My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 87 - SPY WAR (Bagian 5)



Bekerja sebagai pelayan bangsawan memiliki banyak keuntungan, salah satunya adalah informasi tentang jaringan bangsawan. Setiap kerajaan setidaknya memiliki dua kubu yang saling bersaing, terlebih.. untuk kepentingan keluarga kerajaan selanjutnya. Kerajaan Abzien mempunyai dua Pangeran, sebelum Master Karl menghapus mereka berdua dalam pertempuran sepihak.


Oh, aku perlu mengkoreksinya, itu bukanlah pertempuran sepihak. Kerajaan Abzien memaksa Master Karl untuk mengambil bagian kecil dalam skenario penaklukan, namun.. kenyataan berkata lain.


Bisa di bilang, Master Karl dan Ibu tercintanya.. mereka terbang dan membuang ratusan peluru hanya untuk bersenang-senang di medan perang.


Uh.. aku tidak mengatakan jika pembantaian sepihak adalah kesenangan.. ah.. maksud ku pembantaian dua kerajaan oleh salah satu pihak.


Siapa yang salah?


Aku akan menjawab kedua kerajaan bodoh itu. Melihat kepribadian Master Karl berdasarkan tindakannya dalam mengelola wilayah kecilnya, Master Karl adalah tipe orang yang santai namun menakutkan.


Aku masih ingat kejadian itu..


Sebuah kejadian yang mengubah sudut pandang ku berubah drastis dan ketakutan terbesar yang ingin dihindari oleh Master Karl.


Sepertinya yang dikatakan Master Karl, informasi sensitif harus menggunakan enkripsi saat di kirim dan itu terbukti dengan informasi yang ku dapat.


Tenyata.. tujuh kerajaan telah mengawasi wilayah kami. Informasi mengenai jumlah penduduk, militer, dan tata letak kota telah diketahui.


Apakah ada pengkhianat di antara kita?


Aku ingin mengirim informasi ini ke White Flower tapi keadaan darurat memanggil ku.


Sebuah pesan singkat yang berasal dari Hiden Siren.


[Little Bear, SOS, 1400, EXPOSE]


Menyadari Hiden Siren yang dalam bahaya, aku mengirim pesan bantuan ke White Flower. Kemungkinan terburuk yang di alami oleh Hiden Siren adalah penyamarannya yang terbongkar.


Aku segera menyelinap untuk meninggalkan penyamaran ku tetapi.. bangsawan yang memperkerjakan ku memanggil ku dengan loncengnya.


Aku segera menemuinya, seseorang yang ku layani adalah gadis bangsawan kecil. Secara kebetulan, kedua orang tuanya mencari seorang pelayan yang memahami obat-obatan. Itu karena anak mereka mengalami sakit keras karena trauma dengan serangan mayat hidup.


Saat aku memasuki kamar gadis yang memperkerjakan ku, sebuah bau minuman alkohol masuk ke hidung ku. Seseorang berdiri di belakang ku.


“Fiuh! Mencari kalian sangat susah ternyata. Tidak heran kami kalah..”


Saat itu juga, aku teringat dengan pesan bantuan yang dikirim Hiden Siren. Penyamaran kami telah terbongkar dan saat aku ingin mengintip wajahnya. Sebuah tamparan keras menghantam wajah ku. Aku terjatuh dan mengalami luka ringan. Aku masih bisa melawan balik tapi.. tubuh ku menolak.


Perlahan.. kesadaran ku memudar..


Saat aku sadar, pergelangan tangan ku terasa sangat perih. Aku sedikit mengerakkan jari-jari ku dan suara rantai besi terdengar.


“Are? Sudah sadar?”


Suara ini! Aku pernah mendengarnya!


“Hiden Siren!” aku sedikit berteriak dan mencari sumber suara.


“Little Bear, kenapa kau bisa ketahuan?” tanya Hiden Siren.


Aku menyadari sesuatu.. tepat di sebelah ku. Hiden Siren tergantung lemas dengan pakaian yang berantakan. Sepertinya.. dia menahan dirinya untuk tetap kuat, aku bisa melihat luka dan memar di tubuh mulusnya.


“Ah, sial..” aku bergumam kecil.


Pertanyaan Hiden Siren merujuk pada seseorang yang membongkar identitas kami dan cara kerja kami.


“Uhm, aku tidak ingin ini menjadi masalah pribadi sebagai teman sekelas tapi..” Hiden Siren menghentikan kata-katanya.


Aku menyadari tindakannya itu, di depan kami.. teman sekelas yang mengeluarkan pertanyaan bodoh ke Master Karl ada di depan.


“O-Oh.. haruskah aku terkejut? Atau marah?” tanya ku.


“Secara teori.. kau bisa marah tapi.. secara realistis.. itu akan sia-sia” balas Hiden Siren.


“Kenapa?”


“Little Bear, dia.. uhm.. telah mati setelah satu hari menjadi mainan. Berkat itu.. informasi kita bocor keluar.”


“O-Oh..” aku menjawabnya secara singkat.


“Kau benar-benar menikmati ini ya? Aku tidak merasakan kepanikan dari wajah mu.”


“Kenapa aku harus panik? Bukankah ini hal wajar yang ketika mata-mata tertangkap?”


Ya, ini adalah kejadian yang pasti akan terjadi.


Sebuah skenario ketika mata-mata tertangkap, entah kenapa.. adrenalin ku terpacu.


“Em, sudah waktunya kita mencoba kabur kan?” tanya ku.


“Iya sih, tapi bagaimana caranya?”


Tepat setelah Hiden Siren mengatakan itu, aku membuka paksa rantai besi yang mengikat tangan ku.


“W-Woow.. apa itu? Superhuman Strenght?”


“Little Bear bukanlah nickname belaka, Hiden Siren” mendengar balasan ku ini. Hiden Siren tersenyum.


“Oke! Mari kita kabur! Tapi.. bagaimana dengan mayat dia?”


Aku sedikit melirik mayat mantan teman sekelas kami, Yah.. mantan teman sekelas.


“Kurasa.. prajurit Kerajaan Abzien masih bisa menggunakannya.”


“Ugu, kau kejam juga Little Bear.”


Tanpa perencanaan yang jelas, kami berusaha kabur dari markas musuh.


Tapi, insting liar ku mengatakan.. ada sesuatu yang aneh disini.


Jadi, kami memutuskan untuk menyelidiki tempat ini.


Kebetulan, aku membawa kamera.


[...]