
Selama tinggal di London, Elena menghubungi pamannya sesekali meski dia belum pernah berkunjung karena sibuk. Ketika Elena meminta pamannya untukĀ menghancurkan perusahaan Bob Howard, situasi sudah mulai mencurigakan karena Elena tidak pernah meminta hal seperti itu sebelumnya. Samuel selaku paman Elena menghubungi ayah Elena di Colorado dan mengatakan apa yang Elena minta dia lakukan.
Begitu mendengarnya, Edward merasa ada sesuatu yang tidak beres. Elena yang tidak suka mencari perkara dengan siapa pun tiba-tiba ingin menghancurkan seseorang dalam hitungan menit dan itu adalah kejadian langka yang tak pernah terjadi sebelumnya. Edward tahu putrinya pasti sudah tidak bisa menahan diri akibat ulah seseorang sebab itulah permintaan itu sampai putrinya ucapkan.
Tadinya Edward hendak datang bersama dengan Amanda setelah mendapat informasi jika Elena sedang sakit. Mereka berniat datang untuk menjenguk dan memberikan kejutan tapi Amanda justru pergi dengan menantu mereka karena ada urusan oleh sebab itu, Edward datang bersama Henry, kakak Elena. Mereka terbang malam itu juga agar mereka bisa cepat bertemu dengan Elena tapi ketika mereka datang, rumah yang disewa oleh Elena sudah kosong karena saat itu, Elena sudah diculik dan Jansen pun sedang pergi mencari keberadaan Elena.
Tidak butuh waktu yang lama bagi mereka, lokasi keberadaan Elena sudah mereka temukan apalagi ada alat pelacak yang sudah aktif begitu Elena dibawa secara paksa namun saat mereka tiba, Jansen dan anak buahnya sedang menyerang. Karena ingin tahu Henry justru mencegah ayahnya dan anak buah yang bersama mereka untuk menyerang. Mereka jadi penonton dan ketika para penjahat yang dibayar oleh Anne hendak melarikan diri, barulah mereka melumpuhkan para penjahat itu.
Edward dan Henry yang menyaksikan dari persembunyian sangat terkejut ketika Jansen membawa Elena pergi dalam keadaan babak belur oleh sebab itu, mereka langsung mengejar Anne di mana Elena sudah menyelipkan alat pelacak pada baju Anna. Tanpa basa basi dan susah payah, mereka menangkap Anne dan langsung mengirim Anne ke California.
Jansen mengejar setelah dilepaskan, dia akan mencegah orang-orang asing itu untuk membawa Elena. Tidak, dia tahu dia tidak akan bertemu dengan Elena lagi jika dia membiarkan orang-orang itu membawanya pergi. Jansen berlari sambil berteriak namun tidak ada yang peduli. Edward yang sedang menahan amarah setelah melihat keadaan putri kesayangannya justru menunjukkan ekspresi wajah menakutkan.
"Jangan bawa Elena pergi!" Jansen hendak menerobos penjagaan tapi gagal. Dia tidak bisa berbuat apa pun dan hanya bisa menyaksikan Elena dibawa pergi. Perlahan tapi pasti, orang-orang itu pergi meninggalkan rumah sakit. Jansen mengumpat, sial.
"Siapa mereka?" tanya Richard.
"Sepertinya keluarga Elena. Sebaiknya kau bersiap karena ibumu tak mungkin dilepaskan dan seperti yang kau lihat, mereka pasti bukan orang biasa!" ucap Jansen.
"Jangan membual!"
"Terserah kau saja!" Jansen melangkah pergi, yang bisa dia lakukan hanya pergi ke ruangan Mariana karena setelah ini dia mau pulang. Siapa tahu Elena dibawa pulang ke rumahnya.
Richard menghubungi ibunya sambil berjalan pergi, sekarang waktunya mencari ibunya tapi ibunya tidak menjawab panggilan darinya. Richard masih berusaha menghubungi ibunya tapi hasilnya masih saja sama. Ke mana ibunya pergi? Apa yang dikatakan oleh Jansen adalah benar? Celaka, jangan katakan sudah terjadi sesuatu pada ibunya tanpa dia sadari. Sebaiknya dia pergi mencari ibunya terlebih dahulu.
Jansen masuk ke dalam ruangan di mana Mariana berada dengan para anggota Black Circle. Mereka sangat senang melihatnya karena mereka sudah tidak sabar untuk tahu bagaimana dengan keadaan Elena.
