka berhasil menempatkan barang bawaan kita dengan aman” ucap Ivan sembari menatap layar monitor yang berisi laporan situasi.


“Kabar terbaru yang datang, mereka telah sadar dan siap diaktifkan. Mereka menunggu perintah lebih lanjut dari markas pusat” Selena yang duduk di samping Ivan pun ikut melaporkan situasinya.


Kali ini, mereka berdua menjadi bagian dari unit pengintai untuk mengawasi pergerakan gadis-gadis itu. Tanggung jawab antara perintah pusat dan perkembangan di lapangan harus selalu diperhatikan. Itu karena.. gadis-gadis itu masih pemula untuk diterjunkan ke medan perang namun.. mereka butuh pengalaman untuk beradaptasi.


“Jalan kan sesuai rencana!” perintah ku.


Perintah resmi yang keluar dari markas pusat tersampaikan kepada mereka. Tujuan mereka di wilayah musuh adalah.. mencari informasi mengenai rencana pihak kuil yang tersebar di tujuh kerajaan.


Aku melihat gadis-gadis itu sedikit kesulitan untuk menghilangkan barang bukti perintah tugas mereka. Sebagian kecil dari mereka memiliki emosi yang tenang dan sisanya sedikit panik.


“Haaaah~ Amatir~” ucap Ivan saat mengamati mereka.


“Kau juga seperti itu kan? Apa perlu ku ingatkan kembali ke masa dimana diri mu memohon ampun di depan Chiyuki?” aku menjawab ucapan Ivan.


“Tolong jangan ingatkan aku pada trauma terbesar ku, Master Hans.”


“Kenapa? Bukankah kau sangat senang saat bertemu Chiyuki?”


“Senang apanya?! Apa Master Karl tidak tahu! Aku hampir mati saat itu!”


“Kau itu cuma tenggelam doang.. apanya yang mati sih?” aku sedikit bercanda di tengah operasi besar ini.


“Cuma?? Tenggelam di tumpukan mayat itu hanya cuma??”


“Siapa juga yang menyuruh mu bersembunyi di tumpukan mayat, ide mu sangat bagus.. namun, ide Chiyuki lebih bagus daripada ide mu.”


“Ivan, orang bodoh macam apa yang bersembunyi di tumpukan mayat menggunakan pakaian bangsawan sedangkan mayat-mayat itu berisi tumpukan rakyat biasa?”


“Oh, I-Itu.. ternyata aku sangat bodoh saat itu.. Hahaha..” balas Ivan sembari menahan rasa malunya.


Yap, ini adalah kisah kecil saat kami memungut Ivan. Saat itu, Kerajaan Flora dilanda musibah dengan pemberontakan kecil yang dilakukan oleh rakyat di pinggiran desa.


Well.. itu terjadi setelah kami keluar dari sistem kebangsawanan Kerajaan Flora.


Rakyat di pinggiran desa dihuni oleh mantan prajurit kerajaan yang menjadi bandit. Mereka memanfaatkan status kami sebagai pengkhianat kerajaan untuk menyerang desa-desa lain.


Karena meresahkan, Kerajaan Flora mengirim Ivan untuk menyelidiki desa itu dan secara kebetulan bertemu dengan ku.


Tentu saja, saat itu.. kami sedang membersihkan benalu yang memanfaatkan nama kami.


Kami sedikit terlalu bersih saat melakukanya.. dan.. tugas bersih-bersih itu sangat melelahkan.


Jadi, Chiyuki berinisiatif mengumpulkan mayat yang tersisa dan ingin membakarnya.


Dan.. apa yang terjadi dengan Ivan? Saat itu, ia ingin kembali untuk melaporkan situasi namun.. tanpa sengaja.. ia terjebak di dalam lubang mayat milik Chiyuki.


Kami hampir saja membakar Ivan.


“Hah, kenapa saat itu kau berteriak sih? Bukankah lebih baik terima nasib saja?” aku sedikit bergumam kecil.


“Hah?! Maksud Master Karl?” ternyata Ivan mendengar gumam kecil ku.


“Ivan! Kembali bekerja!” perintah ku.


“Kenapa aku harus kembali bekerja setelah mendengar nada kecewa itu? Hmm.. aku merasakan penyesalan yang aneh disini.”


“Itu hanya perasaan mu saja.”


“Master Karl, sesuatu terjadi kepada gadis-gadis itu!” Selena tiba-tiba panik.


“Tenang saja, Selena. Gadis-gadis itu akan baik-baik saja. Mereka tidak sebodoh itu untuk tertangkap.”


Tepat di depan kami, beberapa gadis dihadapi oleh situasi yang cukup mendesak.


Simulasi ini tampaknya akan semakin menarik.


[...]