
Sesuai dengan janjinya, Elena pergi dengan Mariana untuk mengadu kecepatan dengan balapan. Secara kebetulan Jansen tidak menggunakan motor karena dia tahu Elena mau menggunakannya. Lagi pula dia akan terlihat mencolok pergi bekerja menggunakan motor sport apalagi dia bekerja sebagai kuli bangunan.
Sebuah tempat sepi yang tidak pernah didatangi oleh siapa pun lagi akan menjadi arena balap mereka malam itu. Meski tanpa adanya Jansen yang sibuk bekerja tapi mereka akan tetap bersenang-senang malam ini karena ada Elena.
Para anggota geng motor Black Circle sudah berkumpul. Mereka akan bersenang-senang dengan Elena yang sudah mereka anggap sebagai kakak ipar tapi bukan berarti semua anggota menyukai Elena karena sebagian dari mereka tidak senang dengan Elena. Mereka mengira Elena sudah mengambil alih kepemimpinan Jansen dan hendak menjadi ketua baru. Salah seorang dari mereka yang bernama Leo menunjukkan jika dia menyukai Elena.
Leo pemuda yang cukup misterius. Dia adalah seorang hacker yang pandai bermain game dan dia adalah orang yang pernah dibantu oleh Jansen dulu. Kalahnya Jansen dalam balapan dengan Elena membuat Leo tidak terima namun dia adalah pemuda pendiam sehingga tidak ada yang tahu apa yang sedang dia pendam apalagi anggota Black Circle masing-masing memiliki masalah.
Dia menganggap Elena memang ingin menggeser posisi Jansen sebagai ketua geng. Sebab itu Elena menunjukkan kemampuannya saat menolong Mariana. Yang lain mungkin tertipu tapi dia tidak. Semua sahabatnya kagum dengan apa yang dilakukan oleh Elena tapi sesungguhnya dia tidak karena dia masih menganggap Elena melakukan hal itu untuk mencuri perhatian dan lihatlah, yang lainnya menganggap Elena sebagai kakak ipar bahkan bosnya pun sudah terpengaruh dan berada di bawah kendali Elena.
Leo menatap Elena dengan tajam di balik kaca mata yang dia kenakan. Elena berpaling, dia merasa ada yang menatapnya sedari tadi dengan tatapan tidak senang. Entah siapa yang pasti orang itu ada di antara anggota Black Circle.
"Leo, apa yang kau lihat?" tanya seorang temannya yang sedari tadi berbicara dengannya namun Leo tidak menjawab.
"Tidak, tidak ada. Di mana bos, kenapa da tidak datang?"
"Entahlah, aku dengar bos sedang sibuk sebab itu dia tidak bisa datang!"
"Sibuk apa? Apa bos tidak mau lagi menjadi pemimpin kita?"
"Tidak, tentu saja tidak. Bos hanya sedang sibuk saja. Tunggu, apa yang kau pikirkan?" tanya sahabatnya curiga karena Leo tak henti memandangi Elena sedari tadi.
"Aku tidak suka dengannya!"
"Ck, dia kakak ipar kita. Jangan bersikap seperti itu!"
"Aku tidak suka karena aku curiga dia mau mengambil posisi bos kita!"
"Hei, apa yang kau katakan?" ucapan Leo sungguh tak bisa dimengerti.
"Sudah aku katakan dia sengaja karena dia ingin mengambil posisi bos kita, Apa kau tidak mengerti?" teriak Leo dan akibat teriakannya itu, menarik sebagian yang mendengar namun mereka mengira jika kedua anggota itu hanya sedang berbincang seperti biasanya.
"Hei, jangan emosi sobat. Kakak ipar begitu baik, mana mungkin dia mau mengambil alih posisi bos kita!"
"Kalian semua buta. Dia berusaha mengambil alih semuanya. Setelah mengalahkan bos kita, kalian semua menganggapnya sebagai kakak ipar bahkan bos tidak curiga dengan rencana jahat wanita itu. Dia pun pura-pura menyelamatkan Mariana dan menunjukkan kemampuannya agar kalian semua patuh padanya dan lihatlah, kalian semua sudah seperti anjingnya saja!"
"Hei bro, jangan berbicara seperti itu. Apa kau ingin diperhatikan oleh kakak ipar sehingga kau berkata demikian? Jika kau menginginkan perhatiannya, maka jangan selalu menyendiri seperti ini!" ucap sahabatnya yang bernama Rai.
"Sialan, aku bukan penjilat seperti dirimu!" ucap Leo.
"Aku bukan penjilat, jangan asal bicara!"
