My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 69 - Langit Sore



Asap hitam menghiasi langit Kerajaan Flora.


Saat orang-orang tengah sibuk memadamkan api yang bersumber dari Kuil. Aku, Chiyuki, dan Ivan menikmati pemandangan ini dengan menyantap camilan kecil.


“Silahkan.. Master Karl” ucap Selena sembari meletakkan secangkir teh.


“Terima kasi, Selena. Ngomong-ngomong.. kenapa kau menduduki suami mu? Dia sedikit berguna kali ini.”


“Oh, benarkah begitu, Sayang?” seharusnya.. seorang istri yang tersenyum kepada suaminya terlihat harmonis. Namun, aku tidak melihat sisi harmonis itu dari kedua pasangan ini.


Senyuman yang dikeluarkan oleh Selena ke Ivan layaknya sang Ratu yang kecewa dengan kinerja bawahannya.


“Kali ini, Ivan membantu kami untuk membersihkan kutu yang terus mengawasi kami. Kerja kerasnya membuat kami pulang tepat waktu.”


Sebelum kami kembali ke wilayah kami, Chiyuki yang penasaran dengan keadaan Kuil pun meminta untuk mengamati keadaan lebih lama lagi. Aku hanya bisa mengabulkan permintaanya dan mencari restoran yang cocok untuk menikmati pemandangan sore.


Langit sore ditambah dengan kepanikan orang-orang yang berusaha memadamkan api.


Pemandangan yang sangat indah, bukan?


Chiyuki menikmati pemandangan ini dengan suasana hati yang tenang.


“Master Karl, ini mungkin terdengar seperti kabar buruk namun.. ini adalah kabar baik ketika fakta terungkap. Informasi yang kami temukan adalah.. pihak kuil melakukan percobaan untuk menghidupkan Saintess mereka yang telah mati. Operasi besar dengan mayat ini ternyata memiliki hubungan yang rumit dengan pihak kuil.”


Aku terkejut saat mendengarnya.


“Sudah berapa lama?”


“Sekitar lima tahun setelah Saintess meninggal karena sakit” jawab Selena.


Lima tahun? Mereka mempersiapkan panggung ini selama lima tahun hanya untuk menghidupkan Saintess yang telah mati?


Jika rencana mereka berhasil.. apa yang terjadi dengan tubuh Saintess?


Apa mereka memiliki metode untuk mengawetkan mayat yang telah mati?


Ini terdengar cukup aneh, pihak kuil yang melarang ajaran sesat seperti itu.. terjun ke dalam kesesatan hanya untuk menghidupkan Saintess yang telah lama mati?


Atau.. kuil yang sekarang hanya di isi oleh orang-orang bodoh.


“Kurasa.. inilah jawaban dari pertanyaan itu” Selena memberiku sebuah foto wanita yang mengenakan pakaian Saintess.


“Oh.. begitu.. Saintess palsu. Tidak heran kenapa mereka bisa menutupinya. Dengan adanya Saintess palsu, mereka masih bisa mengatur pengikutnya seolah-olah Saintess masih hidup” aku menerima foto yang diberikan Selena.


“Dan.. dimana wanita ini?” pertanyaan ku ini sedikit membuat suasana kembali tegang. Sepertinya, mereka tahu apa yang akan ku lakukan kedepannya.


“J-Jangan bilang..” Ivan segera menanggapi pertanyaan ku.


“Kita akan membunuhnya?” jawaban yang Ivan ucap tertutupi oleh pertanyaan Selena.


“Ya, kita akan membunuhnya. Tapi.. kita hanya membunuhnya di depan umum. Jika mata publik melihat kematian Saintess palsu. Pihak kuil tidak bisa menutupi kematian Saintess dan dengan terpaksa melakukan upacara pemakaman.”


“Master Karl, persiapan yang harus dilakukan sangat besar. Saintess tidak mungkin pergi ke ruang publik tanpa pengawalan yang ketat dari pihak kuil.”


“Oh, benarkah?”


“...”


Selena terdiam.


“Ada satu hari besar.. dimana Saintess akan menghadirinya tanpa pengawalan” mendengar jawaban ku. Selena yang mengerti maksud dari ucapan ku pun berdiri.


“Jika seperti itu, sepertinya.. kita harus melakukan persiapan lebih awal.


“Ya, ku serahkan pada mu. Saat ini.. kumpulkan Tim Alpha yang bersedia untuk berpartisipasi dan rencana penyerangan akan menyusul.”


Mendengar percakapan ku dengan Selena, Chiyuki yang menikmati langit sore ini hanya terdiam.


Aku tahu.. kenapa Chiyuki terdiam.


Itu karena.. jauh di dalam otaknya..


Simulasi mengenai kematian Saintess palsu sedang berjalan di otaknya.


[...]