
Setelah memberikan perintah itu, Anne memikirkan strategi apa lagi yang harus dia ambil jika kelima pemuda itu gagal melakukan tugasnya. Tapi dia sedikit yakin jika rencana itu bisa berhasil jika mengingat kesabaran Jansen yang tak lebih tipis dari pada tisu itu.
Dia tidak akan berhenti, apa pun caranya tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai. Dia harus bisa membuat hidup Jansen hancur agar pemuda itu tidak bisa menyingkirkan posisi Richard. Dia adalah mantan pel*cur, dia sudah mengalami banyak kepahitan hidup dan bisa berada di posisi itu dengan susah payah jadi oleh dia tidak akan membiarkan putranya mengalami apa yang dia alami meski dia tidak tahu siapa ayah Richard karena dia melayani banyak tamu sehingga mengandung.
Namun dia tidak peduli, dia tidak peduli sama sekali karena dia menyayangi Richard. Dia harus bisa membawa Richard menuju tangga kesuksesan oleh sebab itu menjerat Bob Howard dan menikahinya adalah pilihan yang paling tepat. Menyingkirkan istrinya juga bukan perkara sulit waktu itu dan sekarang dia akan menyingkirkan putranya yang menghalangi jalan.
Seharusnya dia melakukannya sejak lama, seharusnya semenjak mental Jansen masih rapuh. Paling bagus ketiga ibunya meninggal tapi waktu itu dia tidak menganggap Jansen sebagai ancaman namun seiring berjalannya waktu, dia bisa melihat jika Jensen adalah ancaman terbesar bagi Richard.
"Richard!" teriakan Bob yang memanggil putranya mengalihkan perhatian Anne.
Anne bergegas melangkah, menghampiri suaminya yang terlihat marah. Selembar kerta berada di tangan, Bob pun kembali memanggil Richard agar Richard bergegas menghampirinya.
"Richard, apa kau tidak mendengar aku?"
"Ada apa kau berteriak seperti itu?" tanya Anne. Dia tidak suka jika sampai putranya membuat salah sehingga membuat Bob marah. Jangan sampai satu kesalahan yang Richard lakukan justru membuat mereka kehilangan kepercayaan Bob.
"Richard menggunakan uang hampir enam ratus dolar di sebuah restoran, aku ingin tahu dengan siapa dia menghabiskan uang itu!" meski Richard tidak pernah mengecewakan dirinya selama ini tapi dia tidak bisa diam saja karena Richard tidak pernah mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk makan.
"Apa?" Anne sangat shock mendengarnya. Richard mengeluarkan uang hampir enam ratus dolar untuk makan? Dia rasa putranya sudah gila dan entah siapa yang sudah memeras putranya tapi bodohnya Richard mau saja diperas seperti itu.
"Richard!" kini dia yang berteriak dengan keras. Sungguh dia sangat ingin tahu siapa yang telah memanfaatkan Richard.
"Kenapa kalian berteriak seperti itu? Membuat orang tidak tenang saja!" Richard keluar dari sebuah ruangan lalu menghampiri mereka.
"Katakan pada kami, siapa yang kau ajak ke restoran sehingga membuatmu harus mengeluarkan uang sampi enam ratus dolar?" tanya ibunya dengan nada bicara yang cukup tinggi.
"Siapa, Richard? Apa kau sudah memiliki pacar?" tanya Bob pula.
"Tidak, aku baru melakukan pendekatan saja."
"Melakukan pendekatan? Pendekatan macam apa yang kau lakukan sehingga menghabiskan uang enam ratus dolar?" teriak ibunya lagi.
"Stop berteriak, Mom. Ingin mendekati wanita juga butuh modal. Lagi pula selama ini aku tidak pernah memboroskan uang Daddy. Aku tidak pernah menggunakan uangnya secara berlebihan dan ini kali pertama aku mengeluarkan uang sebanyak itu untuk tujuan pribadiku apakah tidak boleh?"
"Bukan begitu, Richard. Tapi enam ratus ribu dolar hanya untuk makan? Mommy rasa kau baru saja diperas!"
"Sudah aku katakan, butuh modal untuk mendekati Wanita apalagi yang istimewa!"
"Sepertinya kau sudah kehilangan akal sehatmu, Richard. Sekalipun kau ingin mendekati Wanita itu, kau tidak perlu mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk makan saja. Wanita itu pasti memeras dirimu dan kau begitu bodoh bisa dimanfaatkan olehnya dengan mudah. Jangan sampai kau dibodohi olehnya dan kau tidak sadar jika kau sedang diperas!" sungguh rasanya sangat kesal karena Richard begitu mudahnya diperdaya. Jangan sampai seorang wanita justru menghancurkan dirinya.
