
Setelah mendapatkan kejutan pertama, Bob mendapatkan kejutan kedua yang tak terduga. Jabatannya terancam dicopot karena dia ketahuan bermain di belakang untuk sebuah proyek bernilai fantastis. Kejutan itu tentu saja mengejutkan dirinya, namanya jadi ikut terseret oleh kasus itu dan jabatannya sedang dipertaruhkan.
Kejutan kedua membuatnya sangat shock. Jangan sampai dia dipecat secara tidak terhormat karena hal itu sangatlah memalukan. Mau ditaruh di mana mukanya? Dia akan menjadi bahan cibiran nantinya dan yang paling buruk adalah, bisnisnya bisa hancur gara-gara hal ini.
Richard sudah kembali, dia tampak lesu. Dia sudah berusaha tapi saham yang terus merosot sungguh membuatnya tak berdaya karena dia sudah berusaha namun dia tidak bisa mencegah dan mengubah apa pun. Dia bahkan sudah berencana melakukan rapat agar perusahaan yang sudah dibangun lama tidak hancur dalam sekejap mata. Bob pun sudah kembali, keadaannya tidak jauh berbeda dengan Richard.
"Apa yang terjadi, apa yang terjadi?" teriak Anne. Dia mulai panik, semua terjadi secara mendadak, Dia masih berusaha menyangkal dan meyakinkan pada diri sendiri jika semua yang terjadi tidak mungkin ada hubungannya dengan Elena karena dia hanya pecundang tapi apakah demikian? Tiba-Tiba saja dia menjadi ragu karena dia merasa wanita yang dianggap preman itu bukanlah orang biasa.
"Apa yang sebenarnya terjadi. Dad? investor kita yang menanamkan modal paling banyak tiba-tiba saja menarik semua sahamnya secara tiba-tiba. Apa kau telah membuatnya tersinggung?" tanya Richard.
"Aku orang yang selalu bertindak dengan hati-hati, bagaimana mungkin aku menyinggungnya?" teriak Bob, dia juga pusing dengan kejadian itu.
"Lalu kenapa investor terbesar kita tiba-tiba menarik sahamnya? Tidak hanya itu saja, yang lain pun mulai mengikuti jejaknya dan sekarang, tidak sampai 30 persen yang bertahan!"
"Sial, jabatanku pun mulai terancam sekarang!" ucap Bob sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Anne terkejut, apa maksudnya?
"Apa maksud perkataanmu, Bob?" tanyanya.
"Apa kau tidak dengar? Jabatanku sedang terancam!"
"Apa? Bagaimana mungkin!" Anne mendapatkan dua kali kejutan. Hatinya ketar ketir dan dia semakin yakin jika semua yang terjadi akibat ulah Elena.
"Seharusnya kau tahu kenapa semua ini bisa terjadi, Anne!" Bob melotot ke arah istrinya. Semua gara-gara Anne yang memprovokasi Elena. Dia yakin semua yang terjadi pasti ulah Elena karena wanita itu berkata akan menghancurkan mereka dan bodohnya, mereka tidak percaya sama sekali.
"Apa maksudmu berkata demikian?" Anne menatap suaminya yang sudah beranjak lalu melangkah mendekati.
"Bukankah semua gara-gara kau yang memulai memprovokasi?" kini dia mulai menuduh.
"Apa? Jadi kau mulai menyalahkan aku sekarang?" Anne tampak tidak terima.
"Memang salahmu! Kita pergi ke sana untuk mengeluarkan mereka tapi kau justru menantangnya dan kau lihat, ucapannya terbukti. Dalam waktu singkat kita sudah mendapatkan dua masalah!"
"Tapi kau diam saja saat aku menantangnya!" teriak Anne tidak terima.
"Aku tidak peduli dengannya karena aku ke sana untuk Jansen tapi kau dengan sombongnya justru menantangnya dan memintanya untuk berlutut lalu merangkak keluar. Apa kau kira keinginanmu itu tidak keterlaluan?"
"Cukup, apa yang sebenarnya kalian debatkan?" tanya Richard yang tidak mengerti sama sekali.
"Aku tidak mau tahu, kau harus pergi menemui Elena Jackson untuk meminta maaf padanya. Jangan sampai kita semua menjadi gelandangan akibat kesombonganmu. Terserah kau mau menggunakan cara apa. Jika perlu merangkaklah di bawah kakinya agar dia memaafkanmu!" kali ini dia tidak akan berpihak pada istrinya lagi karena kali ini mereka mendapatkan masalah yang serius.
