My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 93 - Fakta Kecil



Kami sedikit berjalan-jalan kecil menyusuri Kuil Kerajaan Abzien, berdasarkan data yang dikirim oleh White Flower. Kuil Kerajaan Abzien memiliki satu ruangan khusus yang terkunci dan Saintess ada di dalamnya. White Flower bahkan memberi bukti foto untuk memperkuat informasi yang di dapatnya.


“Ruangan ini ternyata” tepat di depan ku terdapat pintu kayu sederhana.


Mercedes yang melihat pintu ini pun berdiri di depan ku. Ia memegang pintu kayu itu dan mengendus gagang pintunya.


“Begitu rupanya, Master Karl. Gagang pintu ini telah dilapisi racun khas bangsa Elf. Karena racun ini memiliki aroma khas yang berbau harum, kami sering menggunakannya untuk menjebak monster liar yang tergoda oleh bau harum.”


“Apa ada penawar racunnya?” tanya ku.


“Sejauh ini hanya kakak ku yang pernah selamat dari racun ini. Dia meminum racun ini dan menciptakan penawarnya saat tubuhnya keracunan.”


“Mercedes.. kakak mu ini terlalu gila untuk hidup di dunia ini.”


“Dia memang seperti itu, Master Karl.”


“Kalau begitu, ada kemungkinan racun yang sama ada di dalam. Untuk pencegahan seharusnya kita memakai masker tapi kita terlalu terburu-buru dan tidak membawanya.”


“Tenang saja, Master Karl. Racun Elf memang mematikan namun racun itu hanya bereaksi ketika memasuki tubuh melalui luka fisik. Kakak ku menempatkan racun di gagang pintu ini untuk memastikan serangga tidak mendekati ruangan ini. Terkadang kami menggunakan racun ini sebagai penghalang serangga. Melihat kakak ku yang menempatkan di sela-sela pintu, dia tidak ingin ada serangga yang memasuki ruangan ini.”


“Jujur saja, aku masih tidak yakin dengan racun yang digunakan sebagai penghalang serangga. Apalagi itu berasal dari bangsa Elf yang tidak ku pahami. Aku serahkan masalah ini kepada mu, Mercedes.”


“Siap, Master Karl! Kalau begitu.. mohon bantuannya Chiyuki-sama..” mendengar namanya di panggil. Chiyuki mengayunkan pedangnya pada gagang pintu dan menghancurkan mekanisme penguncian nya.


Kenapa ini? rasanya pintu kayu itu sangat rapuh di hadapan pedang Chiyuki.


Pedang macam apa yang telah kami buat sih!


Siapa pun yang membuat pedang itu, aku hanya berharap untuk tidak menghadapi pedang buatan mu.


*Bruaaak!


Pintu ruangan pun terbuka secara paksa. Pemandangan di dalamnya membuat kami terkejut. Sosok tubuh Saintess yang terbaring di atas kasur hanya menyisakan daging busuk dan tulang yang terlihat menahan sisa-sisa kulit tubuhnya.


Bau busuk yang menyengat menghampiri kami, aku secara refleks berjalan mundur.


“Kalian harus berhati-hati! Dengan bau busuk ini, kita tidak tahu jika ada racun yang tercampur di dalamnya.”


Ya, berhati-hati itu perlu karena musuh kami adalah Elf jenius yang menciptakan mayat hidup di tujuh kerajaan.


“Ugh! Kakak! Apa sih yang kau lakukan!” gerutu Mercedes. Sepertinya dia sangat marah dengan kelakuan kakaknya.


Mercedes memeriksa isi ruangan, ia menemukan catatan kecil dengan bahasa Elf di dalamnya.


“Kau benar-benar gila, Kakak!” Mercedes meremas catatan kecil yang ia temukan.


“Master Karl, Kakak ku melakukan semua ini dengan satu alasan khusus. Dia dibayar seseorang untuk menciptakan keributan ini dan menggunakan mayat-mayat yang pernah Master Karl bunuh untuk menyerang wilayah kita.”


“Biar ku tebak, Kerajaan Flora?” balas ku.


Mercedes hanya terdiam dan mengangguk.


“Well.. aku sudah memikirkan ini sebelumnya. Tidak mungkin mereka akan diam saja saat wilayah mereka kalah telak. Kondisi Kerajaan Flora telah membaik dan tiba-tiba terjadi musibah serangan mayat hidup, itu sedikit ironi karena pedang yang mereka persiapkan telah menyerang balik mereka. Sepertinya.. membiarkan mereka hidup adalah kesalahan besar.”


Jauh di dalam hati ku, aku merasakan amarah yang luar biasa.


Aku ingin menghapus Kerajaan Flora tapi bagaimana dengan orang-orang yang tidak bersalah?


Sudah ku putuskan..


Untuk pertama kalinya, dunia ini akan merasakan serangan nuklir dan tercatat ke dalam sejarah umum.


“Mercedes.. Chiyuki.. kita kembali saat ini juga!” aku membulatkan tekad ku.


“Oh, bawa Saintess juga dan letakkan di altar utama!” mendengar perintah ku. Chiyuki dan Mercedes bergegas menyeret tubuh Saintess. Itu mungkin terlihat tidak sopan tapi apa yang akan ku lakukan selanjutnya akan melanggar batasan norma kesopanan.


Menghancurkan satu kerajaan dengan bom nuklir?


Sepertinya.. mau tidak mau.. aku harus meninggalkan sisi kemanusiaan ku.


Duri lama harus di hancurkan tanpa menciptakan duri baru.


Pada akhirnya, Kerajaan Flora yang meminta kehancurannya.


Kami bersiap-siap pergi meninggalkan Kuil ini dan menempatkan jasad Saintess di tengah altar kuil. Orang-orang yang menyaksikan kami pun bertanya-tanya.


Sebelum kami pergi. Aku sedikit mengucapkan kalimat sebagai pengingat untuk mereka, “Apa kalian tahu? Naga yang tertidur akan mengamuk saat ekornya tertusuk duri.”


Anggap saja ini sebagai peringatan terakhir dari kami.


[...]