"Bagaimana dengan keadaan kakak ipar, Bos?" tanya mereka.
Jansen menggeleng dan terlihat tidak bersemangat. Para anak buahnya sangat heran, apa keadaan Elena sangat buruk sehingga bosnya seperti itu?
"Bos, kakak ipar baik-baik saja, bukan?" tanya Mariana.
"Dia dibawa pergi," ucap Jansen yang tak bersemangat sama sekali.
"Apa maksudnya?" tanya anak buahnya.
"Ke mana Bos, apa akan dibawa pulang?" yang mereka maksudkan adalah rumah kontrakan Elena.
"Tidak tahu, aku ingin pergi melihat. Kalian boleh pulang atau jaga Mariana."
"Kami ikut!" ucap anak buahnya.
"Tidak, kalian kembalilah!" cegah Jansen.
"Kami mau ikut," mereka tetap mau ikut apalagi mereka ingin tahu keadaan Elena. Mariana pun mau ikut, Jansen tidak bisa mencegah oleh sebab itu mereka langsung pergi ke rumah Elena dengan harapan masih dapat bertemu dengan Elena.
"Kakak ipar, kami datang!" teriak Mereka. Meski tidak ada siapa-siapa tapi mereka percaya Elena ada di rumah dan sedang beristirahat namun rumah yang kosong membuat mereka saling pandang dengan perasaan tidak nyaman.
"Elena!" Jansen berlari ke dalam kamar Elena, dia sangat berharap Elena ada di dalam tapi sayangnya tidak ada. Jansen mengecek pakaian milik Elena yang sudah tidak ada, semuanya kosong. Rasanya tidak bisa mempercayai itu, Elena pergi secara tiba-tiba. Jansen keluar, dia belum bisa menerima kenyataan itu. Elena datang secara tiba-tiba lalu pergi secara tiba-tiba pula tanpa adanya kata perpisahan.
"Bagaimana bos, apa kakak ipar ada di dalam kamarnya?" tanya Mariana.
"Dia sudah pergi!" Jansen berjalan lewat, Elena benar-benar sudah pergi. Semua barang sudah tidak ada kecuali motornya yang dia pakai.
"Jadi kakak ipar benar-benar sudah pergi?" semua tampak kecewa karena mereka tidak bertemu dengan Elena saat akhir.
"Yeah, dia sudah pergi!" suasana jadi hening, mereka semua tampak sedih.
"Bos, apa kita tidak akan bertemu lagi dengan kakak ipar?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku tidak tahu!" jawab Jansen putus asa. Entah mereka akan bertemu lagi atau tidak, dia tidak tahu karena dia tidak begitu tahu tentang Elena tapi satu yang dia tahu, Elena pernah berkata jika dia berasal dari Colorado.
"Kenapa jadi sepi seperti ini?" mendadak jadi sepi hanya karena tidak ada Elena. Apa yang mereka lakukan sebelum mengenal Elena? Entah kenapa mereka jadi lupa. Selain membuat keributan, apalagi yang mereka lakukan?
Semuanya diam, dengan rasa kehilangan yang teramat sangat mereka rasakan. Sungguh kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Padahal mereka masih bersenang-senang membersihkan rumah Mariana yang kotor tapi hari ini, mereka justru tidak bisa melihat Elena lagi bahkan mereka tidak tahu apakah mereka akan bertemu dengan Elena lagi atau tidak.
Tidak saja mereka yang sedih, Richard yang tak menemukan keberadaan ibunya pun sangat sedih. Tidak ada jejak, tidak ada saksi sama sekali. Ibunya hilang begitu saja, Richard sudah berusaha menghubungi ibunya tapi sia-sia. Dia bahkan pulang ke rumah untuk memastikan apakah ibunya pulang atau tidak tapi yang dia dapatkan justru hal yang tak terduga karena mereka sudah diminta untuk pindah.
Semua yang terjadi sungguh cepat, semua hilang dalam sekejap mata. Jabatan Bob pun sudah dicopot, kini dia sudah tidak memiliki apa pun lagi. Richard tak bisa melakukan banyak hal selain membawa Bob karena pria itu telah banyak berjasa padanya. Dia akan mencari tempat tinggal dan dia pun akan berusaha mencari keberadaan ibunya yang saat ini sedang menuju tempat kematiannya.