
Saat kami sampai di depan rumah, Sebastian telah berdiri menunggu ku.
Selena, Chiyuki, dan Ivan pergi meninggalkan ku.
“Kali ini, apa yang terjadi?” tanya ku.
Sebastian hanya memberi ku sebuah ponsel yang berisi berita tentang terbakarnya Kuil Kerajaan Flora dan respon kerajaan lain. Untuk itulah aku berdiri hingga menghabiskan beberapa waktu berharga ku untuk mencerna informasi ini.
“Mercedes selalu bergerak cepat untuk mengamati kondisi” puji ku untuk Mercedes.
“Anak itu memang bergerak lebih cepat dari yang lain, ngomong-ngomong.. Master Karl” sepertinya Sebastian ingin mengatakan sesuatu.
“Katakan saja, Sebastian. Pasti tidak enak ketika memendam pertanyaan yang muncul di kepala mu.”
“Apakah kita akan berperang melawan pihak kuil?” tanya Sebastian.
“Aku harap tidak. Mengurus seseorang yang terlalu fanatik dan religius? Aku tidak pernah memikirkan ini sebelumnya. Tapi, jika mereka bergerak. Kau tahu apa yang terjadi kan?” jawaban ku ini menimbulkan pertanyaan baru untuk ku.
Apa yang harus ku lakukan?
Ini berbeda dengan kehidupan ku sebelumnya.
Berperang melawan suatu kepercayaan yang memiliki banyak pengikut. Itu akan sangat merepotkan!
Tapi..
Tidak terpikirkan oleh ku, jika situasi menjadi kacau seperti ini.
Pihak kuil bahkan menutupi kematian Saintess dan mencoba menghidupkannya. Jika perkiraan ku benar, mereka telah menyerah untuk tetap di jalan yang lurus dan terjun dalam jurang kesesatan.
Jadi..
Apakah menyatakan perang kepada pihak kuil adalah pilihan terbaik?
Untuk saat ini, mari kita amati situasi terlebih dahulu.
“Pertanyaan mu sangat bagus, Sebastian. Tidak biasanya kau penasaran dengan sesuatu seperti ini. Ngomong-ngomong.. dimana Mercedes?”
“Mercedes-sama? Kurasa dia ada di dalam kamar Master Karl.”
“Ah, jika bisa.. tolong bawa dua cangkir teh hangat untuk kami. Sepertinya.. kesibukkan ku terus bertambah.”
“Dengan senang hati, Master Karl.”
Sebastian pergi meninggalkan ku. Aku lalu berjalan menuju kamar ku dan mendapati Mercedes tertidur di atas kasur. Disampingnya terdapat Chiyuki yang ikut tertidur pulas.
Pemandangan antara gadis Elf dan adik yang manis membuat hati ku berdegup kencang. Pakaian mereka yang tipis membuat suasana mereka terlalu berbahaya untuk dilihat. Sesuatu di dalam pikiran dan tindakan ku bertempur satu sama lain.
Cepat atau lambat, aku mungkin akan hilang kesadaran dan menyerang mereka.
Kurasa.. aku butuh kamar pribadi untuk memperbaiki perasaan ini.
Masa muda memang di penuhi hormon yang tidak menentu. Aku harus bisa mengontrolnya.
“Master Karl?” di belakang ku, Sebastian berdiri sembari membawa troli yang berisi makanan kecil dan cangkir teh.
“Em?” Sebastian sedikit kebingungan.
“Well, bisa di bilang Mercedes dan Chiyuki sedang tidur dalam kondisi yang membahayakan.”
Sebastian yang memahami arti dari perkataan ku pun terdiam.
“Kalau begitu, apakah Master Karl butuh ruangan baru?” tanya Sebastian.
“Wow, kau memahami maksud ku rupanya” aku sedikit kagum dengan pemahaman Sebastian.
“Master Karl, ini mungkin terdengar cukup menyeramkan tapi.. gadis-gadis serigala mulai membentuk jadwal khusus untuk menjadi pelayan pribadi Master Karl.”
“Huh?” ini pertama kali aku mendengarnya.
Pelayan pribadi?
Gadis-gadis serigala itu?
Memangnya.. apa yang akan mereka lakukan?
“Dan.. keputusan itu telah disetujui oleh Victoria-sama.”
Huh?
Mama menyetujuinya?
Apa ini? tiba-tiba perasaan ku menjadi tidak enak.
“Sepertinya.. Victoria-sama ingin memiliki cucu.”
“HAAAAH?!” aku sangat terkejut dengan perkataan terakhir Sebastian.
“Sebastian.. jangan bilang..” aku mulai gemetar untuk melanjutkan kata-kata ku.
“Yah.. um.. bagaimana untuk mengatakannya.. gadis-gadis serigala itu sedang memasuki masa muda mereka untuk memperbanyak keturunan. Mereka tidak ingin melakukannya dengan sembarang orang. Terlebih.. Master Karl adalah tipe pria ideal sebagai pemimpin kelompok mereka” lanjut Sebastian.
“Um.. Sebastian..”
“Yah.. untuk menjaga pola hidup Master Karl yang sehat. Kurasa.. ini pilihan yang terbaik. Tenang saja, Master Karl. Akan ku pastikan kamar itu kedap suara.”
Perkataan terakhir Sebastian membuat ku terkejut akan realita baru ini.
Aku belum sempat mengalami kejadian seperti ini.
Aku sangat senang!
Tidak sia-sia aku hidup selama ini!
Tapi, untuk suatu alasan. Bulu halus ku tiba-tiba berdiri tegak.
Ini bukan pertanda buruk kan?
[...]