
Richard pergi ke bar untuk menenangkan pikiran karena dia tidak suka dengan apa yang ibunya lakukan. Selama ini dia tidak begitu mendukung apa yang dilakukan oleh ibunya tapi dia harus mengikuti keadaan dan mengikuti perintah ibunya tapi hari ini, dia benar-benar tidak suka dengan apa yang ibunya lakukan pada Elena. Bukan karena perasaan sukanya pada Elena, tapi menurutnya ibunya sangat berlebihan. Padahal ibunya hanya perlu meminta maaf dengan tulus pada Elena maka semua selesai tapi ibunya telah mengambil tindakan di luar batas.
Selama ini dia harus menjadi putra yang patuh. Dia harus selalu mengikuti perkataan ibunya dan sebagai anak yang selalu melihat perjuangan ibunya, Richard tidak membantah tapi meski begitu, dia tidak tahu menahu masalah kematian ibu Jansen yang dia anggap sebagai bunuh diri tapi ternyata di bunuh oleh ibunya sendiri.
Dua gelas minuman sudah habis, kepalanya mulai pusing. Jujur saja dia tidak mau kembali untuk melihat apa yang dilakukan oleh ibunya pada Elena. Selain tidak suka, dia juga tidak tega. Gelas kembali diisi sampai penuh, Richard meneguknya sampai habis. Terserah ibunya mau melakukan apa, dia tidak peduli.
Richard bahkan enggan menjawab panggilan dari ibunya. Ponsel dibiarkan berbunyi namun semakin lama dia justru menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang ada di bar sehingga mau tidak mau, Richard harus menjawabnya juga.
"Ada apa, Mom. Sebaiknya kau menghentikan semua yang kau lakukan pada Elena!" ucapnya.
"Di mana kau sekarang?" tanya ibunya yang terdengar panik.
"Di bar, kenapa? Jangan meminta aku kembali karena aku tidak akan kembali. Jujur saja, aku tidak suka dengan apa yang Mommy lakukan!"
"Pulang sekarang juga!" perintah ibunya.
"Tidak, aku tidak mau!" tolak Richard.
"Richard, dengarkan permintaan Mommy. Sekarang juga kau harus pulang, ambil semua barang-barang berharga yang kita miliki lalu pergi. Mommy akan menemui dirimu nanti tapi sekarang kau harus mendengarkan perkataan Mommy!" perintah ibunya.
"Apa yang terjadi? Kenapa Mommy meminta aku melakukan hal itu?" tanya Richard tak mengerti. Bukankah ibunya sedang menyiksa Elena tapi kenapa sekarang ibunya justru memintanya pulang untuk mengambil barang berharga milik mereka?
"Lakukanlah, Richard. Bob sudah tahu apa yang Mommy lakukan. Dia pun sudah tahu jika aku yang membunuh istrinya. Posisi kita di rumah itu sudah tidak aman jadi sebaiknya kau pulang lalu ambil barang berharga yang kita miliki. Lagi pula Bob sudah bangkrut, tidak ada yang bisa kita harapkan lagi darinya jadi segera pulang sekarang juga. Mommy akan menghubungimu lagi nanti!"
"Apa? Jadi benar Mommy yang telah membunuh ibu Jansen?" Richard sangat terkejut, ternyata apa yang dikatakan oleh Jansen selama ini tentang ibunya adalah benar.
"Jangan banyak bicara, sekarang lalukan perintah Mommy!"
"Mom, dari pada melarikan diri. Bukankah lebih baik Mommy menyerahkan diri saja pada polisi? Akui semua perbuatan yang Mommy lakukan. Aku juga akan menemani Mommy oleh sebab itu, sebaiknya menyerahkan diri saja."
"Tidak!" teriak ibunya marah, "Kau sungguh kurang ajar. Aku melakukan semuanya untukmu tapi kau justru meminta aku menyerahkan diri. Apa itu balasan yang kau berikan pada ibumu ini yang sudah berjuang keras untukmu selama ini?"
"Aku tahu Mommy berjuang keras untukku selama ini tapi aku tidak suka dengan cara yang Mommy lakukan. Jika Mommy tidak mau menyerahkan diri, maka aku yang akan melakukannya!"
"Apa kau bilang, jangan coba-coba!" teriak ibunya marah.
"Aku akan pulang tapi bukan untuk melakukan apa yang Mommy perintahkan tapi aku akan melakukan hal yang lain."
"Jangan main-main denganku, Richard!"
