My Lecturer Is A Queen Of Mafia

My Lecturer Is A Queen Of Mafia
Tertutup Oleh Dendam



Jansen dan beberapa anak buahnya membawa motor mereka dengan kecepatan tinggi. Dia tahu Leo begitu membenci keluarga yang selalu membullying dirinya tapi dia tidak mau Leo mengambil jalan neka yang bisa membuatnya menyesal untuk seumur hidup.


Meski waktu sedikit dan situasi tidak memungkinkan tapi dia mendengar dari anak buahnya jika Leo dihasut dan diajak bergabung ke dalam kelompok Blood's Rose dan jika Leo bersedia, kelompok itu akan mengabulkan satu permintaan yang Leo inginkan.


Sebagai korban bullying yang dilakukan oleh keluarganya sendiri tentu saja membuat Leo mengutarakan niatnya yang sangat ingin membunuh keluarganya yang kacau. Kebencian dan dendam yang ada di dalam hati pada keluarganya membuat Leo mengambil keputusan untuk menerima tawaran dari Blood's Rose karena tidak ada yang ingin dia lakukan selain menghabisi keluarganya sendiri.


Dendam Leo sudah lama Jansen ketahui tapi dia berusaha mencegah Leo dan meminta Leo untuk menahan diri sampai sekolahnya usai namun kali ini, Leo seolah-olah mendapatkan angin segar dan kesempatan untuk melancarkan dendam yang selama ini dia pendam.


Semoga saja dia tidak terlambat untuk mencegah Leo yang saat itu sedang berada di perjalanan menuju rumah keluarganya. Leo duduk dengan ketua Geng Blood's Rose di mobil yang sama. Dia diperlakukan berbeda agar Leo merasa dia sangat diterima oleh mereka sehingga Leo tetap ingin bergabung. Beberapa motor mengiringi mobil itu serta beberapa mobil berada di belakang.


Mereka berteriak di jalanan, beberapa pengendara yang lewat hampir ditabrak oleh mereka. Anggota geng itu tertawa dengan keras, mereka besenang-senang dengan kelakuan mereka yang membahayakan orang lain. Geng Blood's Rose memang selalu melakukan apa yang ingin mereka lakukan karena ketua mereka tidak mencegah.


"Lihat, semua anak buahku bersenang-senang. Kau bisa seperti mereka setelah kau bergabung menjadi anggota Blood's Rose. Tidak akan ada yang mencegah dirimu, kau akan mendapatkan kesenangan yang luar biasa bahkan kau bisa mendapatkan wanita mana saja yang kau inginkan!" ucap Adam.


"Aku akan bergabung dan menjadi anak buahmu asalkan kau bisa membantu aku menghabisi semua keluargaku dan aku ingin kalian semua memperkosa kedua kakak tiriku di depan mataku!" ucap Leo. Selama keinginannya tercapai, dia tidak akan keberatan menjadi anggota Blood's Rose.


"Itu perkara mudah. Ha... Ha... Ha...!" Adam tertawa sambil menepuk bahu Leo, "Kami paling suka memperkosa sebelum kami menghabiskan korban kami dan kau, bisa menikmatinya bersama dengan kami!" ucapnya lagi lalu pria bengis itu tertawa.


Leo meliriknya sekilas lalu berpaling. Pandangannya tertuju pada jalanan yang dilalui. Dia harap bosnya mengerti karena selama ini yang dia inginkan hanya kematian keluarganya saja. Jika Jansen membencinya karena hal ini atau dia masuk penjara, dia tidak keberatan karena tujuannya sudah tercapai.


Jansen membawa motornya secepat mungkin. Dia tidak boleh terlambat jika tidak sia-sia dia membantu Leo. Jika Leo menghabisi keluarganya, bukankah lebih baik dia membiarkan Leo mati saja di jalanan waktu itu? Leo yang sudah gelap mata dengan ambisinya untuk balas dendam tidak mempedulikan apa pun lagi. Dia meminta Adam menerjang pagar rumah keluarganya yang tinggi menggunakan mobil.


Para anak buah Blood's Rose melakukan perintah, mereka menerobos masuk hingga pagar rumah itu roboh. Malam itu ketenangan di rumah keluarga Leo terganggu, mereka semua berteriak ketika anggota Blood's Rose masuk ke dalam rumah dan mengobrak-abrik isinya.


