My Lecturer Is A Queen Of Mafia

My Lecturer Is A Queen Of Mafia
Leo, Si Korban Bullying



Suara teriakan Leo dan kawan-kawannya terdengar karena saat itu mereka dipukuli oleh anggota Blood's Rose yang baru saja menangkap mereka. Beberapa pemuda itu sudah babak belur akibat pukulan yang mereka dapatkan tiada henti.


Kaca mata yang digunakan Leo sudah hancur diinjak oleh musuh, mereka benar-benar menjadi bulan-bulanan anggota Blood's Rose. Seorang pria yang sedari tadi menonton pada akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan pria itu adalah pemimpin Blood's Rose.


Pria itu bernama Adam, seluruh tubuhnya bertato bahkan wajahnya tak luput dari tato. Anting di mana-mana, dari alis, bibir, hidung dan dagu serta bagian yang lainya tak luput. Pria itu memiliki ekspresi wajah yang bengis, dari tatapan matanya saja sudah menunjukkan kebrutalan yang pria itu miliki. Saat dia melangkah mendekat, para anak buahnya berhenti memukul Leo dan yang lainnya.


"Bukanlah kau adalah hacker dalam kelompok Black Circle yang di pimpin oleh Jansen Howard?" tanyanya.


Leo tak menjawab, dia justru melotot dan menatap Adam dengan ekspresi tidak senang. Anak buah Adam yang tidak suka dengan tatapan Leo kembali memukul Leo karena dia dianggap tidak sopan.


"Jawab pertanyaan bosku!" setelah perintah itu, sebuah pukulan keras mendarat di wajah Leo hingga membuatnya terjatuh ke lantai. Dengan keadaan kedua tangan yang terikat membuat Leo tidak berdaya.


"Aku tidak takut padamu!" Leo kembali menatap Adam dengan tajam.


"Pemuda yang sangat berani!" Adam berjongkok lalu mencengkeram dagu Leo dengan erat, "Tapi sayangnya kau harus menjadi anak buah sampah seperti Jansen Howard. Bakat yang kau miliki bahkan tidak dipergunakan karena kau menjadi anak buah dari si sampah itu!"


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" tanya Leo. Dia memiliki otak yang cerdik tentu dia bisa tahu jika ada yang diinginkan oleh Adam melalui perkataannya itu.


"Kau benar-benar pemuda yang cerdik,  Leo. Tapi sayangnya Jansen tidak bisa melihat potensi yang ada di dalam diri setiap anak buahnya sehingga bakat dan kemampuan yang kau miliki menjadi sia-sia."


"Sesungguhnya apa yang kau inginkan, katakan dengan jelas!" teriak Leo.


"Bagaimana jika kau menjadi anak buahku saja? Bergabunglah sebagai anggota Blood's Rose, kami membutuhkan Hacker seperti dirimu saat menjalankan misi kami agar pihak kepolisian tidak dapat mengendus aksi yang kami lakukan. Bersama Blood's Rose kau akan menjadi kaya raya dan bersama dengan kami, kau bisa melakukan apa saja. Untuk saat ini kami memang kelompok yang kecil tapi beberapa tahun lagi, kelompok ini akan menjadi organisasi yang paling berkuasa di kota London dan kau bisa melakukan apa saja yang kau inginkan. Kau tidak akan menjadi sampah dan pecundang seperti saat ini karena Jansen tidak akan membawamu ke tangga kesuksesan tapi aku, aku bisa asalkan kau bersedia menjadi anak buahku!" sungguh tawaran yang menggiurkan  yang mungkin tidak akan dia berikan lagi pada orang lain.


"Jangan Leo, jangan mengkhianati bos kita!" teriak sahabatnya.


"Diam, bos kita menjadi lemah setelah dikalahkan oleh seorang wanita bahkan posisinya akan diambil oleh seorang wanita tidak lama lagi dan aku tidak sudi dipimpin oleh seorang wanita!" teriak Leo.


"Wah... wah, jadi Jansen dikalahkan oleh seorang wanita? Bukankah ini berita hebat?" cibir Adam yang tak menduga akan mendengar hal menarik itu.


"Bos kita memang dikalahkan oleh perempuan, tapi kita tidak boleh mengkhianatinya!"


Leo terdiam, dia juga tidak mau mengkhianati bosnya tapi dia tidak suka semua anggota jadi menurut pada wanita asing yang baru saja hadir. Dia pun tidak suka semua anggota jadi begitu dekat dengan Elena yang dia curigai hendak mengambil kepemimpinan bosnya.


"Aku beri kau waktu untuk berpikir, aku rasa kau bisa mengambil keputusan yang tepat untuk dirimu sendiri. Pertimbangkan dengan benar karena tawaran ini hanya aku berikan padamu dan tidak akan aku ulangi lagi. Jika kau ingin maju dan sukses serta membalas orang-orang yang telah berbuat jahat padamu maka ikutlah aku tapi jika kau ingin tetap menjadi pecundang maka tetaplah menjadi anak buah Jansen yang sebentar lagi akan aku habisi!"