"Kalian semua penjilat. Seperti kau menjilati pakaian dalam pacar ayahmu, seperti itulah kau menjilat pada wanita itu!" Leo mulai mengucapkan perkataan di luar batas.
"Kurang ajar kau!" Rai mulai tidak terima sehingga satu pukulan dia berikan pada Leo. Leo yang tidak sempat menghindar mendapati satu pukulan keras darinya. Pemuda itu terhuyung ke belakang, sedangkan kaca matanya pun jatuh ke tanah. Leo yang tidak terima dengan pukulan itu membalas pukulan Rai sehingga aksi pukul antar anggota pun terjadi.
Anggota Black Circle yang lain berusaha melerai perkelahian Rai dan Leo yang semakin panas saja. Beberapa anggota yang sedang berada di atas motor dan siap melakukan balapan mengurungkan niat untuk melerai perkalian Rai dan Leo yang semakin sengit. Elena dan Mariana pun turun dari atas motor untuk melihat apa yang terjadi.
"Jangan menghalangi karena aku akan mengajarkan sopan santun padanya!" teriak Rai.
"Jangan sok suci padahal kau budak kekasih ayahmu!" teriak Leo tak mau kalah.
"Dan kau adalah budak kedua kakak tirimu. Kau mencucikan kaki mereka, lalu kau meminum airnya. Kau tidak bisa menolak karena kecantikan mereka oleh sebab itu kau bersedia melakukan apa pun untuk kedua saudara tirimu yang cantik itu!"
"Diam kau!" Leo memberontak hingga lepas, begitu juga dengan Rai. Mereka kembali adu pukul sedangkan yang lain berusaha melerai namun mereka menjadi sasaran empuk bagi Rai dan Leo yang sedang marah. Kedua pemuda itu terus berkelahi sampai salah satu dari mereka terpental jauh akibat tendangan.
"Apa yang kalian lakukan?" teriak Elena yang baru menghampiri bersama dengan Mariana.
"Leo!" Mariana berlari menghampiri Leo yang baru saja terpental akibat tendangan Rai.
Rai kembali dipegangi oleh para sahabatnya agar tidak memukuli Leo lagi yang sudah babak belur akibat ulahnya. Kedua pemuda itu saling menatap tajam dengan amarah tertahan.
"Hentikan, kenapa kalian berkelahi seperti ini?" tanya Elena. Dia berusaha membantu Leo tapi pemuda yang tidak menyukai dirinya itu justru menepis tangannya.
"Semua gara-gara kau. Kau datang untuk merebut posisi bos kami. Mungkin mereka teperdaya tapi aku tidak!" teriak Leo.
"Leo, kenapa kau berbicara seperti itu pada kakak ipar?" tanya Mariana.
"Dia bukan kakak ipar, dia adalah penipu yang hendak merebut posisi bos kita!"
"Diam!" teriak Mariana seraya menampar wajah Leo dengan keras dan akibat tamparan itu membuat wajah Leo berpaling.
Leo terkejut namun dia kembali berpaling dan memandangi semua sahabatnya. Mereka tidak pernah seperti itu sebelumnya tapi semua jadi kacau semenjak kedatangan Elena. Leo menatap Elena dengan tajam, tidak akan dia biarkan wanita asing itu mengambil alih posisi bosnya dan dia tidak akan membiarkan wanita itu menggantikan bosnya. Walau semua berpaling dan menjadi pengikut wanita itu tapi dia akan tetap setia pada Jansen.
"Aku tidak menerima dirinya di kelompok kita dan bos harus tahu akan hal ini!" teriak Leo.
"Kau salah paham, Leo. Aku tidak?"
"Diam!" teriak Leo menyela, "Semua mungkin terperdaya denganmu tapi aku tidak!" teriak pemuda itu lagi.
"Kau keterlaluan, Leo. Aku akan melaporkan hal ini pada bos!" teriak Mariana. Dia sudah ingin menghubungi Jansen namun Elena menahannya.
"Jangan, Jansen sedang bekerja, Jangan ganggu dia."
"Tapi, kakak ipar?"
"Ini hanya salah paham, tidak perlu dibesarkan!"
"Sekalipun bos dan yang lain menerima dirimu, tapi aku tidak!"
Leo mengambil kaca matanya yang terjatuh dan memakainya setelah mengatakan hal itu. Dia tidak terima tiba-tiba wanita asing itu berada di antara mereka. Dia yakin jika Elena ingin mengambil posisi bosnya dan dia akan mengatakan pada bosnya akan hal ini agar bosnya tidak ditipu oleh seorang wanita.