"Tentu saja, Dad. Aku tahu dia hanya mencobai aku saja, oleh sebab itu aku tidak ragu untuk mengeluarkan uang sebanyak itu. Jika aku menolak waktu itu, bukankah aku akan mempermalukan dirimu? Apa katanya nanti? Putra seorang Bob Howard yang adalah seorang politikus tidak berani mengeluarkan uang hanya untuk makan saja. Bukankah dengan demikian aku sudah mempermalukan dirimu, Dad?" sungguh pemuda yang bermulut manis. Dia memang sudah mempersiapkan semuanya dan memikirkan jawaban yang tepat saatnya ayahnya bertanya akan uang itu.
"Baiklah, aku tahu yang kau maksudkan tapi lain kali jangan mengeluarkan uang sebanyak ini untuk makan. Seperti yang ibumu katakan, jangan sampai kau dibodohi olehnya!"
"Tidak akan, Dad. Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" ucap Richard.
"Bagus, ingat jangan kelewatanc!" Bob melangkah pergi, dia sudah selesai tapi tidak untuk Anne yang masih tidak terima putranya menghabiskan uang yang begitu banyak hanya untuk seorang wanita saja. Sungguh dia tidak mau Richard dihancurkan oleh seorang wanita.
"Apa yang kau lakukan, hah? Enam ratus dolar bukan uang yang sedikit!" ucap ibunya.
"Aku tahu, Mom. Memang bukan uang yang sedikit tapi aku ingin dekat dengan wanita itu!"
"Siapa, Richard? Siapa yang telah membuatmu begitu gila seperti ini? Wanita mana yang sudah membuatmu begitu mudah kehilangan akal sehatmu?" entah kenapa dia justru curiga dengan si dosen itu. Selama ini Richard memang penasaran dengannya dan jangan katakan tebakannya benar.
"Cinta itu memang buta, Mom. Bisa membuat orang gila dan hampir semua laki-laki jadi buta karena cinta jadi jangan terlalu berlebihan. Lagi pula selama ini aku benar-benar menjadi anak yang patuh. aku bahkan tidak pernah pergi bersenang-senang dengan para sahabatku jadi jangan terlalu berlebihan saat aku menghabiskan enam ratus dolar hanya untuk mendekati wanita yang aku sukai!"
"Kau benar-benar bodoh. Cari wanita yang menerima dirimu apa adanya bukan ada apanya!" ucap ibunya kesal.
"Ck, Mommy juga memanfaatkan Daddy tapi aku tidak. Aku juga tidak sedang dimanfaatkan karena aku yang menginginkannya. Mommy tidak perlu khawatir, aku tahu batasanku dan aku tidak akan melewatinya," ucap Richard. Dia tahu Elena tidak mungkin memeras uangnya dan dia yakin kemarin itu Elena hanya mencobai dirinya saja.
"Aku harap kau tidak menghancurkan dirimu sendiri hanya gara-gara wanita. Sekarang katakan pada Mommy, siapa wanita yang telah membuat kau segila ini. Jangan katakan jika dosen wanita itu karena aku akan marah!" ucap ibunya.
"Memangnya kenapa jika dia. Mom? Apa salahnya jika aku mengejarnya?" tanya Richard.
"Jadi benar dia?" teriak ibunya tidak terima.
"Tidak perlu berteriak seperti itu, Mom. Aku memang sedang mendekatinya!" ucap Jansen tanpa ragu.
"Kau benar-benar tidak mendengarkan perkataan Mommy, Richard!" teriak ibunya emosi. Sudah dia duga putranya mengejar wanita itu. Apa tidak ada yang lainnya?
"Aku tidak mengerti kenapa Mommy tidak menyukai dirinya padahal dia tidak melakukan sesuatu yang buruk tapi Mommy tidak menyukainya tanpa alasan!" ucap Richard.
"Jangan dia, Richard, Dia tidak sepadan denganmu. Kau adalah putra pejabat sedangkan dirinya? Dia bukan siapa-siapa jadi jangan dia!"
"Dia pantas karena dia adalah dosen. Aku ingin kembali bekerja dan aku harap Mommy tidak ikut campur dan melarang kami!"
Anne mencengkeram kedua tangan dengan erat, satu belum selesai kini tambah satu lagi pengganggu yang harus dia singkirkan. Selain menyingkirkan Jansen, dia pun harus menyingkirkan dosen itu karena dia tidak suka Richard mengejar wanita seperti itu. Yang pantas untuk putranya hanyalah putri seorang pejabat, bukan seorang dosen.