
pertemuan kembali.
Sekarang , di sinilah aku berdiri.
tepat di depan pintu gerbang sebuah rumah yg baru saja terbuka , semakin mendorong kendaraan kami untuk melesak masuk kedalamnya.
setelah semalaman hingga pagi menjelang siang , aku dan Raka terus beradu argumen yg melelahkan , hanya karena keinginannya untuk segera membawaku ke tempat orang tuanya lagi.
lelah bibir ku untuk menolak , dengan alasan ku yg belum siap .Walaupun 100x ku ucapkan tidak , tapi 1000x ia tak pernah lelah dan tetap getol mengajak ku kemari.
Hingga aku menyerah , mengikuti keinginannya
Kaki ku masih gemetar , dadaku kian berdegup kencang , rasa was- was terasa lekat menyelimuti diriku.
irama jantung ku kian berpacu , di saat Raka mengulurkan tangannya dan membawa langkahku perlahan memasuki rumah tinggalnya dulu.
Untuk sekejap , ku hentikan langkahku.
berhenti sejenak untuk menenangkan perasaan ku yg masih berkecamuk menahan semua rasa yg bergejolak dalam hati.
"trust me !! sembari membawa lagi langkah ku bersamanya.
ku hela nafas ku panjang panjang , berusaha yakin akan keputusan yg ku ambil kali ini
semoga hasil nya tak lagi mengecewakan seperti dulu.
masih dengan suasana yg sama , seperti 6 th yg lalu saat pertama kali aku menginjakkan kaki ku di sini.
"assalamualaikum ! salam dari ku dan juga Raka yg langsung di sambut hangat oleh seorang pria , yg ku duga adalah papa nya Raka.
wajah nya terlihat sedikit menua sejak pertemuan pertama kami.
"waalaikumsalam ! jawabnya penuh wibawa.
ku sambut tangannya ,dan ku cium lembut jemarinya penuh rasa hormat.
pandangan ku mengendar , mencari sosok wanita yg dulunya pernah menolak ku untuk menjadi bagian dari keluarga ini.
"silahkan duduk , om akan panggilkan tante iren dulu sebentar. pamitnya seraya kembali masuk ke salah satu ruangan.
aku mengagguk patuh , mendudukkan diri ku di salah satu sofa , di ikuti Raka yg masih menggenggam erat jemari ku yg terasa dingin.
"gugup ? tanya nya santai
seketika mataku langsung tertuju padanya, tak lupa alisku yg ikut bertautan karena pertanyaan konyol nya
"pertanyaan macam apa itu ? sudah tau aku punya pengalaman buruk di sini , malah dengan santainya dia cengengesan melihat wajahku yg tegang setengah mati.
aku lebih memilih diam , daripada meladeni pria yg saat ini tengah berusaha menahan tawanya gara gara melihat ekspresi wajah ku.
"nggak usah gugup.
mama udah berubah , aku yakin dia pasti suka sama kamu.
aku tersenyum kecut mendengar nya.
tapi debar debar di hati ku kian berdentam hebat saat telinga ku kembali menangkap suara langkah kaki yg semakin mendekat ke tempat kami.
" hah !! bismillahirrahmanirrahim . batin ku dalam hati.
semoga Kau berikan kelancaran untuk hari ini Ya Allah.
Dan langkah itu kini terhenti tepat di depan kami.
tangan nya erat memegangi sebuah kursi roda tempat seorang wanita kini tengah terduduk di sana.
keaadanya tidaklah baik , wajahnya yg pucat kian memperjelas kondisi tubuhnya.
aku memalingkan wajahku ,dan bersitatap dengan Raka.
insyarat mata ku berbicara , dan di angguki dengan lembut olehnya.
"benarkah ini ? mama iren ? batin ku tak percaya.
ku lepas genggaman tangan Raka dari ku , perlahan kaki ku mengambil langkahnya sendiri , semakin dekat menghampiri seorang wanita yg ku duga adalah mama iren.
