My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 80 - Spy in Action??



“Gadis itu lumayan juga, di saat yang lain panik. Gadis itu dengan cepat memahami situasinya.” Aku sedikit memuji gadis yang tampil di layar monitor dengan nada sarkastik.


“Master Karl, kau sangat perhatian sekali dengan mereka ya?”


“Huh?”


Seperti biasa, Ivan selalu membuka topik yang menyindir tindakan ku.


“Jika kau punya dendam pribadi dengan ku, katakan saja, Ivan. Tidak perlu kau pendam dengan mengomentari setiap tindakan ku” balas ku dengan nada yang sinis.


“Master Karl, jika aku melakukan itu. Kepala ku sudah berada di atas tanah dan badan ku terbuang entah kemana.”


“Hmm.. aku tidak pernah melakukan itu. Siapa yang kau maksud?” aku membalasnya dengan menatap Ivan namun.. tatapan ku dipantulkan oleh Ivan ke arah istrinya.


“Oh?! Jadi itu maksud mu?” lanjut perkataan ku.


“Master Karl, jika kau bercanda saat ini. Itu sebenarnya lucu sih.. tapi tolong perhatikan situasinya!” Ivan sedikit menahan rasa amarahnya dan menghindari tatapan tajam istrinya.


“Well.. kesampingkan masalah kalian, aku ingin tahu bagaimana tanggapan kalian mengenai performa yang dilakukan gadis-gadis itu” aku sengaja mengalihkan bahan pembicaraan untuk menghindari konflik rumah tangga mereka.


“Ekhem! Master Karl, seperti yang ku katakan sebelumnya. Master Karl ternyata sangat perhatian dengan mereka. Menyiapkan safe poin dan peralatan yang cukup lengkap untuk mereka. Jika saja mereka hanya diberi satu buah pisau, simulasi ini akan semakin menarik.”


“Uhuh! Akan ku catat itu dan itu akan berlaku saat anak kalian mendaftar bagian intelijen.”


Mendengar jawaban ku, tatapan Selena ke Ivan semakin tajam.


“Master Karl, tolong jangan lanjutkan bahan candaan ini lagi. Entah kenapa.. rasanya pundak ku semakin berat!” balas Ivan dengan nada panik.


“Dan.. bagaimana dengan tanggapan mu, Selena?” aku melempar pertanyaan ke Selena.


“Eh? Tanggapan ku? Ehm.. bagaimana ya..? jika di lihat dari situasinya. Gadis nomor tujuh terlihat sangat teliti. Bahkan dia mengumpulkan informasi lain sebelum keluar dari safe poin. Melihat persiapannya yang cukup bagus, aku yakin dia gadis yang akan lulus dengan nilai sempurna” jawab Selena secara detail.


Aku memperhatikan gadis nomor tujuh, melihat gerak-gerik dan kewaspadaannya. Dia memang gadis yang cukup menjanjikan.


“Menarik juga.. Dia menggunakan teknik penyamaran sederhana untuk merubah penampilannya sebelum keluar dari safe poin. Benar juga! Identitas rahasia itu penting saat di wilayah musuh.”


Ivan dan Selena saling berbagi pendapat, aku pun mengikuti alur pembicaraan mereka dari sudut pandang ku.


Agen mata-mata identik dengan kemampuan pemahaman situasi dan pola pikir yang berencana. Wilayah kami memiliki dua badan intelijen yang berbeda. Layaknya FBI dan CIA, tugas mereka pun berbeda-beda walaupun di bawah payung unit intelijen.


Melihat reaksi gadis-gadis ini, mereka masih belum masuk ke dalam kategori “Active”. Mereka perlu dilatih untuk sedikit peka dalam keadaan. Sebagian dari mereka melakukan penyamaran untuk menyembunyikan identitas asli mereka dan sisanya tidak mempedulikan penyamaran untuk memancing dengan tubuh mereka.


Memang benar apa yang dikatakan Ivan, aku sedikit berbaik hati kepada mereka. Biasanya, agen mata-mata yang masuk ke tahap simulasi hanya berbekal satu unit pisau serbaguna.


Tapi, khusus untuk mereka.. pengecualian kecil ini pun dilakukan.


Bahkan dari ruang komando taktis, aku bisa mendengar agen senior tertawa melihat agen junior mereka. Menggunakan semua peralatan yang tersedia adalah hinaan terbesar bagi seorang agen mata-mata. Namun, tidak menggunakannya akan menodai kebaikan diri ku.


Inti dari simulasi ini adalah..


Informasi merupakan sumber kekuatan.


Saat kalian meremehkan informasi yang tidak terenkripsi dengan baik. Contohnya seperti data diri pribadi bocor.. dan kalian dengan bodohnya keluar tanpa penyamaran.


Kalian akan tertangkap dan dibawa ke tahanan untuk di interogasi.


“Huh? Tampaknya.. sudah ada tujuh gadis yang gagal” ucap Ivan sembari menahan ketawanya.


“Uh, aku sangat malu untuk melihat kejadian ini. Sepertinya.. kita harus meningkatkan teknik penyamaran kita agar lebih meyakinkan atau teknik bersandiwara agar lebih natural?”


Yep, ucapan Ivan dan Selena memang menusuk hati ku. Ternyata kami masih memiliki gadis-gadis yang polos dan bodoh.


Ku rasa, aku akan menerapkan latihan yang sama seperti gadis-gadis serigala.


Penghinaan ini.. akan ku pastikan berakhir di sini.


Tanpa sengaja, aku tersenyum dan tertawa kecil.


[...]