My Lecturer Is A Queen Of Mafia

My Lecturer Is A Queen Of Mafia
Tantangan Berduel



"Kalian, hentikan itu semua. Kalian bisa melanjutkannya nanti setelah kita menghabisi pria yang ada di luar sana!" perintah Adam pada anak buahnya yang baru saja ingin memulai kesenangan mereka dengan kedua kakak tiri Leo.


"Ya, Bos, Kami baru saja mau memulai!" para anggotanya tampak kecewa.


"Kalian bisa melanjutkannya nanti bahkan kalian boleh membawa mereka ke markas untuk kalian nikmati sampai puas tapi bereskan yang ada di.. luar sana!"


"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Leo.


"Tentu saja menghabisi Jansen. Ini syaratmu jika kau ingin menjadi anggota Blood's Rose, kau harus membunuh bosmu itu lalu mengabdi padaku!"


"Apa? Kau tidak berkata seperti itu tadi!" Leo mengikuti Adam yang melangkah mendekati anak buahnya.


"Dia datang tanpa terduga jadi ini perintah baru dan kalian, semua bersiap!" perintahnya.


"Kali ini boleh kami nikmati sampai puas, bukan? Mereka lebih cantik dan mulus dari pada korban yang lain jadi sayang jika langsung dibunuh!" pinta salah satu anak buahnya.


"Tentu, tapi sekarang waktunya kita mengambil kekuasaan Black Circle!"


"Lepaskan kami, Leo!" teriak kedua saudara tirinya. Leo mengabaikan, dia tidak peduli pada mereka.


"Aku meminta kalian menghabisi keluargaku, bukan Jansen!" teriak Leo karena dia tidak mau para anggota Blood's Rose mencelakai Jansen.


"Jika kau benar-benar ingin menjadi anak buahku, maka kau harus melakukan hal ini. Aku tidak akan memintamu untuk membunuhnya, kau cukup lihat saja siapa yang lebih hebat. Kami atau bos sampahmu itu!"


Leo diam, dia sudah terlibat dengan mereka dan tidak bisa mundur lagi. Lagi pula Jansen sudah tidak akan menjadi pemimpin mereka lagi karena dia sudah dikalahkan oleh wanita dan dia tidak sudi dipimpin oleh wanita.


"Leo, jangan melakukan perbuatan bodoh!" teriak Jansen yang melangkah masuk ke dalam melalui pagar yang sudah rusak. Sebatang besi yang dia bawa dikeluarkan, dia harap Leo belum melakukan tindakan bodoh.


"Tolong, tolong kami!" terdengar suara teriakan keluarga Leo. Sepertinya dia tidak terlalu terlambat. Meski dia hanya seorang diri tapi dia akan membawa Leo kembali dan mengalahkan Blood's Rose meski itu sangatlah mustahil.


Adam dan anggota gengnya yang banyak, sudah siap dengan senjata mereka. Leo berdiri di belakang, dia tidak mengharapkan ini tapi bosnya yang datang secara tiba-tiba. Padahal dia sudah meminta bosnya untuk tidak datang. Jansen berlari menuju rumah Leo bersama yang lain namun langkah mereka terhenti saat anggota Blood's Rose keluar dari rumah Leo sambil membawa senjata tajam dan ada pula yang membawa senjata tumpul.


"Well... Well, kau sungguh punya nyali datang untuk menantangku!" ucap Adam mencibir.


"Aku tidak ada urusan dengan kalian, aku mencari Leo!" ucap Jansen.


"Leo? Aku rasa dia sudah tidak mau menjadi anggotamu lagi!"


"Jangan asal bicara, mana Leo?" tanya Jansen.


"Sudah aku katakan, dia sudah menjadi anggotaku!"


"Leo!" Jansen berteriak memanggil anak buahnya karena dia tidak akan membiarkan Leo menjadi anggota Blood's Rose sehingga menghancurkan hidupnya sebagai seorang kriminal yang akan menjadi buronan.


"Maaf, Bos. Aku sudah memutuskan untuk bergabung dengan mereka jadi pergilah!" ucap Leo. Dia harap Jansen pergi agar dia tidak celaka. Bagaimanapun Jansen tidak akan menang melawan anggota Blood's Rose apalagi dia hanya seorang diri.


"Jangan membuat lelucon. Aku tidak akan membiarkan kau bergabung dengan geng sampah itu dan menjadi penjahat!" teriak Jansen.


"Aku mau dikalahkan oleh siapa, itu bukan urusanmu!"


