My Lecturer Is A Queen Of Mafia

My Lecturer Is A Queen Of Mafia
Blood's Rose, Musuh Yang Tak Disadari



Blood's Rose, adalah sekelompok pemuda yang selalu melakukan kejahatan di jalan. Kelompok itu pun terkenal dengan tindakan brutal mereka. Blood's Rose tidak segan melukai korbannya bahkan mereka tidak segan membunuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Di bandingkan dengan Black Circle yang hanya membentuk sebuah geng untuk kesenangan semata demi lari dari kenyataan hidup, Blood's Rose adalah kelompok yang melakukan banyak tindak kriminal. Kelompok itu terlibat dalam bisnis obat-obatan, beberapa korban akibat pemerkosaan yang mereka lakukan pun sudah berakhir di tangan mereka. Mereka juga buronan karena tindakan kriminal mereka tapi mereka begitu licin dan cerdik sehingga bisa melarikan diri.


Setelah Leo pergi dengan beberapa sahabatnya, mereka memilih menghabiskan waktu mereka di sisi jalan. Mereka berbincang sambil menghabiskan beberapa minuman beralkohol serta beberapa batang rokok. Kebersamaan Leo dan beberapa sahabatnya mendadak saja mendapatkan gangguan dari beberapa anggota Blood's Rose.


Tiga orang membawa tongkat dengan gaya punk mereka, tiba-tiba saja berdiri di hadapan Leo dan yang lain dengan sikap menantang apalagi mereka tahu jika Leo dan kawan-kawannya adalah kelompok Black Circle yang dipimpin oleh Jansen. Selama ini Blood's Rose tidak suka dengan Jansen yang bisa bebas dengan mudah saat tertangkap sedangkan mereka harus menyembunyikan diri sebagai buronan. Mereka menganggap Jansen dan anak buahnya adalah kelompok naif yang tidak pernah melakukan kesenangan yang sesungguhnya seperti merampok, membunuh dan memperkosa korban.


Leo dan kawan-kawannya yang sedikit mabuk akibat minuman terkejut dengan kemunculan anggota Blood's Rose. Mereka pun diserang secara tiba-tiba setelah kelompok kriminal itu mengucapkan sepatah dua kata. Kelompok itu tentu ingin memancing Jansen keluar karena mereka ingin menghabisi Jansen.


Leo dan kawan-kawannya sempat melawan menggunakan botol minuman yang sudah kosong tapi sayangnya mereka kalah karena anggota Blood's Rose justru semakin bertambah dan mereka juga membawa senjata tajam. Kelompok kriminal itu tidak ragu sama sekali menusuk musuh mereka. Beberapa anak buah Jansen mendapatkan luka tusuk namun dua berhasil lari sedangkan Leo dan yang lain ditangkap oleh anggota Blood's Rose. Yang tertangkap dibawa ke markas sedangkan yang dua sengaja dibiarkan pergi karena mereka memang ingin memancing Jansen untuk datang.


Kedua anak buah Jansen yang terluka melarikan diri dengan susah payah dengan luka tusuk di bagian perut mereka. Beruntungnya salah satu dari mereka tahu jika Jansen berada di rumah Elena karena dia pernah ikut ke rumah Elena satu kali. Mereka hampir kehabisan darah ketika mereka tiba namun mereka berhasil mengatakan pada Jansen jika Leo ditangkap oleh Blood's Rose.


Mariana semakin panik karena darah yang mengalir dari luka tusuk di perut kedua sahabatnya tidak juga berhenti. Elena berlari ke dalam untuk mengambil obat dan handuk tapi itu hanya untuk tindakan pencegahan saja karena dia harus memanggil ambulance setelah ini.


Jansen berjongkok karena ada yang hendak anak buahnya sampaikan. Tentu pesan yang ditinggalkan oleh Leo dan dia harus menyampaikannya.


"Bagaimana bisa kalian berurusan dengan Blood's Rose? Bukankah aku selalu mengatakan untuk menghindari kelompok brutal itu?"


"Bukan kami yang memulai, Bos," jawab anak buahnya.


"Lalu kenapa kalian bisa diserang oleh kelompok itu?" tanya Jansen lagi. Sudah lama dia menghindar dari kelompok itu karena dia tahu mereka sangat berbahaya. Dia tidak mau anak buahnya mendapatkan celaka karena mencari perkara dengan Blood's Rose.


Mereka adalah kumpulan anak-anak yang memiliki masalah di rumah dan tidak memiliki hubungan baik dengan orangtua oleh sebab itu, jika mereka terlibat dalam masalah besar apalagi sampai menghilangkan nyawa, dia tahu akhirnya tidak akan baik. Selama ini mereka hanya mengganggu ketenangan publik saja, mereka tidak ragu untuk merusak fasilitas publik. Keributan yang mereka lakukan hanya sebatas adu pukul sampai babak belur.


Bukannya takut, tapi sebagai ketua dari Black Circle, dia memiliki tanggung jawab untuk menjaga anak buahnya dan memastikan anak buahnya tidak berada di dalam bahaya dan mengalami hal yang besar oleh sebab itu dia selalu meminta anggota gengnya untuk tidak terlibat dengan kelompok lain terutama Blood's Rose karena kelompok itu adalah musuh yang tak disadari oleh mereka.


