
Mariana sudah ditarik pergi ketika Elena datang untuk membantu. Tentunya dia hendak dijual gara-gara ayah dan kedua saudara tirinya yang memiliki banyak hutang. Ibunya menikah lagi dengan pria yang memiliki dua orang putra. Kehidupan mereka baik-baik saja saat awal tapi lambat laun sifat ayah tirinya mulai terlihat. Setiap hari ibunya harus mendapatkan perlakukan kasar yang membuat ibunya meninggal karena pukulan yang harus dia dapatkan setiap hari.
Semua semakin memburuk karena kedua saudara tirinya tidak jauh berbeda dengan ayah mereka. Mereka suka berjudi dan mabuk. Pada saat kalah berjudi, mereka akan pulang lalu memukul Mariana lalu melecehkan dirinya. Mariana yang tidak memiliki siapa pun tidak berani melarikan diri dan hanya mampu bertahan tapi malam ini, dia benar-benar akan dijual untuk menebus hutang-hutang keluarga bejatnya.
Melarikan diri dari kehidupan pahitnya dan bergabung dengan Black Circle adalah hal paling benar yang dia lakukan meski mereka sering membuat kekacauan karena di sanalah dia tidak mendapatkan perlakuan kasar serta dilecehkan. Kelompok itu pula keluarganya yang tidak pernah mempermasalahkan kehidupannya karena mereka semua memiliki masalah masing-masing.
Beberapa hari yang lalu, sebelum akan dijual. Mariana yang sudah bekerja karena sudah putus sekolah dimintai uang oleh kedua kakak tirinya untuk membayar hutang. Mariana menolak, dia tidak sudi uang yang dia dapat dengan susah payah diambil oleh kedua saudara tirinya yang hanya bisa masuk dan berjudi saja. Mereka jadi marah, motor yang dibeli oleh Mariana dengan susah payah pun hendak dijual namun lagi-lagi Mariana menolak oleh sebab itulah, mereka hendak menjual Mariana sebagai solusi dari permsalahan mereka.
Jika menikah dengan orang yang salah, anak pasti menjadi korban dan beberapa dari mereka memang mengalami kejadian yang tak jauh berbeda. Mariana ditarik pergi oleh saudara tirinya. Saudara yang lain menunggu di mobil, mereka tidak menduga Mariana akan meminta bantuan dan semua jadi kacau. Sepertinya mereka harus mencari pembeli yang lainnya.
"Lepaskan aku, baj*ngan. Aku bukan boneka yang bisa kau jual sesuka hati!" teriak Mariana saat dirinya ditarik paksa.
"Diam! Dulu ibumu sakit keras dan bisa sembuh karena kami jadi kau harus balas budi!" inilah yang membuatnya tidak bisa pergi karena dia tidak mau berhutang budi tapi setelah malam ini, dia tidak mau lagi.
"Ibuku benar-benar salah menikahi ayah kalian yang baji*angan!" akibat perkataannya itu, Mariana mendapatkan sebuah tamparan keras di wajahnya.
"Tutup mulutmu dan jadilah patuh!" Mariana didorong paksa masuk ke dalam mobil.
"Apa yang terjadi?" saudara yang lain yang sedari tadi menunggu di mobil tampak heran apalagi dengan kekacauan yang sedang terjadi.
"Cepat pergi, kita cari pembeli yang lain!"
"Sialan, para sahabatku akan menendang kalian semua!" teriak Mariana. Dia yakin Jansen pasti akan segera membantunya.
Jansen dan anak buahnya yang mendadak mendapatkan senjata api sungguhan tentu saja mendapat kesulitan untuk menggunakan benda itu. Mereka menembak secara asal-asalan untuk pertama kali namun setelah beberapa saat, mereka mulai menguasainya.
Elena yang masih mengejar para anak buah Mafia yang hendak membeli Mariana pun berhenti. Percuma mengejar mereka karena yang harus dia selamatkan adalah Mariana. Gadis itu tidak terlihat, dia curiga Mariana sudah dibawa pergi.
Elena berlari, untuk mencari Jansen dan anak buahnya yang juga sedang mencari Mariana di dalam bangunan namun mereka tidak juga menemukan keberadaan Mariana tapi anak buahnya yang mencari di luar melihat Mariana dibawa pergi oleh saudara tirinya.
"Bos, Mariana sudah dibawa pergi!" teriakan itu menarik perhatian Elena yang langsung berlari menghampiri anak buah Jansen.
"Apa kau melihat dia dibawa dengan dengan apa?" tanyanya.
"Mobil berwarna biru yang membawanya ke arah sana!" jawab anak buah Jansen sambil menunjuk.
"Jansen!" Elena berteriak memanggil. Jansen yang sudah keluar tentu menghampiri Elena berserta anak buahnya.
"Mana Mariana?" tanyanya pula.
"Berikan senjata itu!" pinta Elena pada anak buah Jansen yang memegangi senjata api laras panjangnya. Tidak saja senjata itu, dua pistol juga dia ambil karena benda itu bisa dia gunakan nanti.
"Apa rencanamu?" tanya Jansen.