"Maaf, Mom. Kali ini aku tidak bisa mendengarkan perkataan Mommy. Aku akan menggantikan Mommy berada di dalam penjara karena aku yang akan mengakui semua kejahatan yang Mommy lakukan jadi Mommy pergilah untuk bersembunyi. Hanya ini yang bisa aku lakukan sebagai putramu. Aku akan mencari Mommy setelah aku bebas tapi sekarang, nikmati masa tua Mommy dan jangan berbuat jahat lagi!"
Richard pulang ke rumah, dia tidak perlu kembali ke tempat itu lagi di mana ibunya menyekap Elena. Dia menebak jika Elena sudah ada yang menyelamatkan sebab itulah dia langsung pulang. Bob yang berkata jika dia ingin melaporkan hal itu pada polisi memilih pulang. Dia berniat menunggu Anne tapi yang pulang justru Richard. Tapi dia memang ingin tahu Richard terlibat atau tidak, jadi sangat kebetulan.
"Mana ibumu?" tanya Bob dengan nada tinggi.
"Aku tidak tahu!" jawab Richard karena dia memang tidak tahu di mana ibunya.
"Jangan coba-coba melindunginya, Richard. Aku tidak akan memaafkan dirimu meskipun kau tak bersalah!"
"Aku sungguh tidak tahu, dia tidak mengatakan padaku di mana dia berada!"
"Jika begitu, apa kau terlibat dengan kejahatan yang dia lakukan?"
"Dad, aku yang akan menanggung semua kesalahan Mommy jadi kau bisa menjebloskan aku ke dalam penjara!"
"Tidak!" tolak Bob dengan tegas
"Kenapa? Biarkan aku yang menanggungnya."
"Sudah aku katakan padamu, tidak. Siapa yang melakukan maka dia yang bertanggung jawab. Jangan membela ibumu, Richard. Aku tahu selama ini kau selalu patuh pada ibumu dan tidak bisa melawan tapi jika kali ini kau mendengarkan perkataanku, aku tidak akan membuangmu. Kau dan Jansen bisa menjadi saudara asalkan kau bisa akur dengannya. Sejak awal hubungan kalian memang tidak baik tapi semua itu bisa diperbaiki."
"Aku tidak bisa mengkhianati ibuku!" ucap Richard.
"Kau tidak mengkhianati dirinya tapi terserah kau saja. Aku tetap menerima dirimu tapi aku tidak akan melemparkan kesalahan ibumu padamu karena memang hanya dia yang harus menanggung kesalahan yang dia lakukan dan Elena Jackson, dia tahu yang memukul dirinya adalah ibumu, bukan kau!"
"Bagaimana dengan keadaan Elena?"
"Di rumah sakit, Jansen membawanya ke rumah sakit."
"Apakah keadaannya parah, Dad?"
"Kau bisa pergi melihatnya dan nilailah sendiri apakah ibumu pantas dimaafkan atau tidak. Aku mungkin bisa memaafkan ibumu tapi tidak dengan Elena karena dialah korban. Sebaiknya kau tidak membela ibumu apalagi sampai menggantikan dirinya masuk penjara."
Richard diam, yang menjadi korban memang Elena. Elena sudah pasti tidak akan memaafkan ibunya yang sudah menganiaya dirinya sedemikian rupa. Entah apa yang akan dilakukan oleh Elena pada ibunya, dia rasa dia harus pergi menemui Elena. Selain untuk meminta maaf, dia pun harus melihat keadaan Elena.
"Katakan padaku, di mana Jansen membawa Elena?" tanyanya.
"Pergilah, temui dia tapi aku yakin ibumu tidak mungkin dimaafkan olehnya jadi jangan berharap lebih!"
"Aku tahu, Dad. Aku ingin melihat keadaannya," ibunya memang keterlaluan dan dia tidak mendukung sama sekali. Dia akan menghubungi ibunya nanti setelah melihat keadaan Elena tapi sayangnya, saat ini ibunya dicegat oleh sekelompok orang yang tak dia kenal. Anne cukup terkejut, dia pikir orang-orang itu polisi tapi melihat pakaian yang mereka gunakan ternyata bukan apalagi dua pria yang tampak marah memerintahkan sekumpulan pria yang menggunakan pakaian serba hitam itu menangkap dirinya. Anne tidak bisa lari, dia ditangkap lalu dibuat pingsan dan setelah itu, tidak akan ada yang tahu di mana dia berada untuk selamanya.