My Lecturer Is A Queen Of Mafia

My Lecturer Is A Queen Of Mafia
Masih Ada Yang Belum Selesai



Elena sedang sibuk ketika Mariana sudah pulang. Hari ini dia pergi ke pengadilan didampingi oleh mengacara yang dipercayakan Elena untuk membantunya. Mariana benar-benar dibantu meski kasusnya belum selesai. Meski Elena tidak lagi turun tangan seperti waktu itu karena Elena sibuk dengan pekerjaannya dan beberapa hal yang ditimbulkan oleh sahabatnya.


Kedua kakak tirinya memang sudah mendapatkan ganjaran karena mereka di vonis belasan tahun penjara akibat perbuatan mereka waktu itu tapi masih ada ayah tirinya yang belum mendapatkan hukuman karena bukti untuk menjerat ayahnya untuk masuk penjara masih kurang. Hakim tidak terima ucapan tanpa bukti jadi dia harus memberikan bukti untuk menjerat ayah tirinya.


Mariana pulang membawa makanan dan buah-buahan, dia sudah mendapatkan tumpangan jadi dia harus tahu diri karena dia tidak mau menjadi beban Elena. Mariana mendekati Elena, dia ingin tahu apa yang sedang Elena lakukan karena dia terlihat begitu serius.


"Hari ini lebih cepat dari biasanya," ucap Elena basa basi tanpa melihat ke arah Mariana.


"Sidangnya lebih cepat selesai kakak ipar, karena hari ini sidang keputusan dan kedua baji*Ngan itu sudah mendapatkan ganjarannya. Semua berkat kakak ipar, terima kasih," ucap Mariana.


"Apa semua sudah selesai?" Elena tidak ikut campur karena dia mempercayakan semuanya pada sang pengacara.


"Sesungguhnya belum selesai, kakak ipar. Si tua bangka itu masih menikmati waktunya. Dialah dalang yang membuat hidupku menderita. Dia memukul ibuku sampai ibuku mati lalu dia pula yang memerintahkan kedua anaknya untuk melecehkan aku lalu dia turut andil!" Mariana tampak dendam namun dia tidak berdaya karena dia tidak memiliki siapa pun yang bisa menjadi tempat berlindungnya.


"Kau sudah diperlakukan seperti itu, kenapa kau tidak lari dari rumah?" Elena melirik Mariana sejenak, dia ingin tahu kenapa Mariana tidak lari dari keluarganya yang baji*ngan itu.


"Aku tidak memiliki siapa pun, kakak ipar. Aku selalu diancam akan dibunuh oleh mereka jika aku berani melapor dan mengatakan apa yang telah mereka lakukan padaku. Aku terlalu naif sehingga aku tidak berani melawan sebab itulah aku bergabung dengan Black Circle. Meski semua anggotanya laki-laki tapi mereka tidak pernah melecehkan aku bahkan mereka semua menerima aku."


"Lalu kenapa kau tidak meminta bantuan mereka untuk lepas dari keluarga bejatmu itu, Mariana?"


"Mereka semua memiliki masalah. Aku tidak mungkin menyeret mereka ke dalam masalahku. Mereka mau menerima aku dan berteman denganku saja sudah membuat aku bahagia."


"Baiklah, jika begitu kau tidak boleh ragu menjerumuskan yang lain setelah kau menjerumuskan yang lainnya!"


"Aku tahu, terima kasih atas bantuan kakak ipar. Mengenai biaya untuk membayar pengacara, aku akan membayarnya dengan perlahan tapi dengan mencicil dan setelah aku ada uang," Mariana menunduk, dia tampak malu.


"Sudahlah, aku tidak meminta bayaran padamu. Aku hanya ingin kau memiliki kehidupan yang lebih baik setelah ini!"


"Kakak ipar, kenapa kau memiliki hati yang begitu baik? Kau membantu kami secara totalitas. Tidak saja membantu bos tapi juga membantu aku dan Leo. Kakak ipar tidak meminta bayaran sama sekali padahal kakak ipar telah mengeluarkan banyak uang untuk membantu kami. Kenapa kakak ipar bisa sebaik ini?"


"Aku tidak baik, sungguh!" ucap Elena.


"Tidak baik bagaimana, kakak ipar jangan terlalu merendah."


"Aku tidak merendah, Mariana. Aku melakukan hal ini karena membantu sesama adalah kewajiban. Ayahku juga dilahirkan oleh sepasang penjahat jika kau ingin tahu!"


"Apa?" Mariana terkejut mendengar perkataan Elena.


"Tapi dia dibuang dan ditemukan oleh orang yang sangat baik. Ayahku dicintai melebihi anak kandung sehingga kami memiliki keluarga yang luar bisa baik oleh sebab itu, ayahku berpesan padaku untuk selalu berbuat baik pada siapa saja yang membutuhkan dan jangan mengharapkan imbalan. Aku hanya bisa membatu tapi sisanya tergantung diri kalian sendiri apakah mau berubah atau tidak. Seperti aku memberikan kesempatan pada Leo, bukan berarti dia akan langsung menjadi raja tapi dia harus membuktikan apakah dia pantas berada di dalam keluargaku atau tidak karena jika tidak, maka aku yang akan menendangnya begitu juga dengan kau dan Jansen. Sekarang kau harus menunjukkan kejahatan ayah tirimu dan Jansen harus menujukan pada keluarganya jika dia bukanlah sampah!"


