
Kabar prestasi yang dilakukan oleh Jansen sudah didengar oleh Anne karena sang rektor segera melaporkan hal itu pada Anne. Khawatir jika Bob mendengar prestasi yang Jansen buat lalu mulai merasa bangga pada putranya sehingga Bob pergi menemui Jansen membuat Anne meminta sang rektor meredakan isu itu. Meski sederhana tapi jika Bob mendengarnya maka hal sederhana itu bisa menjadi luar biasa karena Bob sudah menantikan prestasi dari putranya.
Jangan sampai gara-gara prestasi kecil yang ditunjukkan oleh Jansen justru membawanya kembali ke rumah itu akibat simpati Bob yang bangga akan prestasi kecil yang Jansen tunjukkan. Jansen pasti sedang mencari cara untuk kembali ke rumah itu agar dia tidak menjadi gelandangan di luar sana sebab itu dia mulai menunjukkan sedikit prestasi untuk menarik perhatian ayahnya. Sekali sampah, tetaplah sampah.
Dia akan tetap memantau Jansen meski sampai saat ini dia belum tahu di mana pemuda itu tinggal. Dia menebak Jansen tinggal di rumah salah seorang sahabat berandalnya karena dia tidak mungkin memiliki tempat lagi tapi ada baiknya dia mencari tahu di mana pemuda itu tinggal agar dia bisa memantaunya lebih.
"Richard!" Anne berteriak memanggil putranya yang baru saja pulang. Richard menghela napas, dia sedang pusing dengan pekerjaan tapi sepertinya ibunya akan semakin membuatnya pusing, Jangan katakan itulah yang membuat Jansen tidak betah di rumah sehingga mencari kesenangan di luar sana tapi ibunya menjadi cerewet karena dia berusaha mendekati Elena.
"Richard, apa kau tidak mendengar Mommy?" teriak ibunya.
"Aku dengar, tidak perlu berteriak!" ucap Richard yang mulai kesal dengan sikap ibunya.
"Kau tidak pergi menemui wanita itu lagi, bukan?" tanya ibunya curiga.
"Tidak, kenapa?"
"Bagus, besok ikut dengan Mommy. Ada yang hendak Mommy kenalkan padamu jadi jaga sopan santunmu dan jangan mempermalukan kami!"
Richard tidak menjawab, hidupnya sudah ditentukan oleh ibunya padahal dia menyukai orang lain tapi ibunya justru melarang. Kehidupannya sudah ditentukan sejak awal dan dia adalah boneka yang dikendalikan oleh ibunya. Mendadak dia jadi iri dengan Jansen yang bebas melakukan apa saja.
Sejak dulu, dia harus menjadi seperti apa yang ibunya arahkan agar tidak mengecewakan ayahnya. Dia harus mengikuti jejak Bob Howard padahal dia tidak berminat terjun ke dunia politik tapi dia sudah dididik untuk menjadi putra kebanggaan Bob Howard agar dia dapat menggeser posisi Jansen. Meski Jansen pemuda tidak berguna dan selalu berbuat sesuka hati tapi sejak dulu dia bebas melakukan apa yang dia mau. Jansen terbang bebas bagaikan burung sedangkan dia adalah kelinci dalam sangkar yang sudah ditentukan kehidupannya.
"Kenapa kau tidak menjawab?" tanya ibunya.
"Katakan saja jamnya dan tempatnya, aku akan pergi. Jangan berteriak lagi, aku mau istirahat!" ucap Richard.
"Baiklah, maaf Mommy mengganggu waktumu. Pergilah beristirahat, Mommy akan membuatkan makanan kesukaanmu," kini ibunya bersikap lembut setelah putranya patuh. Dia ingin Richard memiliki masa depan yang cerah nantinya. Untuk itulah dia menjerat Bob dan mendepak istrinya juga mendepak putranya. Semua dia lakukan untuk Richard, bukan untuk dirinya dan dia harap Richard mengerti.
Setelah kepergian Richard, Anne pergi untuk menghubungi seseorang yang akan dia tugaskan untuk mengikuti Jansen dan mencari tahu di mana Jansen tinggal dan apa yang sedang Jansen lakukan saat ini. Jangan sampai mereka terlalu menganggap remeh Jansen sehingga tanpa sadar, pemuda itu justru membuat gebrakan yang bisa menyingkirkan mereka. Prestasi yang Jansen tunjukkan meski sedikit tidak boleh dia remehkan karena dia tidak mau usahanya selama ini menjadi sia-sia karena sampai hal itu terjadi, dia dan Richard tidak akan mendapatkan apa pun dan yang paling buruk adalah, rahasia kematian ibu Jansen tidak boleh ada yang tahu.
Sesuai dengan perintah, dua orang pria sudah berada di sekitar sekolah untuk mengikuti Jansen. Mereka berada cukup jauh untuk mengintai, orang yang mengikuti Elena sudah tidak ada lagi karena Anne ingin menemui Elena secara pribadi oleh sebab itu, Anne pergi ke kampus karena hanya di sana saja dia bisa bertemu dengan Elena.
Besok dia akan memperkenalkan Richard dengan seorang wanita yang sepadan dengan putranya dan dia ingin Elena tidak mengganggu putranya lagi sehingga Richard bisa bersama dengan wanita yang akan dia kenalkan.
