My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 24 - Rencana Terus Berjalan..



Menjadi bangsawan di era ini sangat mudah.


Kau hanya perlu lahir di keluarga dengan darah bangsawan yang kuat.


Bagaimana dengan darah yang setengah? Nah, kau hanya bersiap-siap untuk menjadi pion pengorbanan untuk di tumbal kan.


Kenapa aku sangat yakin dengan itu?


Pertanyaan yang bagus, karena saat ini aku sedang membaca daftar anak-anak panti asuhan yang di buang oleh bangsawan-bangsawan biadap. Mereka tidak bisa menahan hasrat mereka, menolak tanggungjawab mereka dengan dalih bangsawan harus murni, dan tindakan bejad lain yang sulit dimengerti hati nurani.


“Damn.. kerajaan ini penuh dengan orang-orang sampah. Untung saja kita sudah melakukan pembersihan di tempat tinggal kita.”


“Um.. Onii-sama? Apa yang sedang kau lakukan?” ucapan ku ternyata memancing rasa penasaran Chiyuki.


“Oh, ini...” aku memberikan daftar anak-anak terlantar itu pada Chiyuki.


“Uh~ kasihan sekali. Kenapa mereka dengan mudah membuang anak mereka?”


“Yah, ego mereka lebih besar untuk berbuat dosa daripada menanggungnya.”


“Jadi, apa rencana selanjutnya untuk ini? Onii-sama?”


“Em, seperti biasa.. kita akan menjual mayat-mayat itu dan menggunakan uangnya untuk membangun ulang tempat tinggal kita. Jika masih ada sisa yang cukup banyak, kita bisa menggunakannya untuk mengadopsi anak-anak ini. Yah, aku sudah menandai beberapa anak-anak yang menarik perhatian ku.”


“Rencana untuk jangka panjang?” tanya Chiyuki.


“Yep, beberapa anak-anak ini memilik bakat yang bisa diasah. Layaknya anjing yang akan terus setia jika di didik dari kecil.”


“Em.. Onii-sama.. sepertinya mereka bukan anjing. Lebih tepatnya gadis-gadis serigala yang ditemukan oleh pedagang budak setelah desa mereka hancur oleh serangan naga.”


“Lagi-lagi naga? Kaum naga memang suka membuat masalah kah?”


“Ekhem! Tidak semua kaum naga memiliki otak pendek seperti itu, Karl-sama” balas Myria yang berdiri di belakang Chiyuki.


“Eh? Myria? Apa kau tersindir?” canda ku.


“Dengan segala hormat, Karl-sama. Mereka bodoh tapi kekuatan mereka tidak bisa diremehkan.”


“Eh? Tapi mereka mati semua kemarin?”


“Ah.. eh..” Myria tidak bisa berkata apa-apa lagi.


“Oh! Onii-sama! Kenapa kemarin tidak mengajak ku! Kenapa harus Ayah yang di ajak!”


“Benar, Master! Kenapa harus Duke yang di ajak!”


“Aku juga mau membantai naga!!!”


“Aku juga mau membasmi naga!!!”


Entah darimana semangat Chiyuki dan Mercedes berasal namun aku bisa merasakan rasa iri hati mereka terhadap Ayah ku.


“Em, kenapa kalian begitu semangat sih?”


“Itu.. karena Onii-sama membuat senjata baru kan?”


Lah?


Sekarang jadi kesalahan ku?


Kok bisa?


“Maaf saja, keadaan mendesak saat itu dan bukankah kalian sudah bersenang-senang membantai naga-naga itu?”


“Eh? Tapi gak seru..”


“Kurang memuaskan, Master! Keroco-keroco seperti itu sangat mudah dan bossnya kabur-kaburan.”


Yep...


Sekarang mereka menyalahkan naga-naga itu.


Susah juga memahami jalan pikiran gadis-gadis ini.


“Oh, iya, hampir saja kelupaan. Apa Onii-sama sudah meninjau laporan merchant yang datang untuk membeli mayat naga-naga itu?”


“Ah, untuk urusan itu sedang dikerjakan oleh Ayah, memangnya kenapa?”


“Aku mendengar tentang salah satu merchant yang mampu meniru salah satu barang. Apakah kita perlu menyembunyikan barang-barang itu?”


“Maksud mu barang yang itu?”


“Iya, yang itu!”


Ini sedikit membuatku tidak nyaman. Memiliki kemampuan meniru suatu barang untuk seorang merchant adalah anugerah tersendiri. Mereka tidak perlu repot-repot membuat barang jika memiliki kemampuan peniru dan kebanyakan dari mereka adalah penipu handal yang ulung.


Mereka bilang barang itu tidak berguna namun di belakang layar mereka membuatnya dalam jumlah besar.


“Karl!!!”


Tiba-tiba saja, aku mendengar kakek ku memanggil ku.


Dia memasuki ruang keluarga tepat dimana aku sedang bersantai.


“Darimana kau mendapatkan senjata ini!”


Tepat ditangannya terdapat panzerfaust 3.


“Aku membuatnya.” Balas ku singkat.


“Jual senjata-senjata ini pada ku semuanya!”


Tanpa kami sadari, keuangan kami terus bertambah tanpa henti.


Hari ini, seluruh pasokan panzerfaust 3 yang tersisa telah jatuh ke dalam genggaman tangan Kakek kami.


Setelah kejadian ini, aku berencana membangun ulang tempat tinggal kami. Sebuah benteng modern ditengah kawasan rawan ini.


[...]