My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 78 - Simulasi



Mendengar pembicaraan ku mengenai realita yang terjadi di Kerajaan Flora. Gadis yang ada di hadapan ku sedikit ketakutan. Mental mereka perlu dibentuk ulang untuk menghadapi skenario terburuk saat tertangkap.


Jika seperti ini, mengirim mereka untuk aktif bertugas akan sia-sia.


Dengan kemampuan mereka saat ini, mereka akan tertangkap dan menjalani siksaan tanpa henti.


“Well, bagaimana jika kita melakukan simulasi kecil untuk menambah pengalaman kalian?” ucap ku.


Zilvi tiba-tiba berteriak, “Master Karl! Apa aku boleh ikut?!”


“Tidak Zilvi, ini simulasi untuk mereka. Kau yang menjadi pengawas permainan!” perintah ku.


Zilvi sedikit kecewa setelah mendengar perintah ku, ekornya bergantung lemas dan telinga serigalanya bergerak turun.


“Permainan ini sangat sederhana, aku akan menyebar kalian di wilayah musuh.”


“Tugas kalian sangat mudah yaitu mencari informasi yang berguna di wilayah musuh dan melaporkan informasi itu ke markas pusat. Bagaimana? Terdengar mudah, bukan?”


Aku sedikit tersenyum untuk mengurangi ketegangan mereka. Tentu saja, permainan ini bukanlah permainan biasa.


Aku bilang simulasi?


Pada kenyataannya.. mereka akan terjun langsung ke medan perang.


Tujuan dari permainan ini?


Aku hanya ingin mereka memahami dan merasakan.. sebuah realita kelam yang terjadi di depan mata mereka.


“Simulasi akan berjalan di wilayah musuh. Kalian akan ku beri waktu 24 jam untuk bersiap-siap. Tapi..”


“Intelijen macam apa yang membutuhkan waktu untuk bersiap-siap?”


Sebuah asap putih mengisi ruangan ini dengan cepat. Aku sedikit merubah fungsi pemadam api otomatis di ruang kelas ini untuk mengeluarkan gas bius. Gadis-gadis ini perlahan tertidur, dengkuran tipis mereka terdengar di ruang kelas ini.


Walaupun gas bius ini memiliki dosis yang cukup tinggi, tubuh ku sudah terbiasa dengan bau menyengat ini dan kebal dengan efek biusnya.


“Zilvi, persiapkan mereka dan panggil unit Alpha untuk memonitor mereka” mendengar ucapan ku, Zilvi mengambil alat komunikasinya dan menghubungi unit Alpha.


“Master Karl, mereka akan baik-baik saja kan?” Zilvi bertanya kepada ku dengan nada yang sedikit khawatir.


“Tenang saja, Zilvi. Mereka mungkin akan tertangkap tapi.. mereka sangat ahli untuk melarikan diri, bukan?”


“Ah! Jadi itu maksudnya!” mendengar jawaban ku, Zilvi tampak lega.


Gadis-gadis ini bukanlah gadis biasa. Tapi.. pola pemikiran mereka yang masih sederhana sedikit membuat ku muak. Mereka perlu dorongan kecil untuk memahami realita yang terjadi.


Pasukan dari unit Alpha telah tiba.


Sisa-sisa gas bius di ruangan ini memudar, unit Alpha yang menyadari kehadiran ku pun berbaris dan memberi hormat.


“Selamat malam, Master Karl!” sosok gadis serigala lain pun terlihat.


“Selamat malam, untuk kalian semua. Well.. jika kalian tidak sibuk. Malam ini.. tolong bantu Zilvi mengemas barang bawaannya.”


“Eng?!”


Mereka sedikit kebingungan dengan perintah ku. Namun, Zilvi menjelaskan situasinya.


“Ah! Begitu rupanya. Memang benar! Pengalaman sangat diperlukan untuk memahami situasi!”


“Humu! Sudah waktunya mereka melihat realita yang terjadi!”


“Tepat sekali, seperti biasa.. ide dari Master Karl benar-benar brilian!”


“Semuanya! Mari kita jalankan rencana ini!”


“AWUUUUU!!” gadis-gadis serigala itu melolong bersamaan.


Malam hari ini, sebuah operasi besar di lakukan. Kami mengirim gadis-gadis ini ke medan perang.


Aku bukanlah orang kejam yang mengirim mereka tanpa persiapan.


Di kerajaan tetangga, agen mata-mata kami telah menyiapkan lokasi aman untuk mereka.


Sebagai senior mereka, agen mata-mata kami akan mengamati mereka dan bergerak ketika keadaan terdesak.


Aku tidak ingin permainan ini berjalan begitu mudah.


Saat ini, kerajaan tetangga sedikit sibuk menghadapi serangan dari mayat hidup dan duri kecil yang mencoba menembus kerajaan mereka.


Jauh di atas langit, saat kami mengirim gadis-gadis ini. Selebaran kertas mengenai data diri pribadi mereka tersebar di langit.


Selebaran kertas itu berisi..


[Kami adalah mata-mata dari Kerajaan Flora, tangkap kami kalau bisa!]


Permainan yang cukup menantang, bukan?


[...]