My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!

My Little Sister Cute Outside, But Yandere Inside!
Chapter 68 - Kuil Suci yang Ternodai



“Em.. dengan segala hormat, Karl-sama.. apa yang baru saja terjadi!” ucapan Ivan yang keras itu mengisi satu ruangan kuil.


Aku dan Chiyuki yang berdiri dari balik tumpukan kursi kayu pun menatap balik ke Ivan. Ia sangat terkejut ketika melihat aktivitas yang sedang kami lakukan.


Sebenarnya.. ini hanyalah karya seni sederhana. Sama seperti bangsa Viking yang memamerkan kepala pasukan musuh untuk mengumumkan kemenangan.


Bedanya?


Kami lebih terhormat dengan menyatukan mayat-mayat gadis kuil.. ups.. maksud ku mayat pembunuh bayaran.. ke pusat altar kuil dan sedikit memberikan penghormatan terakhir untuk mereka.


“Daripada berbicara yang tidak perlu, bantu kami!” ucap ku dengan nada yang cukup sibuk.


“Apa yang sedang Karl-sama lakukan?” tanya Ivan dengan polosnya.


“Hanya memberi pesan singkat untuk mereka” jawab ku dengan singkat.


“Mereka?” karena penasaran, Ivan sedikit mengintip mayat yang sedang kami persiapkan untuk pertunjukkan.


“Uwaaah.. Karl-sama.. jika seperti ini terus.. aku khawatir dengan calon mempelai wanita mu.”


“HUH?!” mendengar Ivan yang berbicara seperti itu. Chiyuki langsung menatap mata Ivan, tatapannya itu membuat Ivan terdiam selama beberapa detik dan mencari pojokan ruangan untuk meringkuk di sela-selanya.


Apa ini?


Rasa takut dari mangsa buruan yang pasrah ketika melihat predator di depannya?


“Hey! Bantu kami!” paksa ku.


“...” Ivan masih terdiam di pojokan dan mulai merapal mantra penyesalan yang pernah ia perbuat.


“Uh, dasar pengecut” sindir ku.


“Onii-sama.. bagaimana dengan ini?” ucapan Chiyuki pun mengalihkan perhatian ku. Kali ini, tumpukan kursi kayu yang kami susun membentuk sebuah piramida kecil yang mengurung mayat di dalamnya.


Bisa di bilang, ini mahakarya yang cukup sempurna.


“Ivan.. kemari sebentar” ucap Chiyuki sembari mendekati Ivan yang terdiam di pojokan.


Yep, sepertinya.. kita akan melihat malaikat maut yang memainkan korbannya.


“Chiyuki-sama?” Ivan sedikit kebingungan.


“Sebagai penghormatan untuk mu setelah berusaha keras hari ini, maka ku beri penghormatan untuk membakar tempat suci yang terkutuk ini” ucap Chiyuki sembari tersenyum.


Melihat senyum manis Chiyuki, Ivan tiba-tiba berdiri dan bersemangat.


“Serahkan padaku, Chiyuki-sama!”


Apa ini?


Aku memandangi Ivan dari kejauhan, ia dengan senang hati menyulut kobaran api untuk menutupi jejak ini.


Kuil suci ini telah ternodai oleh jejak darah dan tumpukan mayat.


Tidak terpikirkan oleh ku jika pihak kuil bisa terseret dalam pertempuran ini.


Membakar tempat ini merupakan ide yang bagus untuk memberi pesan penting, pesan singkat untuk kami dan kerajaan sekitar bahwa pihak kuil merupakan ancaman yang nyata dan perlu diperhatikan setiap gerakannya.


Yep, membawa bantuan makanan di tengah krisis bencana hanyalah kamuflase untuk memancing kami memasuki kuil kematian.


Rencana mereka telah gagal, namun.. tindakan mereka akan semakin brutal jika tidak dihadapi dengan serius.


Api kecil yang diam-diam membesar ini pun mengeluarkan asap hitam pekat. Bau harum dari daging yang terbakar pun tercium di hidung kami.


Aku sedikit menutup hidung ku.


Aromanya benar-benar enak dan memancing rasa lapar. Berbeda dengan ku, Chiyuki terlihat sangat menikmati pemandangan ini.


Aku terpana pada kecantikan alami yang dipancarkan Chiyuki.


Mata merah yang menyala..


Senyum puas setelah melihat korbannya berakhir mengenaskan..


Suara tawanya yang mengejek mayat-mayat bodoh itu..


Dan.. tanduk yang keluar dari sela-sela rambut kepalanya.


Emm.. tanduk?


Aku sedikit mengedipkan mata ku..


Sepertinya.. aku sedikit lelah akhir-akhir ini.


Tidak mungkin Chiyuki memiliki tanduk di kepalanya kan?


Aku pasti salah lihat.


Kurasa.. aku harus beristirahat setelah kegiatan ini.


Mata ku sudah terlalu lelah dengan halusinasi ini.


[...]