My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 65 - Donasi Kuil



Aku dan Chiyuki tiba di halaman kuil sembari menyusun makanan kaleng untuk dibagikan ke penduduk Kerajaan Flora.


Sepanjang perjalanan, aku harus menahan rasa takut ku ketika Chiyuki tersenyum pada tumpukan mayat. Senyuman itu terlihat manis.. tapi aku bisa merasakan jika Chiyuki memiliki ide lain di kepalanya.


Setelah selesai, kami pun memutuskan untuk beristirahat dan makan siang bersama. Di tengah-tengah makan siang kami, Chiyuki pun bertanya sesuatu kepada ku.


“Onii-sama, andaikan saja ada mayat bangsawan ditemukan di sekitar tumpukan mayat. Apakah itu terlihat mencurigakan?”


Aku hampir saja tersedak setelah mendengar pertanyaan ini.


Orang macam apa yang membahas ini ketika jam makan siang?


“Chiyuki, dimana etika mu ketika sedang makan?”


Jawaban dari pertanyaan ku cukup sederhana namun sangat efektif untuk mengembalikan nafsu makan ku.


“M-Maaf, Onii-sama.”


Chiyuki menghentikan gerakan makannya. Dia sedikti tertunduk ketika di tegur.


Uhm, ini pertama kalinya Chiyuki seperti ini.


“Chiyuki, di situasi yang sedang terjadi saat ini. Mereka akan terlalu waspada dengan keadaan sekitar. Apa kau lupa jika sebelumnya telah menculik sebagian dari mereka?”


“A-Aaaaah.. begitu rupannya” sepertinya Chiyuki sadar akan kesalahan kecilnya.


“Lagi pula, bagaimana cara mu menculiknya? Tidak mungkin mereka akan menyerahkan diri mereka sendiri kan? Dan juga.. tempat mereka seharusnya memiliki penjaga yang cukup merepotkan jika terjadi sesuatu” tanya ku untuk memastikan kondisi kejiwaan adik manis ku.


“Em, seperti biasa.. kurasa?” nada bicara Chiyuki terdengar tidak pasti.


“Maksudnya?”


“Kita memasuki pintu depan kediaman mereka, melumpuhkan beberapa penjaga, dan menyeret paksa mereka saat tertidur.”


Jawaban yang ku dengar sangat menakutkan. Terutama di bagian “Kita”, yang artinya.. Chiyuki tidak beraksi sendirian.


“Eh, bukankah Mercedes bersama mu? Kenapa harus melumpuhkan penjaga?” dengan kemampuan Mercedes yang mampu mengubah ingatan seseorang, akan sangat aneh jika Chiyuki melumpuhkan penjaga.


Oh, dalam kamus Chiyuki.. melumpuhkan penjaga berarti.. Well.. aku tidak ingin menambah daftar mimpi buruk ku. Tapi, ku harap mereka masih bisa disembuhkan.


“Oh, Mercedes hanya berjaga-jaga di luar untuk mengurangi saksi mata.”


Permainan apa lagi ini?


Kenapa kalian sangat senang bermain seperti ini?


“Aku sangat terkejut saat kalian pulang membawa babi-babi itu, terutama membawa Ivan yang menghilang entah kemana.”


“Ivan? Ah! Aku membawanya ketika tidak sengaja melihatnya bermain-main menjadi pastor. Daripada melihat tingkah lakunya yang menjijikan itu, lebih baik aku membawanya pulang.”


“Ugh!” mendengar Ivan yang bekerja keras dengan menyamar membuat ku mual.


Sebagian donasi ini.. hanya ada satu tujuan khusus di dalamnya.


Aku akan menilai, apakah pihak kuil bisa di ajak kerjasama atau tidak.


Berdasarkan laporan Ivan, pihak kuil terbagi menjadi 2 bagian.


Sebagian besar mendukung pihak bangsawan karena uang donasi mereka yang stabil, sedangkan sisanya memiliki idealisme tersendiri yang cukup memprihatinkan.


Sejauh apa pun kalian ingin membuat manusia sama rata, itu tidak akan pernah terjadi.


Sejauh apa pun kalian ingin menghapus kemiskinan, itu sangat mustahil.


Sejauh apa pun kalian ingin menghilangkan kelaparan, itu sangat konyol dan mustahil.


Sejauh apa pun kalian ingin menindak tegas kekerasan, harapan kalian sangat kekanak-kanakan.


Sejauh apa pun kalian ingin membuat manusia bebas penyakit, mati adalah jawaban yang bagus untuk mu.


Sejauh apa pun kalian ingin membuat manusia menghindari nafsu dunia, kalian bisa mencoba membuat dunia itu sendiri dan mengasingkan diri tanpa melibatkan manusia lain.


Idealisme seperti itulah yang membuat ku tertawa. Dunia macam apa itu? terdengar ideal dan mudah untuk dijalani.


Setidaknya.. buatlah aturan idealisme yang cukup masuk akal.


Itu hanyalah fantasi yang sangat jauh dari kenyataan.


Aku tidak tahu lagi, apakah mereka pantas untuk bekerjasama dengan wilayah kita.


“Onii-sama...” Chiyuki memanggil ku.


Mendengar Chiyuki memanggil ku, aku lalu menatapnya.


Chiyuki hanya menatap wajah ku, hingga kusadari ada seseorang di belakang ku.


“Apakah anda adalah Karl de Flora?” mendengar pertanyaan yang ditujukan kepada ku. Aku berbalik untuk melihat sumber suara itu.


Seorang gadis yang mengenakan seragam kuil berdiri di depan ku.


“Ya, aku Karl de Flora. Ada perlu apa dengan ku?” balas ku.


Gadis itu tiba-tiba bersujud di depan ku.


“Tolong selamatkan kami!” ucap gadis itu.


Lah?


Kekonyolan apa lagi ini?


[...]