Barang-Barang berharga dijarah, anggota keluarga Leo ditahan lalu dikumpulkan dalam satu ruangan. Mereka semua ketakutan namun munculnya Leo bersama dengan Adam membuat mereka terkejut.


"Apa maksudnya ini, Leo?" teriak ayahnya.


"Kalian semua akan mati!" jawab Leo.


"Jangan bercanda, apa kau sudah gila?" teriak salah satu kakak perempuannya.


"Aku jadi gila karena aku sudah muak menjadi bahan bullying kalian dan hari ini, aku akan membalas semua rasa sakit hatiku pada kalian semua yang tidak peduli padaku!"


"Well... Well, apa reuni keluarga sudah cukup?" Adam berjalan di depan Leo sambil memainkan sebilah pisau di tangan dan setelah itu langkahnya terhenti. Tatapan mata Adam tertuju pada keluarga Leo. Pria itu menatap mereka dengan teliti lalu Adam mendekati Leo dan merangkul bahunya.


"Katakan padaku, apa kedua gadis itu yang harus kami perkosa?" tanya Adam sambil menunjuk ke arah kedua kakak perempuan Leo yang sedang terikat.


"Ya, aku ingin kalian memperkosanya sampai mati!" ucap Leo tanpa perasaan.


"Apa? Kau benar-benar sudah gila!" teriak kedua saudara tirinya.


"Saat kalian membullying aku, apa kalian tidak berpikir jika kalian tidak sedang gila?" teriak Leo.


"Aku tidak pernah mengganggu kalian. Kita memiliki kehidupan masing-masing tapi kalian tetap mengganggu aku. Air closet, makanan yang kalian campur dengan kotoran tikus dan masih banyak yang kalian lakukan, apa saat kalian melakukannya kalian tidak berpikir jika kalian tidak sedang gila?" Leo menunduk sambil mengepalkan kedua tangan. Dia tidak akan lupa dengan perlakuan mereka semua.


"Kami minta maaf, Leo. Kami minta maaf padamu dan tidak akan mengulanginya lagi!" teriak kedua saudara tirinya.


"Sudah terlambat, sekarang kalian bisa memperkosa mereka!" ucap Leo yang sudah dibutakan oleh dendam.


"Kalian dengar itu? Bunuh yang lainnya lalu perkosa yang dua itu!" perintah Adam.


"Baik, Bos!" jawab semua anggotanya. Mereka tertawa sedangkan keluarga Leo berteriak ketakutan. Leo berpaling tidak mau melihat. Mereka memang pantas mendapatkannya karena selama ini mereka sudah begitu keterlaluan.


"Ampuni kami, Leo. Ampuni kami!" teriak anggota keluarganya yang sedang dipisahkan antara yang akan dibunuh dan yang akan diperkosa.


Leo masih tidak peduli, pemuda itu melangkah menjauh. Semua yang dia lakukan sudah benar, dia akan membiarkan kelompok Blood's Rose menghabisi keluarganya dan dia tidak akan mencegah mereka sama sekali.


"Aku yang pertama kali!" teriak salah satu anggota Blood's Rose yang hendak memperkosa kakak Leo. Sesuai dengan nama kelompok mereka yaitu mawar berdarah, mereka paling suka menodai wanita cantik lalu membunuh mereka.


Tawa mereka memenuhi rumah diiringi dengan teriakan keluarga Leo. Leo melangkah menjauh agar dia tidak melihat dan mendengar. Setelah malam ini, dia tidak akan pernah di bullying lagi oleh keluarganya yang sampah itu. Dia akan hidup bebas dan bisa melakukan apa pun yang dia mau tapi apakah benar-benar itu yang dia inginkan? Leo mencoba menutup telinga, supaya tidak mendengar namun teriakan seseorang dari luar mengejutkan dirinya. Leo bergegas melihat dan terkejut ketika melihat bosnya datang bersama dengan teman-temannya.


"Jangan melakukan tindakan bodoh, Leo!!" Jansen kembali berteriak, dia sudah berdiri di depan rumah Leo bersama dengan anak buah yang lainnya.


"Wah.. Wah, coba kita lihat siapa yang datang!" Leo terkejut karena Adam sudah berdiri di belakangnya. Pria itu terlihat sangat senang ketika melihat Jansen berada di luar. Akhirnya yang dia tunggu sedari tadi datang juga dan malam ini, dia akan membunuh Jansen dan mengambil alih kelompoknya.