
Aku terbangun saat hari telah malam.
Ketika aku hendak turun dari tempat tidur, aku melihat seorang gadis serigala berdiri di samping tempat tidur ku.
Mungkinkah.. ini pelayan pribadi yang dibicarakan oleh Sebastian?
“Selamat malam, Master Karl” ucap gadis serigala.
Aku sedikit mengamati gadis serigala ini, ternyata waktu berjalan lebih cepat dari yang ku duga. Aku sedikit teringat saat gadis serigala ini masih anak-anak.
Dan.. sekarang dia telah menjadi sedikit lebih dewasa dari bentuk fisiknya.
Bagian di tubuhnya sedikit menggoda ku.
Kuh! Pubertas! Kenapa kau menghajar ku seperti ini sih!
Gadis serigala itu menggerakkan ekor dan telinganya. Dia sepertinya sangat senang walaupun hanya menunggu ku bangun tidur. Gadis serigala yang kotor dan lemah di masa lalu, kini tumbuh menjadi gadis menawan yang terlihat kuat.
“Selamat malam, berapa lama kau berdiri disini?” tanya ku.
“Setelah jam 1800.”
“Jadi.. pelayanan ini akan memakan waktu berapa lama?”
“Perjanjian yang kami sepakati berlaku hingga 12 jam.”
12 jam itu waktu yang lumayan lama.
“12 jam? Bukankah itu waktu yang cukup lama. Apa itu berlaku saat aku tertidur?”
Gadis serigala itu tidak menjawabnya namun ekornya bergerak begitu cepat, wajahnya mengeluarkan rona merah, dan telinganya bergerak turun.
Melihat reaksi ini, sepertinya.. kejadian kecil terjadi saat aku tidur.
Aku terkejut melihat tubuh ku yang berkeringat, baju yang ku kenakan sedikit basah dan bau keringat. Aku beranjak dari tempat tidur dan melepas pakaianku.
Ugh, aku harus mandi sekarang. Beruntungnya, kamar ini menyediakan kamar mandi kecil untuk membersihkan diri.
“Tolong cuci ini..” aku memberikan pakaian ku yang basah karena keringat. Gadis serigala itu menerimanya dengan tangan yang bergetar. Aku bisa mendengar suara nafasnya yang berat.
Tanpa sadar, tangan ku menyentuh telinganya dan mengelus rambutnya.
“HIYAAA!!” gadis serigala itu terkejut.
“M-Master Karl!!” gadis serigala itu menjadi salah tingkah dan wajahnya memancarkan rona merah yang begitu jelas.
Gadis-gadis serigala ini tampaknya memasuki fase kebutuhan biologis mereka untuk berkembang biak. Ini sedikit bermasalah.. tapi untuk menjamin kebutuhan mereka terpenuhi.. mereka perlu melampiaskannya, bukan?
Pemikiran yang menyesatkan muncul di dalam otak ku.
“Bagaimana jika kita mandi bersama?” aku sedikit menggodanya.
Mendengar ajakan ku ini, ekspresi wajah gadis serigala itu berubah menjadi ceria.
“Benarkah?!” dia tampak sangat bahagia.
Sepertinya.. godaan ku ini membuat gadis serigala ini sangat senang. Dia lalu mendorong tubuh ku ke kamar mandi. Sekilas.. aku melihat ekornya bergerak naik-turun dan wajahnya yang tersenyum.
Well, bisa dibilang.. pelayanan yang dia berikan sangat lengkap. Tubuh ku digosok hingga bersih hingga ke sela-sela yang paling kecil. Sesekali.. gadis serigala itu mengeluarkan air liur dan memberikan pelayanan tambahan yang sedikit berbahaya.
Kami selesai mandi bersama dengan tubuh yang sangat bersih dan harum.
Kejadian kecil sedikit terjadi di dalam dan aku tidak ingin membahasnya. Biarkan kejadian itu menjadi rahasia pribadi ku.
Aku segera menuju ke ruang makan malam, keluarga ku telah selesai menikmati makan malam dan saat ini sedang menikmati hidangan penutup.
“Oh, baru bangun tidur, Karl?” ucap Ayah ku.
“Selamat malam, Karl.. Hmm? Apa yang baru saja terjadi?” seperti biasa.. insting Ibu ku bergerak cepat jika mencari hal yang mencurigakan.
“Tidak ada, hanya tanggung jawab ku sebagai pemimpin koloni” balas ku.
“Hmm? Pemimpin koloni.. berarti.. Hmm.. keluarga ini akan semakin ramai!” ucapan Ibu ku ini sedikit membuat suasana makan malam menjadi hening.
“Aku sangat iri, Karl! Bagaimana caranya? Bahkan Ayah mu ini hanya punya satu!” ucapan Ayah ku yang terlalu jujur ini membuat sebuah piring menghantam wajahnya.
“Kau bicara apa?” dengan nada yang lembut tanpa ekspresi. Ibu ku sedikit menekan senyum wajahnya ke Ayah ku.
“Aku hanya bercanda, Sayang ku..”
Aku tidak peduli dengan pertengkaran kecil mereka, tetapi..
Mercedes dan Chiyuki menatap ku dengan tatapan yang menusuk.
Sebagian kecil di dalam tubuh ku mengatakan..
Aku dalam bahaya yang sangat besar!
[...]