
Syarat agar Jansen tetap bisa kuliah di kampus milik ayahnya sendiri tentu saja sudah didengar oleh seluruh mahasiswa karena kabar itu tersebar bagaikan ditiup oleh angin. Banyak yang tidak suka dengan Jansen, banyak pula yang menyimpan dendam pada dirinya tapi sejauh ini Jansen tidak melakukan kesalahan karena dua puluh pemuda yang berada di ujung tanduk melindunginya secara diam-diam serta semua orang yang membenci Jansen tidak melakukan kekerasan.
Sejauh ini aman-mana saja. Jansen pun tidak melakukan kekerasan dan merusak fasilitas umum seperti yang biasa dia lakukan sebelum bertemu dengan Elena. Dia pun berusaha menghindari bentrokan dengan kelompok lain kecuali Blood's Rose yang tak bisa dia hindari karena ulah Leo. Semua yang dia lakukan dengan Elena dapat ditutupi dengan baik sehingga tidak ada yang tahu tapi hari ini peruntungan mereka berakhir karena ada yang melihat aksi mereka bahkan merekamnya.
Tidak heran jika Jansen membuat kekacauan dan keributan tapi Elena? Tidak ada pula yang tahu dan menyangka aksi mereka untuk menyelamatkan Mariana dari ayah tirinya yang bejat justru kepergok oleh salah satu mahasiswa dan dia adalah murid Elena sendiri.
Murid itu tinggal di samping rumah Mariana dan memang Mariana tidak tahu jika pemuda yang tinggal di samping rumahnya adalah murid Elena. Keributan dan kekacauan yang ditimbulkan oleh ayah dan saudara tiri Mariana sudah terbiasa para tetangga yang tinggal di sekitar rumah Mariana dapatkan tapi tidak ada yang berani melaporkan hal itu dan seperti biasa, pemuda yang tinggal tidak jauh dari rumah Mariana itu merasa terganggu dengan apa yang dilakukan oleh ayah tiri Mariana serta rekannya.
Semua orang sudah tidak tahan tapi pemuda yang lebih tidak tahan itu berniat melakukan protes tapi siapa yang menduga jika dia justru melihat teman sekelasnya yang selalu membuat onar namun tidak hanya itu saja yang membuatnya terkejut, yang membuatnya terkejut adalah keberadaan sang dosen, Elena.
Penasaran dengan apa yang hendak mereka lakukan di rumah tetangga yang selalu melakukan banyak kekacauan membuat pemuda itu mengambil ponselnya. Dia pergi mengintip ketika Elena dan Jansen sedang melawan ayah tiri Mariana serta para rekannya. Jansen yang berkelahi sudah tidak diherankan lagi tapi sang dosen? Pemandangan yang pertama kali dilihat itu pun diabadikan dengan kamera ponsel dan sekarang, akibat tidak percaya dengan aksi dosen yang biasanya terlihat manis dan lemah lembut di kampus diperlihatkan kepada beberapa mahasiswa hingga video itu menyebar dengan luas dalam sekejap mata. Sebab itulah Elena dan Jansen mendapatkan tatapan kurang menyenangkan dari beberapa mahasiswa.
Rumor tak sedap tentang mereka berdua pun mulai beredar. Ada yang berkata jika Elena adalah iblis yang bersembunyi di balik sosok malaikat yang dia miliki dan ada pula yang berkata jika Elena adalah ketua geng selama ini yang sengaja menjadi dosen untuk membantu Jansen agar bisa lulus. Sekarang semua jadi meragukan prestasi yang Jansen tunjukkan waktu itu karena mereka menebak Jansen sudah dibantu oleh Elena sebelumnya.
Selain bisik-bisik tidak menyenangkan itu, beberapa dari mereka tampak takut dan segan pada Elena. Mereka menunjukkan sikap itu dengan sangat jelas karena mereka buru-buru mundur ketika Elena dan yang lainnya berjalan lewat.
Elena sangat heran, sikap para mahasiswa tidak seperti biasanya. Mereka menghindarinya bahkan hanya menyapanya sekilas saja. Apa karena dia dan Jansen sedang berjalan bersama ataukah karena ada Leo dan Mariana?
"Kakak ipar, kenapa mereka tampak tidak bersahabat?" tanya Mariana sambil berbisik.
"Mungkin karena ada dirimu!" ucap Leo.