"Terima kasih, apa kakak ipar tahu kenapa bos memberontak dan membuat banyak kekacauan?"


"Bukankah karena ayahnya?" tanya Elena karena memang itulah yang dia tahu. Selama ini dia memang tidak pernah mengorek masalah Jansen terlalu jauh karena itu bukan urusannya.


"Memang karena ayahnya yang tidak peduli. Bos pernah berkata jika dia mulai kehilangan kasih sayang ayahnya setelah ibunya meninggal dan setelah ibu tirinya masuk ke rumah itu bersama dengan saudara tirinya."


"Apa ada alasan di balik kematian ibunya?" waktu itu Jansen tidak mengatakan alasan akan kematian ibunya.


"Itu bagus," ucap Elena.


"Kau tidak akan menyesal menerimanya, kakak ipar."


"Apa maksud perkataanmu ini?"


"Aku bisa melihat jika bos menyukaimu, kakak ipar. Mungkin saat ini kami hanya anak-anak nakal tapi suatu saat nanti, kami akan membuktikan jika kami bisa melampaui banyak orang bahkan kami bisa menjadi orang yang sukses."


"Baiklah, aku menantikannya tapi aku tegaskan satu hal padamu. Aku memang membantu tapi seperti yang aku katakan, semua tergantung diri kalian sendiri. Aku harap kau memanfaatkan kesempatan ini untuk membalas orang-orang yang telah berbuat jahat padamu!"


"Terima kasih, kakak ipar. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang kau berikan padaku dan aku akan mencari cara untuk menjerumuskan si tua bangka itu."


"Bagus, pergilah mandi. Di meja makan ada makanan!"


"Aku bawa makanan dan buah, apa kakak ipar mau?" tanya Mariana.


"Boleh, tapi nanti karena aku sedang sibuk."


"Apa yang kakak ipar lakukan? Apa bisa aku bantu?"


"Tidak, aku sedang mencari pekerjaan baru!"


"Apa?" Mariana tampak terkejut mendengar perkataan Elena. Apa Elena akan pindah dan pergi dari sana? Sepertinya bosnya harus tahu akan hal ini.


"Pergilah mandi!" ucap Elena yang kembali sibuk untuk mencari pekerjaan baru. Dia harus segera menemukannya karena dia pikir dia harus pindah. Ibu Richard salah paham padanya dan dia pun tidak mau kesalahpahaman itu semakin meluas sehingga dia semakin dimusuhi padahal dia tidak mengganggu dan menggoda Richard. Mengenal mereka saja tidak terlalu, dia pun jarang bertemu dengan Richard.


Dia tahu ancaman ibu Richard bukan ancaman biasa. Dari pada dia di pecat secara tidak terhormat gara-gara sesuatu yang tidak dia lakukan sehingga reputasinya jadi buruk, bukankah lebih baik dia mengundurkan diri dan mencari pekerjaan baru? Masih banyak kampus yang bisa dia datangi dan dia yakin tidak akan ada musuh di sana tapi dia harus mencari kampus yang benar-benar bagus kali ini meski pengalamannya masih sangat minim.


Elena yang masih serius mencari pekerjaan baru terkejut ketika Mariana berteriak dari dalam kamar seraya berlari keluar. Elena sampai beranjak dari tempat duduk dan melangkah dengan cepat untuk menghampiri Mariana.


"Kenapa kau berteriak?" tanya Elena.


"Kakak ipar, aku punya ide!" jawab Mariana.


"Katakan, aku pasti membantu!"


"Aku memang membutuhkan bantuanmu kakak ipar untuk menjebak si tua bangka itu!"


"Bagus, aku senang kau mendapatkan ide begitu cepat!"


"Tentu saja," jawab Mariana. Senyuman menghiasi wajah, dia yakin kali ini dia pasti bisa berhasil.


'"Pakai bajumu, kita bicarakan lebih lanjut akan rencanamu!" Elena kembali ke sofa, sedangkan Mariana sudah berlari menuju kamar. Elena memang orang paling baik yang pernah dia temui. Meski Elena membantu, tapi dia tidak langsung membereskan semuanya karena dia tahu, Elena ingin melihat kesungguhannya dan dia yakin semua itu berlaku pada mereka yang telah dibantu dan memang itulah yang dia lakukan.


Elena ingin mereka semua berubah dan tak lagi menjadi pecundang terutama Jansen karena dia berharap Jansen bisa menyelesaikan permasalahannya dengan keluarganya tanpa campur tangannya karena dia memang tidak berhak ikut campur. Lagi pula jika Jansen memang ingin bersama dengannya maka dia harus menunjukkan jika dia mampu menyelesaikan permasalahannya dengan keluarganya.