"Jangan dengarkan dia, Leo!" teriak sahabatnya.


Leo tidak menjawab, selama ini dia memang benci dengan keluarganya. Dia benci dengan mereka sampai-sampai ingin membunuh mereka semua. Dia bergabung dengan Black Circle karena Jansen menemukan dirinya hampir mati kelaparan di jalan karena dia tidak memiliki tempat tinggal, dia pun tidak memiliki makanan yang bisa dia makan. Dia diusir oleh keluarganya namun berkat Jansen pula dia bisa kembali ke keluarganya tapi apa yang bisa dia lakukan?


Meski kembali ke rumah keluarganya, hidupnya tidak juga membaik. Dia dijadikan budak dan dibenci bahkan dia menjadi bahan bullying oleh para anggota keluarganya yang banyak karena ayahnya menikah sampai tiga kali. Itulah sebabnya Leo tidak memiliki kepercayaan diri dan dia selalu menaruh curiga dengan orang yang baru dia temui sehingga dia tidak percaya dengan orang asing begitu saja.


"Pikirkanlah, kau boleh meminta satu permintaan padaku jika kau bersedia bergabung dengan Blood's Rose dan menjadi hacker kepercayaanku. Jika kau menolak, maka aku akan menghabisi seluruh anggota Black Circle sebelum aku membunuhmu bahkan kawan-kawanmu tidak akan luput dan aku akan menebas leher Jansen di depan matamu!" ancamnya. Dengan hadirnya Leo sebagai anggotanya, maka Blood's Rose akan semakin berada di puncak. Mereka bisa mencuri di bank tanpa meninggalkan jejak, mereka pun bisa menjual obat dalam skala besar tanpa tercium oleh polisi. Pemuda yang memiliki bakat seperti Leo sangat dia butuhkan dan dia akan merebutnya dari Jansen.


"Jangan bodoh, Leo. Dia hanya ingin memanfaatkan dirimu saja!" sahabatnya masih membujuk.


"Aku tidak peduli, aku sudah muak dengan semuanya!"


"Bos tidak akan memaafkan pengkhianat jadi jangan bertindak bodoh!" yang lain masih mengingatkan.


Leo diam seribu bahas, dia sudah lelah menjadi korban bullying yang dilakukan oleh para saudara tiri yang dilahirkan oleh istri ayahnya yang berbeda-beda. Apa yang Rai katakan tidak salah, dia budak kedua kakak tirinya. Dia siksa dan dijadikan anjing di rumah, dia harus mencuci kaki para saudara tirinya lalu mereka akan memukul dan memaksanya untuk meminum air bekas cucian kaki. Dia sudah muak, dia melarikan diri dan bergabung dengan Black Circle untuk mencari kedamaian, dia tidak bisa lari karena dia masih ingin menamatkan kuliahnya agar kemampuannya sebagai hacker bisa dikembangkan.


Selama ini dia bersabar demi tujuannya tapi tawaran yang Adam berikan, bukankah itu sangat menggiurkan? Dia bisa melakukan apa yang sangat ingin dia lalukan selama ini dan dia tidak akan menjadi korban bully yang dilakukan oleh para saudara tirinya.


Jansen yang mencari keberadaan mereka akhirnya tiba. Tidak mudah mencari Blood's Rose. Mereka selalu berpindah lokasi karena mereka adalah buronan. Jansen menemukan motor Leo dan beberapa anak buahnya di sebuah rumah yang sudah tak dihuni. Jensen membawa anggota geng Black Circle serta untuk menyelamatkan Leo. Mereka bergerak dengan hati-hati karena mereka harus waspada tapi sayangnya, yang tertinggal hanya beberapa anak buahnya saja yang sedang terikat dan tidak berdaya akibat dipukuli sampai babak belur.


"Apa yang terjadi? Kenapa kalian jadi seperti ini?" Jansen memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan kaki rekan mereka.


"Bos, selamatkan Leo," ucap anak buahnya itu dengan susah payah.


"Apa yang terjadi dengan Leo? Mana dia?" Jansen mencari Leo dengan melihat ruangan di mana mereka berada.


"Dia.. Pergi dengan Blood's Rose untuk membunuh seluruh keluarganya!"


"Apa?" Jansen sangat terkejut. Leo ingin membunuh keluarganya? Jansen beranjak, celaka. Leo memang pendiam dan penyendiri tapi dia memiliki sisi lain yang berbahaya karena dia memiliki jiwa psikopat akibat bullying yang selama ini dia dapatkan. Jansen segera mengajak yang lain pergi untuk menyelamatkan Leo namun dia memerintahkan dua anak buahnya untuk membawa pergi kedua rekan mereka yang terluka.