"Kami sedang menikmati waktu di sisi jalan tapi tiba-tiba saja, tiga anggota Blood's Rose menghampiri kami dan mencari perkara dengan kami. Saat itu kami sedikit mabuk oleh sebab itu kami melawan mereka tapi siapa yang menduga, anggota Blood's Rose semakin banyak dan membawa senjata tajam!"


"Kau jangan pergi, Bos. Leo memintamu untuk tidak pergi!" ucap yang lain.


Rintihan mereka terdengar, kekuatan mereka semakin habis. Elena yang sudah mendapatkan handuk dan obat sudah kembali,  dia meminta Mariana membantunya untuk menghentikan pendarahan di luka yang ada di perut kedua pemuda itu.


"Segera hubungi ambulance, Jansen!" perintah Elena.


"Aku harus pergi!" ucap Jansen seraya beranjak dan melangkah mundur.


"Ja-Jangan bos, mereka menginginkan dirimu!" ucap salah satu anak buahnya yang mulai sekarat.


"Tidak, sekarang bukan waktunya menjadi pengecut. Aku harus menyelamatkan Leo dan yang lain. Tolong kalian urus mereka!" ucap Jansen.


"Aku tidak bisa menunggu!" Jansen berlari dengan cepat untuk menuju kamarnya karena dia ingin mengambil jaket. Elena menekan handuk diluka agar darah tidak semakin banyak keluar, dia pun meminta Mariana untuk menghubungi ambulance.


"Tolong jangan sampai bos pergi, kakak ipar. Tolong cegah dia!" pinta anak buah Jansen.


"Tidak perlu khawatir, percayalah padanya. Bos kalian tidak selemah yang kalian kir. Sebaiknya tidak banyak bicara, Mariana sedang memanggil ambulance!" ucap Elena.


"Mereka berbahaya, tolong cegah dia!" pinta anak buah Jansen lagi sambil memegangi tangan Elena.


Elena kembali meyakinkan jika Jansen mampu, sepertinya kelompok Blood's Rose itu benar-benar berbahaya tapi dia percaya jika Jansen bisa menyelamatkan Leo dan anak buahnya yang lain tapi dia akan tetap membantu nantinya.


"Sepuluh menit lagi ambulance akan datang!" ucap Mariana yang kembali menghampiri Elena.


"Jaga mereka baik-baik!" Elena beranjak, dia harus mengingatkan Jansen agar tidak gegabah. Secara kebetulan Jansen sudah selesai, dia harus segera pergi jika tidak, Leo dan yang lain pasti akan mati.


"Tunggu, Jansen. Jangan gegabah dalam mengambil langkah!"


"Tolong kau urus mereka, aku akan Pergi menyelamatkan Leo!"


"Apa kau yakin kau bisa?" tanya Elena.


"Tentu saja aku yakin. Sebagai pemimpin mereka, aku harus pergi menyelamatkan mereka. Jangan sampai aku dianggap pemimpin yang pengecut sehingga aku mengabaikan Leo dan yang lain. Blood's Rose tidak akan main-main, mereka akan membunuh Leo dan yang lain jika aku tidak pergi jadi ini adalah tanggung jawabku sebagai ketua Black Circle," Jansen meriah kedua tangan Elena dan menggenggamnya. Ekspresinya juga terlihat serius, dia ingin Elena mempercayai dirinya jika dia mampu.


"Percayalah padaku jika aku mampu meski aku tidak sehebat dirimu," ucapnya dengan ekspresi seriusnya.


"Baiklah, aku percaya padamu. Lagi pula kau memang harus menunjukkan kepemimpinanmu jadi pergilah!" kali ini dia tidak akan mencegah. Dengan begini Leo tidak akan salah sangka lagi padanya.


"Terima kasih telah mempercayai aku, tolong bawa mereka ke rumah sakit!" Jansen melangkah pergi, dia hendak meminjam motor pada salah satu anak buahnya.


"Jansen, pakai motorku!" ucap Elena seraya melemparkan kunci motornya ke arah Jansen. Jansen menangkap kunci motor itu, padahal dia tidak mau merusak motor Elena tapi dia tidak memiliki waktu lagi untuk berdebat. Jensen pergi seorang diri untuk menyelamatkan Leo dan anak buahnya. Dia pasti bisa melakukannya, pasti bisa.


"Kenapa kakak ipar membiarkan bos pergi sendiri?" tanya Mariana yang terlihat khawatir.


"Ini waktunya bagi Jansen untuk menunjukkan kepemimpinannya, Mariana. Biarkan saja dia pergi dan percayalah jika dia bisa menyelamatkan Leo tapi bukan berarti aku tidak akan membantu!"


"Maksud kakak ipar?" Mariana sungguh tidak mengerti.


"Sebaiknya bantu mereka terlebih dahulu!" ucap Elena tanpa menjawab. Mariana benar-benar tidak mengerti, Elena seperti merencanakan sesuatu tapi dia tidak mengerti. Meski begitu dia tetap patuh karena Jansen pun berkata jika dia bisa mengalahkan Blood's Rose dan membawa Leo kembali.