"Apa kau sudah gila, Bob? Teganya kau meminta aku merangkak di bawah kakinya?" lagi dan lagi, Anne berteriak karena dia tidak terima disalahkan oleh Bob padahal suaminya juga mendukung apa yang dia lakukan tadi.
"Kau yang menantangnya, Anne. Aku ingin mendepak mereka tapi kau justru bermain drama jadi kau harus melakukannya. Pergi temui Elena Jackson sekarang dan minta maaflah padanya. Jika kau tidak melakukannya, tidak hanya aku tapi kau dan Richard, kita akan menjadi penghuni jalanan sebentar lagi jadi pergi dan lakukan!" perintah Bob. Dia tidak peduli dengan cara apa, Anne harus pergi minta maaf.
"Aku tidak sudi merangkak di bawah kakinya, tidak akan pernah sudi!"
"Jika begitu, bersiaplah menjadi penghuni jalanan!" Bob melangkah pergi. Kepalanya semakin sakit saja karena banyaknya masalah yang dia dapatkan hari ini. Apa dia harus pergi menemui Jansen dan meminta maaf pada putranya lalu meminta Jansen berbicara pada Elena untuk menghentikan semua ini? Dia yakin jika Jansen yang berbicara dan meminta pada Elena, Elena pasti mau menghentikan semua ini tapi dia akan tetap memerintahkan istrinya untuk pergi meminta maaf pada Elena.
Anne menahan amarah sampai membuat wajahnya terasa panas. Dia sungguh tidak menyangka Bob justru menyalahkan dirinya dan memintanya untuk meminta maaf pada Elena. Dia tidak akan mau merangkak di kaki wanita yang baru dia hina itu, tidak akan pernah mau. Kedua tangan Anne mengepal erat, awas saja mereka berdua. Dia tidak akan melepaskan Jansen dan Elena. Dia pasti menghancurkan kedua pemuda pembaca masalah itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Mom? Apa yang kalian ributkan sedari tadi?" tanya Richard yang masih belum mendapatkan jawaban dari pertengkaran ayah dan ibunya.
"Semua yang terjadi gara-gara Elena Jackson. Saham perusahaan dan jabatan ayahmu yang terancam, semua gara-gara dirinya dan sekarang, aku harus merangkak di bawah kakinya dan meminta maaf? Aku sungguh tidak sudi!"
"Bagaimana mungkin, sebenarnya apa yang terjadi sampai-sampai dia melakukan hal ini. Kalian pasti telah membuatnya marah, bukan?" tanya Richard curiga.
"Dengar!" mau tidak mau Anne bercerita pada putranya kenapa sampai hal itu terjadi. Richard sungguh terkejut dan setelah mendengar cerita ibunya, dia semakin yakin jika Elena bukanlah orang biasa.
"Ayahmu juga ada di sana dan diam saja saat aku menghina dan menantangnya tapi dia justru menyalahkan aku. Aku tidak sudi merangkak di bawah kakinya dan memohon, Tidak sudi!" ucap ibunya.
"Mommy tidak perlu khawatir, serahkan semua ini padaku tapi satu hal yang harus Mommy ingat, jangan melarang aku untuk mendekatinya. Jika tebakanku tidak salah, dia pasti seorang putri penguasa yang sedangĀ menyembunyikan jati diri karena orang biasa tidak mungkin bisa membuat perusahaan kita berada di ambang kehancuran dalam sekejap mata dan membuat jabatan Daddy terancam. Jika demikian, bukankah aku tidak akan rugi? Bahkan lebih baik mendapatkan dirinya dari pada mendapatkan putri pejabat!"
"Jika begitu lakukan, aku tidak sudi merangkak di bawah kakinya. Tapi jika ternyata dugaanmu salah, segera jauhi diri. Kau paham?"
"Aku tahu, Mommy tidak perlu khawatir. Aku yang akan pergi menemui Elena dan membujuknya," akhirnya dia mendapatkan kesempatan tanpa dilarang oleh ibunya. Kesempatan ini akan dia pergunakan dengan baik untuk mendapatkan Elena.
Anne yang tidak mau merangkak di bawah kaki Elena tentu saja terpaksa mengijinkan putranya. Semoga saja putranya tidak salah menebak tapi jika salah pun, Richard tidak mungkin mau. Soal itu masalah belakangan karena yang paling penting adalah, perusahaan dan jabatan Bob dapat terselamatkan.