"Baik, Kakak ipar!" geng motor itu benar-benar patuh padanya. Sebuah kunci motor sudah diberikan padanya, Elena bergegas pergi bersama dengan Jansen. Yang lain segera pergi dari tempat itu sebelum ada yang datang dan melihat mereka tentunya mereka pergi dengan tanda tanya besar di hati.
Selama membawa Mariana, saudara tirinya kembali membuat kesepakatan dengan seorang mafia pemilik tempat rumah bordil. Mariana mengumpat dan memaki tapi mereka tidak peduli karena mereka sudah membutuhkan uang untuk membayar semua hutang mereka.
Elena dan Jansen yang membawa motor tentu saja dapat menyusul mereka. Mobil yang cukup mencolok, mereka tidak mungkin salah. Sambil membawa motornya, Elena menarik senjata api laras panjang yang ada di punggung lalu mengarahkannya ke arah mobil yang membawa Mariana.
Sebuah tembakan dilepaskan, peluru yang menghantam mobil mengejutkan Mariana dan kedua saudara tirinya. Mereka mengumpat, sedangkan Mariana melihat ke belakang dan sangat senang melihat ada yang mengejar. Dia tidak tahu jika Elena yang berada di atas salah satu motor itu karena helm yang dia kenalan.
"Apa kau sudah gila?!" teriak Jansen. Kaca helm dinaikkan, dia tidak menduga Elena akan menembak saat mobil sedang berjalan karena bisa membahayakan Mariana serta pengguna jalan yang lain.
Elena tidak menjawab, dia tidak suka menunda. Jika ingin menjadi penjahat, jangan menjadi penjahat tanggung dan Jansen bisa mempelajari hal itu baik-baik. Elena kembali menembak, kali ini menghantam kaca mobil bagian belakang hingga pecah. Mariana berteriak lalu menunduk, jangan sampai kepalanya yang pecah.
"Sialan, siapa itu Mariana?" teriak salah satu saudara tirinya.
"Setelah ini kalian pasti akan berakhir di penjara!" teriak Mariana.
Elena memberi isyarat pada Jansen untuk menembaki mobil mereka untuk mengalihkan perhatian karena dia yang akan mencegat mereka dari depan. Jansen mengangguk, senjata api laras panjang pun diambil. Setidaknya dia sudah bisa menggunakan benda itu. Sungguh menyenangkan, dia akan belajar setelah ini.
Tembakan yang diberikan oleh Jansen tentu membuat kedua saudara tiri Mariana semakin murka. Mereka tak menyadari jika Motor yang dibawa oleh Elena sudah melesat ke depan sana. Timah panas yang terus menghantam badan mobil membuat umpatan dan makian tak henti terdengar dari kedua saudara tiri Mariana.
Elena memutar motornya dan menghentikan motornya setelah cukup jauh. Senjata api laras panjang disimpan, kini dia menggunakan pistol saja. Elena tampak bersiap-siap, dia akan menghentikan mobil itu dengan cara yang sedikit extreme tentunya tidak akan mencelakai Mariana. Motornya kembali dijalankan, ke arah yang berlawanan.
"Sialan!" teriak kakak tiri Mariana yang membawa mobil. Gas diinjak sampai maksimal hingga mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Dia akan menabrak Elena yang berada di depan sana. Dia tidak peduli dengan Jansen yang sedang berusaha membidik roda mobilnya namun gagal karena belum adanya pengalaman.
"Mati kau!" teriaknya saat mobilnya dan motor yang dibawa oleh Elena sudah semakin mendekat. Elena tak menghentikan laju motornya yang terus melaju kencang meski sudah dekat dengan mobil yang dibawa oleh kakak tiri Mariana.
Kedua kendaraan itu semakin dekat, dan dekat dan ketika jarak sudah tinggal beberapa meter saja, dengan cepat Elena memindahkan tangan kirinya untuk memegangi setang motor yang ada di kanan lalu Elena memiringkan tubuhya ke kanan untuk untuk menembak roda mobil mereka. Kedua kakak tiri Mariana tidak mengerti dengan apa yang hendak dilakukan oleh Elena, kedua mata melotot namun dalam sekejap mata saja, lima atau enam peluru melesat cepat lalu menghantam ban mobil mereka dan setelah itu, Elena membelokkan motornya ke kiri untuk menghindari tabrakan.
Roda mobil yang terkena tembakan meletus sehingga mobil itu berjalan tidak beraturan. Kedua kakak Mariana panik luar biasa apalagi ada truk di depan mereka. Tidak ingin mati konyol, setir mobil dibanting sehingga mobil itu terperosok ke sisi jalan dalam keadaan terbalik.
Elena dan Jansen menghentikan motor mereka lalu buru-buru berlari menuju mobil yang terbaik untuk membantu Mariana yang masih berada di dalam mobil itu.
#J
#Elena#
Entah pernah pakai atau ngak, lupa guys karena yang gw ingat cuma visual Jhon, Jacob, Edward, Abraham, Albert and two M. Sisanya ambyar saking banyaknya 🤭 30 lebih novel, gak sanggup ingat lagi 🤣