My Imperfection

My Imperfection
Periksa Kembali



"Kalian kan sudah menikah selama 1 bulan, jangan momongan, ya. Mama ingin cucu dari kamu Tristan." Di tengah kebersamaan makan bersama, Mama Jihan membahas soal anak. Dan itu membuat Tristan yang tadinya lahap makan menjadi hambar seketika.


Tristan yang bersiap memasukkan makanan ke dalam mulutnya tidak jadi memakannya, dan malah menyimpan kembali sendok tersebut ke atas piring.


Papa Marko, Alana, Andrian dan Kanaya berdiam seketika. Anak-anak pun diam tak lagi bersuara dikarenakan orang tua diam semuanya.


"Mah.." tegur Marko mengingatkan Jihan jika apa yang Jihan katakan menyinggung perasaan Tristan.


Mama Jihan mendongak. "Iya," jawabnya mengerutkan keningnya melihat keadaan sekitar diam seribu bahasa.


"Anak, tuhan yang memberikan. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa supaya Tuhan senantiasa memberikan kepercayaan kepada kita untuk mengurus seorang anak. Jika kita sudah berdoa dan berusaha, hasilnya kita serahkan kepada Tuhan saja ya, Mah. Semua atas kehendak Tuhan." tegur Papa Marco mengingatkan Jihan dengan cara halus.


"Ah, iya, itu yang Mama maksud. Kamu harus terus berusaha dan berdoa semoga tuhan segera menitipkan anak kepada Alana. Kami akan selalu mendukungmu apapun yang terjadi dan akan selalu ada di belakangmu dalam keadaan suka maupun duka," balas Jihan menyadari perkataannya yang membuat Tristan tersinggung.


"Tapi dokter bilang kalau Tristan akan sangat sulit memiliki momongan. Kemungkinan membuahi 30% dan itu cukup membuat Tristan merasa akan sulit memiliki anak. Tristan bukanlah pria yang sempurna," balas Tristan termenung menunduk sambil mengaduk-aduk makanan yang ia makan.


Alana menggenggam tangan suaminya. "30% masih ada harapan kalau kita bisa memiliki anak. Yang penting kita terus berusaha ya, jangan libur sedikitpun supaya Tuhan cepat memberi kita keturunan." seru Alana memberikan semangat kepada suaminya.


Tristan menoleh, ia tersenyum pada Alana. "Semoga Tuhan segera menitipkan jagoan kecil di perut kamu."


"Ariel akan punya adik, Yah, Bunda?" seru Ariel.


"Eh..." semua orang saling lirik meminta jawaban apa yang akan diberikan kepada Ariel.


"Doakan bunda ya, sayang. Semoga adik Ariel cepat ada di perut Bunda." pinta Alana kepada anak sampingnya. Orang bilang jika doa anak kecil tidak berdosa itu selalu cepat dikabulkan.


Ariel si balita tampan menggemaskan itu menengadahkan kedua tangannya dengan kepala sedikit terangkat ke atas mata terpejam. Ia berkata, "Ya Allah ya Tuhanku, hanya engkaulah pemilik segala-galanya. Engkaulah penguasa alam semesta ini. Ariel mohon berikanlah Ariel adik di perut Bunda Alana secepatnya. Ariel janji, kalau adik sudah ada di perut Bunda, Ariel akan selalu menjaga Bunda, menjaga adik dan menjadi kakak yang paling baik dan juga akan selalu menurut kepada keempat orang tua Ariel. Menurut sama Kakek, nenek, menurut sama om dan Tante. Aamiin aamiin yarobbal'alamiin."


kemudian balita itu mengusapkan telapak tangannya ke wajah lalu dia menunduk mengusap perut Alana meniupkan sesuatu ke dalam perutnya kemudian mengusapnya.


"Adik, kamu sehat-sehat di perut Bunda, ya. Kakak akan menunggu kamu. Kami sayang kamu."


Sungguh, apa yang Ariel lakukan membuat Alana terharu. Tristan pun tak kalah terharu melihat ketulusan dan mendengar doa tulus yang Ariel panjatkan membuatnya berkaca-kaca.


"Aamiin." jawab serempak mereka semua.


"Aku harus berusaha. Apapun akan kulakukan demi mewujudkan keinginan Ariel," batin Tristan bertekad kuat untuk terus berobat bat demi kesuburan dirinya.


