
“Ini adalah unit kendaraan bernama Remi-class. Sebuah kendaraan yang dirancang untuk menampung enam awak di dalamnya dan dipersenjatai dengan tactical-field. Senjata yang dirancang khusus untuk ditempat di segala kondisi medan pertempuran. Tapi.. sampai saat ini, kegunaan senjata-senjata ini masih belum mencapat tahap optimal. Tugas kalian kali ini adalah menggunakan kendaraan ini dan senjata di dalamnya untuk menguji performa unit Remi-class. Apa kalian mengerti?”
Tugas kali ini membawa mereka untuk mempelajari unit Remi-class. Untuk hari ke-2 ini rasanya sedikit terburu-buru untuk memperkenalkan mereka pada unit Remi-class. Seorang bocah yang diberikan senjata bernilai 10.000 koin emas dan amunisi yang menghabiskan 20 koin emas di setiap butirnya. Tidak murah memang, tapi jika kita membicarakan kemampuan Duke Flora. Jumlah seperti itu hanya kotoran jari kuku kita dan itu sebanding dengan penghematan yang akan kami lakukan.
“Target kali ini adalah.. ini!” di depan ku terdapat peta yang cukup luas dan di isi dengan sejumlah lingkaran berwarna merah yang akan menjadi zona operasi mereka.
Tidak ada yang spesial di dalam lingkaran itu. Hanya saja, sebuah permainan kecil berburu bandit yang cocok untuk anak-anak yang menggunakan senjata tentunya. Mereka akan aman tapi untuk bandit-bandit itu... bisa dikatakan mereka sedang mengalami nasib buruk.
Ini bukan salah ku dong, aku hanya melaksanakan kewajiban ku untuk menjaga wilayah Duke Flora dalam suasana yang damai dan aman. Dan.. pembersihan ini dilakukan untuk menguji anak-anak ini.
Dua pedang yang aktif bersamaan untuk memberantas masalah yang sama. Semua ada di dalam kendali tangan ku kali ini. Karena Chiyuki tidak bersama mereka dan duduk bersama ku di tenda komando untuk mengamati kinerja anak-anak ini.
“Onii-sama, apa mereka akan baik-baik saja?”
Sebuah pertanyaan yang mengejutkan datang dari mulut adik ku. Aku tidak mempermasalah kan itu tapi mendengar adik ku yang tiba-tiba peduli rasanya agak membuat ku tidak nyaman. Seperti ada sesuatu yang salah di dalam tubuhnya.
Aku segera memegang tubuhnya dan merapa kening kepalanya. Rasanya agak panas dan hangat.
“Chiyuki, apa kau sedang demam?”
“Uhm?” Chiyuki hanya memiringkan kepalanya.
Aku sedikit memahami kenapa dia bisa mengalami demam, karena semalam dia terlalu aktif bergerak menandai wilayahnya dengan aroma tubuhnya. Mungkin dia melakukan itu karena sebelumnya salah satu gadis serigala bernama Hime-chan melakukan hal yang sama dengan Chiyuki. Menandai wilayahnya dengan bau tubuhnya, yang mana itu adalah hal biasa untuk kaum mereka.
“Chiyuki, jangan paksa diri mu disini. Beristirahalah di kamar mu.”
Aku mengucapkan itu karena sebagian bangunan rumah kami yang dibuat ulang telah selesai pada bagian penting yang dibutuhkan. Sisanya hanyalah ruangan khusus dan penyesuaian kecil yang dibutuhkan.
“Eng!” Chiyuki menggelengkan kepalanya. Terkadang sifat keras kepalanya ini sangat sesuatu.
“Kenapa memangnya?” tanya ku.
“Aku khawatir dengan gadis-gadis itu, Onii-sama.”
Yep, saat dia sakit. Kenapa rasa peduli terhadap orang lain bertambah?
“Memangnya apa yang kau khawatirkan?”
“Aku khawatir mereka tidak melakukan 3 aturan emas yang ku buat.”
“Eh? Peraturan apa itu?”
Ah.. itu.. pertama.. selalu berhat-hati dengan keadaan sekitar.”
Oh, terdengar normal kali ini.
“Kedua.. lindungilah teman-teman kalian.”
Hmm.. sejauh ini tidak ada yang aneh dengan aturan itu.
“Yang ketiga, pastikan semua berjalan sesuai rencana dan periksa kembali apa yang telah dilakukan.”
Hmm... tidak ada yang salah kali ini. Padahal aku sudah bersiap-siap tercengang tapi...
“Dengan begitu, mereka menjadi pasukan yang tidak bisa dituntut hukum karena minimnya bukti yang dilakukan.”
*UHUK!
Tanpa sadar, aku tersedak oleh nafas ku sendiri.
Baru saja aku tidak berpikir negatif tapi semua itu dilempar kembali kepada tindakan adik ku yang kelewat abnormal.
Chiyuki hanya tersenyum ketika tiga aturannya itu disebutkan. Dia seolah bangga dengan aturan yang dibuatnya itu.
Sejauh ini, tidak ada yang salah jika tidak menggunakan artian Chiyuki. Semua akan tampak normal jika itu di luar sudut pandang Chiyuki.
Akan di bawa kemana nyawa ku ini jika anak-anak itu memiliki pemikiran yang sama dengan Chiyuki.
Ku mohon! Tumbuh lah menjadi gadis yang baik.
Aku sangat memohon kepada kalian!
Jadilah gadis manis yang normal!
[...]