"apakah dia akan menolak ku lagi ? apakah mungkin dengan kondisinya yg sudah seperti ini dia akan melontarkan kata kata pedas untuk ku ?? pemikiran buruk kian berseliweran di otak ku.
aku bersimpuh , mensejajarkan diri ku dengan Tante iren yg tengah terduduk di kursi rodanya , perlahan namun pasti ku beranikan diri untuk meraih jemarinya ,dan membawanya dalam genggaman ku.
ku hadirkan kecup kecil di jemarinya yg mulai terlihat keriput.
"assalamualaikum Tante. ucapku lirih
ia mengagguk angguk , tanpa suara.
"apa kabar Tante ? tanya ku lembut
ia tak lagi menjawab , ia hanya diam dan memperlihatkan senyumnya.
mataku beralih menatap Raka , matanya berubah menjadi sendu saat melihat interaksi di antara kami.
perlahan ia mendekatkan dirinya , merangkul erat pada sang mama.
"ma , ini ayu! bisik nya lirih
membuat mama iren dengan berat menolehkan kepalanya , menatap lekat pada putranya sendiri. mungkin ada banyak kata yg terselip dalam bahasa mata di antara ke dua nya ,
yg berakhir lagi oleh anggukan dari Raka.
kembali padaku , mama iren mengulur kan jemarinya ,berusaha keras untuk menjangkau wajahku.
aku hanya diam , dan sesaat ku rasakan sapuan lembut dari jemarinya yg sudah mendarat di wajahku.
" ma , , af.
aku menangkap maksud nya, meski tak bersuara , meski hanya sekedar ekspresi gerak bibir , aku paham dengan ucapannya.
Masih lekat ku pandangi wajah mama iren , ada bulir kecil air mata nya yg mulai berjatuhan di sudut matanya.
segera ku sapukan tangan ku , menghapus jejak air mata yg sempat ia tumpahkan.
aku mengagguk , mengiyakan permintaan maaf nya yg terlihat tulus.
ia menggerakkan tangan nya dengan susah payah , berusaha keras untuk menjangkau tubuhku. anggukannya kian cepat saat ia sepenuhnya berhasil meraih bahuku .
Aku tersenyum , semakin mendekat kan diriku ,meraih jangkauan nya dan memeluknya dengan Hangat.
ku rasakan jemari nya menepuk nepuk Pundak ku.
air mataku meleleh , tumpah , tak tahan menahan sendu dalam hati ku.
"hey ayolah ! ini suasana bahagia !
kenapa harus berlinang air mata ??
celetuk Raka , membuyar kan suasana sedih di antara kami , akupun melepas pelukanku , dengan cepat menghapus sisa air mata ku.
Raka meraih jemari mama iren , dengan hati hati ia membawanya untuk duduk bersanding dengan sang papa di sofa.
"ma ! ucapnya lagi.
"Raka ke sini ,berniat mengutarakan keinginan Raka ma , pa.
"hari ini Raka , ingin meminta izin , dan doa restu dari mama dan papa.
semoga kalian meridhoi langkah Raka untuk meminang ayu pa , ma.
aku tertegun mendengar nya ,
"sebesar inikah niatmu untuk hubungan kita ?
"seserius inikah ? batinku yg terus bertanya tanya dalam hati.
kami masih menunggu sebuah jawaban , Raka masih bersimpuh di bawah kaki orang tua nya , menunggu dengan sabar sebuah jawaban yg akan ia terima.
sang papa menepuk nepuk bahu Raka , bibirnya tersungging sebuah senyuman.
"kami merestui kalian nak.
semoga bahagia. ucapnya penuh harap.
mama iren pun ikut tersenyum , memberikan sebuah jawaban yg sama atas permohonan dari anaknya.
"terimakasih , pa , ma. ucapnya penuh kebahagiaan. raut wajahnya kian berbinar , menatapku lekat dan membawaku dalam pelukan hangat di antara kami ber empat