********


Dewi sudah ada di depan tempat kerja Alana. Dia celingukan mencari keberadaan anaknya namun ia tak kunjung menemukannya.


"Waktu kemarin Alana kerja di sini. Pasti dia juga masih kerja di sini. Tapi kenapa hari ini dia tidak ada?" Dewi masuk ke dalam toko menemui meja kasir ingin menanyakan keberadaan Alana.


"Saya mau tanya, wanita yang bernama Alana yang berjalan memakai tongkat ke mana? Kenapa dia tidak ada di sini? Apa dia sudah keluar atau pindah ke tempat yang lain?" cercanya ke kasir yang ada di sana.


"Maaf, ibu siapanya dia?" tanya Gadis itu mengerti siapa yang Dewi cari.


"Saya ibunya, kau kenal dia?" jawab Dewi sinis.


"Oh ibunya, Alana kadang masuk kadang tidak semenjak menikah dengan bos kami. Ada yang bisa saya bantu?"


"Sebentar, saya tuliskan dulu alamat rumah bos besar." ujarnya sambil mencari buku dan alat tulis lainnya.


Bos besar yang dimaksud kasir itu adalah rumah mama Jihan karena yang ia tahu hanya rumah Marko.


"Ini, Bu." ujarnya sambil memberikan kertas bertuliskan alamat rumah.


Dewi menerimanya, dia melihat tulisan tersebut lalu manggut-manggut. "Ok, makasih infonya." Dewi pun langsung pergi meninggalkan toko tersebut.


Kasir tersebut menggelengkan kepala. "Ada ya Ibu bermodelan begitu, tidak mengakui anak tapi sekarang malah mencarinya." gumamnya terheran-heran.


********


Sepanjang jalan menuju tempat kerja hingga tiba di tokonya, Tristan masih saja kepikiran pertanyaan Mama Jihan. Dia menghelakan nafas mengusap wajahnya secara kasar.


"Aku harus konsultasi kepada dokter lagi untuk mengetahui kesuburan kecebong kecebong yang ku miliki. Ya, aku harus periksakan lagi kondisiku ini."


Tristan pun segera beranjak meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit untuk melakukan serangkaian tes mengenai kesuburannya.


Tes kesuburan pria dilakukan dengan berbagai macam cara, mulai melakukan pengecekan kondisi fisik pria hingga kualitas sel 5p3rm4


Setibanya di rumah sakit, Tristan berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.


Dokter itu pun melakukan pemeriksaan fisik dan bertanya mengenai gaya hidup serta riwayat kesehatan Tristan.


Tristan menjawabnya sesuai yang ia kerjakan selama hidup sehat. Sebenarnya ia sudah pernah periksa tetapi dia ingin memeriksakan kembali keadaannya guna mengetahui lebih lanjut lagi hasilnya.


"Guna memastikan kesuburan, termasuk masa subur Anda, saya akan melakukan analisis air ma ni sebanyak dua kali."


"Apabila hasil tes kesuburan Anda menunjukkan hasil yang normal, saya akan kembali melakukan pengulangan tes untuk memastikan hasilnya lagi."


"Saat hasil kedua cek kesuburan Anda menunjukkan kondisi normal, maka Anda tidak mempunyai masalah pada kesuburan," papar dokter panjang lebar sebelum melakukan serangkaian tes.


"Baik Dok, saya mengerti. Lakukan semua serangkaian tes terhadap kualitas air saya. kira-kira berapa lama hasilnya keluar?" tanya Tristan.


"Hasil pemeriksaan biasanya dapat diterima dalam jangka waktu 24 jam hingga 1 minggu, tergantung laboratorium klinik atau rumah sakit menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dapat menunjukkan dua hasil, yaitu normal dan abnormal. Nanti saya sendiri akan mengabari Anda jika hasilnya sudah keluar."


"Baiklah, saya mengerti. Semoga hasilnya cepat keluar 24 jam." balas Tristan tidak sabar untuk mengetahui hasil yang sekarang.


********


Dewi sudah sampai di depan rumah mama Jihan. dia terperangah menatap takjub bangunan megah yang ada di depan matanya.


"Rumahnya begitu mewah banget, beruntung sekali Alana menjadi menantu keluarga ini. Apalagi saya yang menempatinya, pasti saya jauh lebih beruntung."


Dewi mengintip di balik celah pagar yang menjulang tinggi. Di saat mengintip, pagarnya tiba-tiba terbuka membuat ia terperosok ke dalam.


"Siapa kamu?"