Maduku

Maduku
44.



hari ini. Rizal akan melangsungkan ijab qobul dengan Sinta.


ayu dan mama ana sudah bersiap untuk menemani Rizal berangkat ke kantor KUA untuk proses ijab qobul nya.


sengaja ia memilih melangsungkan akad di kantor KUA ,karna ia tak ingin ada pihak lain yg tau akan hal ini.hanya ada beberapa saksi saja yg akan hadir.


ayu berusaha menguat kan hati nya ,dan ia yakin akan rencana yg sudah ia susun dengan sang suami akan berjalan lancar jika memang terbukti bahwa anak yang di kandung Sinta itu bukan anak Rizal.


mama ana mengusap lembut bahu Clara.


"kamu nggak apa apa sayang ?


tanya mama ana yg melihat raut kesedihan terpancar dari wajah ayu


"nggak apa apa ma. !


"kamu yakin sama hal ini.mama takut kalian nanti. .


"ssstt. . !nggak ma. ayu yakin.


ayu meyakinkan mama mertunya, akan langkah yg akan ia ambil selanjutnya. ia tak mau ada keraguan lagi ,karna langkah nya sudah sejauh ini.


mama ana pun mengagguk. dan tak lagi membahas lagi tentang keraguan nya.


jujur mama ana agak takut ,jika saja Sinta akan punya siasat jahat kedepan nya.


namun pikiran itu ia tepis jauh jauh . karna mama ana tahu pasti rizal dan ayu menantunya sudah menyiapkan langkah yg matang jika sampai hal itu terjadi.


Rizal pun sudah siap. ia mengenakan jas hitam dan juga kopiah dengan warna senada.


Rizal memeluk tubuh ayu array ,dan mengecup keningnya lembut.


"apa langkah ini sudah benar ?? tanya Rizal ragu


"ayu pun mengagguk pelan.


"iya mas , kita harus menjalani ini. aku tau memang berat ,jujur aku juga takingin melihat ada orang lain ada di Antara kita. aku hancur mas. tapi aku percaya sama kamu. aku tau kamu nggak akan mengkhianati aku.


tutur ayu lirih


"Rizal pun mengusap lembut rambut ayu. lagi lagi ia mengecup pucuk kepala istrinya itu.


ada sedikit rasa berat untuk melangkah. ada keraguan yg terbentang luas dalam hati ke 2 nya.


"mas ,jangan kecewakan aku ya ! ingat kamu pernah bilang ,jika anak yg di kandung Sinta itu bukan lah anak kamu. dan pernikahan ini ,adalah salah satu cara untuk membuka kedok Sinta yg sebenarnya. jika sampai yg kamu katakan itu dusta , jangan salahkan aku jika aku akan membawa anak kita pergi jauh dari hidup mu. dan aku jamin kamu tak akan bisa menjangkau nya. ancam ayu dengan tegas.


"Rizal pun mengagguk yakin. "aku akan buktikan ,jika ucapan ku itu benar sayang. aku tak akan melakukan kesalahan yg sama untuk ke 2 kali nya.


mama ana masih terdiam , sesekali ia menghapus air matanya yg menetes , menyaksikan keharuan yg terjadi.


"mari berangkat , hari sudah siang.


ayu pun mengajak suami dan mama ana untuk segera bergegas menuju kantor KUA.


20 menit.


mobil pun terparkir di depan kantor KUA.


terlihat Sinta dan ke 2 orang tua nya sudah berada di dalam menunggu kedatangan Rizal.


Rizal , mama ana dan sang istri memasuki kantor. Sinta begitu sumringah karna sebentar lagi ia akan menjadi bagian dari keluarga Rizal.


Sinta segera berdiri dan menyalami mama ana. dengan terpaksa mama ana menjabat tangan Sinta.


Sinta sudah membayangkan ,jika nanti status nya sebagai istri muda dari Rizal ,pasti akan penuh kebahagiaan ,dan ayu sebagai istri tua pasti akan Ter acuhkan ,dan tersisih karna Rizal pasti akan lebih menyayanginya.


"ehem. Rizal berdehem. dan membuyarkan lamunan Sinta.


Sinta yg salah tingkah segera duduk dan bersandingan dengan Rizal.


pak penghulu pun menanyakan ,mas kawin apa yg akan Rizal berikan untuk Sinta.


dan ia menjawab seperangkat alat sholat.


Sinta pun berdecih. tak terima akan mas kawin yg di serahkan Rizal padanya


"serius kamu cuma kasih aku itu aja.


Rizal hanya diam ,dan tak menggubris ucapan Sinta.


"saya nggak mau !! ucap Sinta lantang.


pak penghulu pun mulai menengahi perdebatan yg terjadi.


"begini pak Rizal. sebagai pihak perempuan berhak meminta mahar kepada calon suami nya. jika calon istri bapak ini kurang berkenan ,sebaiknya bapak tanyakan lagi mahar apa yg ia inginkan.


"kalau begitu pernikahan ini batal. tegas Rizal.


"Sinta pun kian gelagapan. ia tak menyangka ketidak terimaan nya malah membuat Rizal murka.


"enggak ! nggak bisa ,pernikahan ini harus lanjut.


"lalu maharnya ?? tanya pak penghulu


"saya terima mahar itu. jawab Sinta


"baiklah. mari kita langsungkan ijab qobul nya.


"*saudara Rizal ,saya nikahka*n dan kawinkan *engkau dengan Sinta binti Petra Raditya dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai.


"saya terima nikahnya Sinta binti Petra Raditya dengan mas kawin tersebut tunai*.


bagaimana saksi , sah ?? tanya penghulu


"sah. . jawab beberapa saksi yg telah hadir.


rona bahagia begitu jelas di wajah Sinta dan juga keluarga nya. namun raut datar terpampang nyata pada wajah Rizal.


"baiklah kalian sudah resmi menjadi suami istri. begitu lah penjelasan pak penghulu.


Sinta pun segera meraih tangan Rizal ,dan mengecup nya lembut.


Rizal tetap diam ,dan tak merespon.


ia malah meraih tubuh sang istri ,dan mengecup keningnya lembut.


"maaf kan aku sayang ! ucap nya pelan.


ada nada trenyuh yg begitu terasa saat Rizal memeluk ayu. ia tahu saat ini pernikahan nya sedang di uji.


"nggak apa apa mas, , kita jalani semuanya dengan ikhlas.


Rizal dan keluarga nya pun segera bergegas pergi meninggalkan kantor KUA tersebut.


meninggalkan sinta dan keluarganya di sana.