
Kenapa tiba-tiba aku merasakan penyesalan ketika berusaha menolong orang-orang ini?
Sebuah ungkapan tentang “Kau akan mengerti arti hidup saat sekarat” itu benar adanya.
Percayalah, aku pernah merasakannya. Tapi itu dulu...
Sekarang, kematian adalah teman baik ku. Terima kasih untuk Chiyuki, kini kita berteman baik dan cukup akrab. Yah, aku juga berhenti menghitung kapan aku sekarat dalam tidur ku.
Sekarang lihat ini, Ibukota Kerajaan Flora sedang di serang oleh sesuatu yang unik. Itu adalah Familiar berbentuk Golem Batu yang terbakar. Di lihat dari bentuknya, ini adalah familiar yang di panggil oleh penyihir tingkat atas.
Tapi, bagi penyihir lain. Itu hanyalah mainan anak-anak untuk penyihir pemula.
“Ugh! Jelek sekali! Bahkan sihir Familiar ku tidak sejelek ini!” komentar Mercedes ini pun mengundang rasa penasaran dari orang-orang yang mengawal kami.
Wajah polos mereka terlihat kebingungan dengan kata-kata itu.
“Master Karl, apa boleh aku ikut campur dalam urusan ini?” tanya Mercedes.
Sebagai catatan kecil, aku pernah melihat pertarungan penyihir sebelumnya. Berbeda dengan ksatria yang bergantung pada teknik berpedang mereka, pertarungan penyihir melibatkan kejadian yang tidak masuk akal.
Contohnya seperti tembok batu raksasa yang bangkit entah darimana dan membentuk bangunan kastil, itu belum seberapa dibandingkan dengan sekawanan tengkorak yang menyerang kamp militer.
Jika kalian melawan penyihir, cara efektifnya adalah menemukan penyihirnya dan membunuhnya. Tapi, karena rata-rata penyihir itu pengecut. Mencarinya agak sedikit susah.
Tapi! Bukan berarti mereka tidak bisa ditemukan. Jika lawan mereka adalah penyihir di tingkatan yang sama atau lebih tinggi, mereka bisa saling menemukan satu sama lain. Membawa Mercedes ke pihak ku adalah keputusan yang tepat.
“Silahkan..” ucap ku sembari menatap Mercedes.
Seperti anak kecil yang di izinkan membeli mainan, Mercedes lalu memangil Familiarnya yang berupa burung es raksasa. Dia datang sembari membawa hawa dingin di setiap kebasan sayapnya.
Melawan api dengan air memang logika mendasar, tapi...
Perubahan suhu yang tiba-tiba ini menyakitkan!
Apa Mercedes tidak tahu tentang hukum fisika sederhana ini?
Aku bisa melihat dari kejauhan, beberapa benda yang mulai hancur karena perbedaan suhu yang terjadi tiba-tiba.
Ibukota Kerajaan Flora perlahan mengalami badai salju yang terjadi tiba-tiba. Setidaknya, kini aku mengerti seberapa mengerikannya Mercedes ini.
“Emm.. Mercedes..” aku sedikit memastikan tentang apa yang akan Mercedes lakukan.
“Um, ada apa Master Karl?” balas Mercedes.
“Aku hanya ingin tahu, apa yang akan kau lakukan?”
“Tentu saja melawan kutu-kutu menjijikan ini! Master Karl, apa kau tahu? Ini adalah penghinaan Familiar tingkat tinggi! Familiar itu harus imut! Bukan makhluk menjijikan ini!”
“O-Oooh.. Y-Ya.. semangat berburu Mercedes.”
“Un!” Mercedes menganggukkan kepalanya.
Sejujurnya, ini adalah keputusan yang salah. Membiarkan Mercedes menunjukkan kekuatannya adalah kesalahan besar.
Itu di buktikan dengan Familiar burung es raksasanya yang menghantam Familiar golem dengan pilar es yang tebal. Masalahnya adalah.. di sekitar mereka terdapat sekumpulan orang-orang yang mengenakan jubah aneh.
Jubah itu tampak seperti lambang kerajaan tetangga. Entah kenapa, aku mulai merasa khawatir dengan kejadian ini.
“Mercedes, hanya ingin memastikan.. mereka tidak mati kan?” tanya ku.
“Tergantung sih, kalau tubuh mereka kuat. Kondisi seperti ini hanya membuat mereka tidur membeku. Tapi jika lemah, yah... anggap saja tidak sengaja mati, hehe..”
Wow! Jawaban apa ini? tidak sengaja mati dan sengaja mati adalah dua kondisi yang berbeda untuk mati?
Aku bisa melihat sebuah bola melayang ke arah ku. Saat aku menangkapnya, aku bisa merasakan dinginnya es ini.
“Onii-sama, ternyata es bisa menjadi seperti ini.”
Aku kembali menatap Chiyuki dan menyaksikan dirinya bermain-main dengan tubuh penyihir yang membeku. Itu tampak normal sih, hanya saja...
*Kreeeek
Suara renyah tangan yang patah itu sangat nyaring.
“Onii-sama!!!” aku bisa melihat ekspresi Chiyuki yang sangat senang penemuan terbarunya ini.
Dia masih gadis kecil yang penuh dengan rasa penasaran.
Tapi.. mematahkan tangan yang membeku itu agak sedikit gimana gitu.
Kini, aku tersadar mengenai bola ini. Di balik dinginnya bola ini, aku melihat ekspresi wajah yang ketakutan berwarna kebiruan.
“Oh, ini kepala?” ucap ku.
Aku tidak sengaja menjatuhkannya dan kepala yang membeku itu pun terpecah.
“Upsss.. Maaf” aku tidak sengaja mengucapkan ini.
Namun, saat aku menatap kembali Chiyuki. Ia menatap penyihir yang membeku itu dan memukulnya.
Oh!
Tanpa di sengaja, aku memberi Chiyuki inspirasi tentang memecahkan tubuh yang membeku.
Well, dari kejauhan aku bisa melihat Chiyuki yang dengan senang hati memecahkan tubuh yang terbeku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Mercedes yang menatap mereka hanya terdiam.
“Mereka pelakunya?” tanya ku.
Mercedes hanya mengangguk.
“Ingin membunuhnya?”
Mercedes kembali mengangguk.
“Silahkan saja..”
“Eh, apa tidak apa-apa, Master Karl?”
“Well, aku bisa merasakan kau memiliki dendam dengan mereka. Selama ada kesempatan, kenapa tidak di manfaatkan?”
“Terimakasih, Master Karl.”
Well, setidaknya... kali ini bukan hanya Chiyuki saja yang sibuk menghancurkan tubuh-tubuh ini.
Aku sedikit lega jika bukan hanya Chiyuki saja yang bersenang-senang.
Tanpa sadar, aku menatap orang-orang yang mengawal kami. Aku bisa merasakan ekspresi ketakutan mereka saat melihat dua sosok yang menghancurkan tubuh membeku.
“Tenang saja, kita hanya mengalahkan musuh yang sedang memanfaatkan situasi ini” ucap ku untuk menenangkan mereka.
[...]