"Kau hanya pecundang. Jansen. Kau tidak pantas menjadi pemimpin Black Circle. Orang yang pernah dikalahkan oleh seorang wanita lebih pantas disebut sebagai ban*ci!" teriak Adam.


"Seharusnya dia datang menggunakan rok mini .dan rambutnya di kepang dua barulah dia pantas menantangmu bos!" cibir salah satu anak buah Adam.


"Jangan lupa dengan high heelnya!" teriak yang lainnya dan pada saat itu, gelak tawa mereka terdengar keras. Leo menunduk, dia tidak berani menatap Jansen tapi memang dia juga kecewa pada Jansen yang begitu patuh pada seorang wanita yang mengalahkannya. Seharusnya Jansen membalas, itu baru pemimpin yang sesungguhnya tapi Jansen justru patuh pada Elena.


"Dia datang untuk menantang kita padahal menghadapi wanita saja dia kalah!" cibiran itu kembali terdengar di susul dengan gelak tawa para anggota Blood's Rose. Mereka menertawakan Jansen sampai puas tapi Jansen tidak peduli karena yang dia inginkan adalah membawa Leo kembali.


"Kembalilah, Leo. Belum terlambat! Jangan mengambil keputusan salah dan melakukan perbuatan bodoh jadi kembalilah padaku!" pinta Jansen.


"Kembalilah, Leo!" teriak yang lainnya.


"Aku tidak bisa, wanita itu akan menggantikan posisimu dan aku tidak mau dipimpin oleh seorang wanita!"


"Apa maksud perkataanmu, hah?!" teriak Jansen tidak marah.


"Semua mungkin bisa menerimanya dan menganggapnya sebagai kakak ipar tapi aku tidak!" teriak Leo.


"Bodoh, apa yang sebenarnya kau pikirkan?" teriak Jansen lagi.


"Dia ingin mengambil posisimu, Bos. Apa kau tidak tahu?"


"Siapa yang berkata demikian? Pikiran bodoh dari mana itu? Dia tidak menginginkan posisiku sama sekali, apalah artinya itu baginya?" teriak Jansen. Sebisa mungkin dia tidak akan menyebut nama Elena karena itu sangat berbahaya untuk Elena. Saat anggota Blood's Rose tahu akan Elena, mereka pasti akan mengganggu Elena.


"Aku tidak percaya. Tunjukkan padaku jika kau masih menjadi pemimpin Black Circle dengan mengalahkan mereka semua tapi jika kau kalah, maka aku akan tetap menjadi anggota mereka!" ucap Leo.


"Kau benar-benar keras kepala, Leo!" entah apa yang membuat Leo berpikir Elena menginginkan posisinya tapi Leo memang tidak mempercayai orang asing apalagi dia juga pemuda yang tersesat. Itulah sebabnya dia memberi nama kelompoknya Black Circle, kelompok itu memang untuk anak-anak yang tersesat seperti mereka.


"Apa sudah cukup basa basinya? Aku rasa kau sudah mendengar keinginan Leo!" ucap Adam.


"Kau benar-benar baji*ngan yang memanfaatkan situasi!"


"Aku menginginkan Leo menjadi anggotaku karena kemampuan yang dia miliki bisa memberi kami kemudahan jadi aku akan menantangmu berduel. Aku juga akan membunuhmu lalu mengambil semua anggotamu!"


Jansen belum menjawab tantangan yang Adam berikan, dia melihat ke arah Leo. Leo hanya salah paham saja dengan Elena dan jika memang ini yang Leo inginkan, maka dia akan membuktikan pada Leo jika dia masih pemimpin mereka.


"Aku tidak takut dengan kalian semua dan aku akan mengambil Leo kembali. Aku tidak akan membiarkan Leo dimanfaatkan olehmu dan menjadi penjahat jadi aku akan mengambilnya kembali. Aku akan membuktikan padamu Leo, jika aku adalah pemimpin yang bisa kau andalkan!" Jansen mengangkat tongkat besi yang dia bawa.


"Apa kau menerima tantangan dariku, Jansen Howard? Jika kau ingin membawanya kembali, lawan aku. Kita duel satu lawan satu!" ucap Adam.


"Aku tidak takut padamu!" ucap Jansen.


"Bagus!" Adam melangkah maju, dengan sebuah tongkat besi yang baru saja diberikan oleh anak buahnya. Anak buah Jansen melangkah mundur, begitu juga dengan anak buah Adam. Mereka memberikan ruang pada bos mereka untuk berduel. Entah siapa yang akan menang, tapi duel itu tidak boleh dilewatkan sama sekali.