"Tidak mungkin! Gadis secantik aku seharusnya menarik perhatian!" ucap Mariana.
"Jangan terlalu percaya diri, saat jatuh rasanya sangat sakit!" cibir Jansen.
"Ck, bos memang tidak pandai menilai wanita!"
"Jangan ribut, sepertinya telah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Leo, pergi ke kelasmu begitu juga Jansen. Jangan melakukan hal yang merugikan diri sendiri karena situasi yang tidak memungkinkan. Aku sudah harus pergi ke ruang guru dan Mariana, jangan terlambat pergi bekerja!"
"Ada apa, Elena?" tanya Jansen.
"Entahlah, sebaiknya kau bersiap menghadapi situasi buruk yang mungkin saja akan segera terjadi," setelah berkata demikian, Elena melangkah pergi ke ruang guru. Jansen sangat heran, apa maksud dari ucapan Elena?
Seorang dosen yang mendapatkan rekaman akan aksi Elena dan Jansen bergegas menemui sang rektor. Sang rektor harus tahu jika salah dosen di sana adalah seorang preman. Tindakan tegas harus diambil karena para preman itu harus segera dikeluarkan sebelum menguasai kampus.
Akibat takut Elena datang dan mencegahnya membuat dosen wanita yang hendak menyampaikan pesan berlari sekuat tenaga dan masuk ke dalam ruangan rektor tanpa permisi lagi. Rektor yang sedang sibuk terkejut akibat kehadiran sang dosen yang tak diundang sama sekali kedatangannya.
"Kenapa kau masuk secara tiba-tiba? Apa aku memintamu untuk datang?"
"Ma-Maaf, tapi ada yang hendak aku sampaikan padamu!"
"Apakah penting? Jika tidak maka keluar dan pergi mengajar!" sang rektor masih bersikap acuh tak acuh karena dia menganggap tidak ada yang penting.
"Sir, kau harus tahu jika jika?" mendadak dosen itu gugup.
"Jika apa? Bicara yang jelas!"
"E-Elena Jackson, dia ketua preman," kini isu buruk yang dia ambil dan memang diyakini banyak orang setelah melihat aksi brutalnya.
"Apa kau bilang?" sang rektor terkejut, dia bahkan beranjak dari tempat duduknya dan menatap dosen yang membawa berita itu dengan tatapan tajam.
"Jangan membual karena ini berbahaya untukmu!"
"Aku tidak membual, kau bisa melihatnya!" dosen itu melangkah mendekat dengan napas memburu dan dengan tangan gemetar pula, dia menunjukkan video perkelahian Jansen dan Elena. Sang rektorĀ terkejut, ponsel yang ada di tangan dosen itu direbut lalu dilihat dengan baik-baik isi rekaman yang semakin tersebar luas di antara murid.
"Bagaimana bisa? Siapa yang mengambil video ini?" tanyanya.
"Seorang murid, video ini sudah tersebar luas dan para murid mengatakan jika dia adalah ketua preman yang menyamar menjadi dosen untuk membantu Jansen agar lulus. Dia pula ketua Jansen yang selalu memimpinnya untuk membuat onar. Kau harus mengambil tindakan tegas untuk hal ini karena citra kampus yang sudah buruk akan semakin buruk akibat adanya preman yang menyamar menjadi dosen. Jangan sampai tahun depan kampus ini sepi karena tidak ada lagi orangtua yang mau menyekolahkan anak-anak mereka di kampus ini."
"Sial. Panggil murid yang merekam kejadian ini dan redakan isu agar tidak semakin tersebar luas sehingga memperburuk keadaan. Aku akan memanggil Tuan Howard untuk membahas hal ini dengannya karena kita tidak bisa sembarangan mengambil tindakan!"
"Baik, Sir!" dosen itu keluar dari ruangan sang rektor dengan terburu-buru untuk menjalankan perintah namun gosip yang disebarkan dengan bisik-bisik justru semakin tersebar luas dan kini persepsi akan Elena semakin banyak bahkan ada yang mengira jika Elena adalah calon istri Jansen yang menyamar namun semua gosip itu tak bisa dibuktikan kebenaran kecuali gosip buruk yang bertahan yaitu Elena adakah preman yang menyamar menjadi dosen dan dialah ketua dari kelompok yang didirikan oleh Jansen dan dia pulalah yang telah membawa Jansen ke dalam pergaulan buruk.