Elena yang hendak pulang dipanggil untuk ke ruangan sang rektor. Elena yang tak curiga sama sekali tentu saja mengikuti perintah karena dia pikir ada masalah penting yang hendak disampaikan oleh sang rektor padanya meski dia ingin pergi menjenguk Leo dan berbicara dengannya tapi dia kesampingkan terlebih dahulu namun ketika dia melihat Anne, da yakin ada hal tak menyenangkan yang akan dikatakan oleh wanita itu.
"Apa ada hal penting yang hendak dibahas, Sir?" tanya Elena pada sang rektor tanpa duduk.
"Ibu pejabat ingin berbicara denganmu!"
"Oh.. ada apa, Mam?" tanya Elena pada Anne.
"Hal penting? Aku rasa tidak ada hal penting yang bisa kita bahas, Mam," ucap Elena.
"Ada!" ucap Anne dengan nada tinggi.
"Maaf, aku tidak membuat sebuah kesalahan bahkan aku tidak melakukan hal buruk jadi apa yang hendak kau bicarakan?"
"Aku ingin kau menjauhi Richard dan tidak mengganggunya lagi!" ucap Anne tanpa basa basi lagi.
"Maaf, apa aku tidak salah mendengar?" tanya Elena yang merasa konyol dengan permintaan ibu Richard.
"Tidak sama sekali. Semenjak mengenal dirimu, Richard jadi anak yang tidak menurut. Dia mulai melawan aku padahal dia tidak pernah melawan aku sebelumnya. Kau membawa pengaruh buruk bagi Richard jadi jauhi dia!"
Elena diam, tuduhan yang dilontarkan sungguh kejam tanpa adanya bukti padahal dia jarang bertemu dengan Richard, menghabiskan waktu dengan Richard saja dia tidak pernah lalu bagaimana dia bisa dianggap membawa pengaruh buruk bagi Richard?
"Aku tidak merasa melakukan hal itu, maaf saja. Aku dan putramu adalah orang asing, bagaimana bisa kau berkata demikian?" tanya Elena.
"Tidak perlu pura-pura, nyatanya Richard berubah menjadi anak yang pembangkang setelah mengenal dirimu jadi jauhi dia. Kau harus melihat siapa dirimu dan siapa Richard jadi tahu dirilah jika kau tidak sepadan dengan putraku!" ucap Anne dengan angkuhnya tanpa tahu siapa wanita yang sedang berdiri di hadapannya itu. Dia harap Elena sadar diri dan mengerti dengan statusnya yang tidak sepadan dengan mereka.
"Aku memang tidak pantas dengan putramu, apa yang kau katakan sangatlah benar. Aku dan Richard tidak sepadan karena aku terlalu baik untuk Richard!"
"Apa kau bilang?" Anne beranjak dari tempat duduk dan tampak marah. Ucapan Elena seperti hinaan untuk dirinya.
"Aku luruskan hal ini padamu agar kau tidak salah paham, Nyonya. Aku bekerja di sini, bukan untuk menjerat laki-laki. Aku dan Richard pun tidak akrab seperti yang kau duga. Kami bahkan tidak pernah menghabiskan waktu bersama dengan akrabnya jadi jangan salah paham padaku. Aku tidak berminat pada putramu karena derajat kita memang berbeda!"
"Hng, bagus kau sadar diri!' ucap Anne tanpa tahu jika ucapan Elena adalah cibiran halus karena Richard tidak sepadan dengan keluarganya. Dia tidak mau sombong saja apalagi dia sedang menutupi identitas aslinya.
"Aku memang sangat sadar diri oleh sebab itu, Richard bukanlah pria yang ada di dalam daftar pria yang pantas untukku!"
"Kurang ajar, apa maksudmu berkata demikian? Apa kau sedang menghina putraku? Memangnya siapa kau?! Jangan menganggap dirimu terlalu tinggi karena kau hanya dosen di sini yang bisa aku pecat saat ini juga!" teriak Anne tidak terima.
"Aku tidak menghina siapa pun. Jika hanya ini yang ingin kau bicarakan, aku rasa aku sudah bisa pergi. Kau mau memecat aku? Aku tidak takut sama sekali!" Elena memutar langkah, sudah cukup percakapan tak bermutu itu.
"Jangan dekati putraku lagi, ingat itu!" teriak Anne.
"Kau tidak perlu khawatir, Nyonya. Richard bukanlah tipe pria idamanku apalagi dia masih berada di bawah kendalimu. Percayalah, aku tidak tertarik sama sekali untuk menggodanya jadi carilah wanita yang patuh, wanita itu lebih cocok dengan Richard karena dapat kau kendalikan dan aku tidak!" ucap Elena sedikit mencibir.
"Apa kau bilang?" teriak Anne tidak teriak namun Elena mengibaskan rambutnya lalu melangkah pergi.
Sungguh konyol. Padahal dia tidak mendekati Richard tapi ibu Richard begitu berlebihan. Dia tidak pantas untuk Richard? Dia rasa ibu Richard harus bercermin karena Richard bukanlah pria yang pantas untuknya mau seberapa kaya dan seberapa tinggi jabatan yang dia miliki sebab Richard bukan tipe pria yang dia inginkan.