
seorang pria dengan jubah kebesaran berwarna putih nya sedang berjalan menghampiri seorang pasien wanita yg sedang terbaring lemah pasca operasi penyelamatan nya sejak 3 hari yg lalu.
dengan telaten ia selalu rutin memeriksa keadaan pasien di setiap waktunya.
dokter berpawakan tinggi tegap itu masih terus mengamati setiap inci dari sang pemilik wajah cantik itu.
ia mendudukkan dirinya di kursi samping pasien nya , dan masih menatapnya lekat
lama ia terdiam , sesekali senyuman tipis hadir di wajah tampan nya.
"hai , , !! bagaimana kabarmu ??
sapa pria itu pada ayu ,yg masih terlelap dalam tidurnya.
"maaf , tak seharusnya kita bertemu dalam keadaan yg seperti ini .
aku juga terkejut saat aku mengetahui ada nama mu di dalam daftar nama pasien ku kemarin.
maaf , aku tak ikut serta dalam penanganan operasi mu , tapi aku bersyukur kondisi mu sudah mulai membaik Sekarang.
pria itu terus saja berbicara. walaupun ia tau tak kan pernah ada jawaban dari ayu yg saat ini sedang koma.
"ah ya , kenapa kau sendirian ??
ku ingat kau sudah menikah dulu, aku masih mengingat nya saat kali terakhir kau dan dia datang ke tempat kerja kita yg lama. suami mu itu pasti sangat menyayangi mu kan. terlihat jelas dari wajahnya yg marah hanya karena melihat kita sedang mengobrol.
"ah , aku jadi takut jika mengingat tatapan cemburu dari suami mu waktu itu.
gumam nya , di ikuti kekehan kecil dari mulutnya.
"lantas , dimana dia sekarang ??
aku ingat , aku belum pernah bertemu dengan nya sejak aku mulai menangani mu di sini.
ucapnya penuh selidik.
hingga akhirnya pria itu terdiam , tak lagi bersuara seperti tadi.
"ehm. . maaf kan aku karna terlalu banyak bicara.
tapi keadaan mu yg seperti ini , membuat ku tak berdaya, sungguh !! entah kenapa rasanya begitu sesak saat aku tahu bahwa kau adalah salah satu dari pasien yg ku tangani.
jujur , aku berharap bahwa itu hanyalah nama yg sama , dan bukan lah dirimu.
tapi saat aku benar benar memastikannya , dan itu adalah kau , aku seakan tak percaya.
kenapa ? apa yg terjadi ? apa suami mu itu tak pecus menjaga mu , hingga kau harus menderita seperti sekarang ? dan dimana dia sekarang ? ucapnya penuh emosi.
ia menundukkan kepalanya di tepi ranjang yg di penuhi dengan berbagai alat bantu medis.
matanya mulai berkaca-kaca, menahan segala sesak yg merayapi hatinya.
dan di saat yg itu pula , ia dikejutkan dengan kehadiran seorang pria dengan jas yg tersampir rapi di bahunya baru saja masuk ke ruangan itu.
penampilan nya tetap menarik , dan kharisma yg ia miliki tetap terpancar sempurna Walaupun gurat lelah juga ikut hadir di sana.
"kau ?? ucap ke 2 nya bersamaan
"di sini?? ucapnya lagi bersamaan.
membuat ke 2 kikuk , dan salah tingkah.
"kau sekarang menjadi dokter ?? tanya Raka sembari mendudukkan tubuhnya di kursi.
*hmm !! ku rasa aku juga perlu cari profesi yg baru. jawabnya singkat. "dan kau sendiri , kenapa di sini ??
"setiap malam aku memang selalu kesini.
menyempatkan diri untuk menemani nya , aku berharap saat ia sadar ia akan melihat ku sebagai pria pertama yg selalu hadir di sisinya. ucap Raka sendu.
pria itu , terlihat murung setelah mendengar ucapan dari Raka. ia kembali mengingat kejadian dulu , bahwa Raka dan ayu juga pernah menjalin kasih saat masa remaja.
dan juga soal perasaannya yg terpendam karna ia tak pernah berani untuk mengutarakan isi hatinya itu pada wanita pujaannya.
*ah , iya ! seperti nya aku harus pergi sekarang. kau sebaiknya segera beristirahat.
ucapnya sembari beranjak dari tempat duduknya.
"hmmm. .bisakah kita pergi minum sebentar, untuk merayakan pertemuan kita kembali. ajak Raka.
*pria itu masih terdiam
"ayolah , hanya sebentar. Raka sudah mengapit kepala pria itu dengan tangannya.
dan pria itu mengangguk , mengiyakan ajakan dari Raka.
"sudah berapa lama kau beralih profesi ??
*sekitar 4 th yg lalu. jawab nya santai.
dia adalah Rio.
teman dari Raka dan ayu di tempat kerja mereka yg lama. pria berwajah tampan dengan postur tubuh tinggi tegap nya itu dulunya juga pernah menyimpan rasa pada ayu , tapi ia terlalu takut untuk mengungkapkan nya. hingga akhirnya ayu menjalin kasih dengan Raka.
namun ia tau , bahwa kisah cinta ke 2 temannya itu tak berlangsung lama krna adanya tentangan dari pihak ibunya Raka.
dan itu membuat kisah mereka selesai di saat itu juga. pada saat itu , Rio merasa bahwa ia memiliki kesempatan lagi untuk bisa mendekati ayu , namun lagi lagi cinta tak berpihak padanya. ia malah kehilangan jejak ayu yg tiba tiba pergi begitu saja tanpa ada kabar. Tapi ia masih berharap agar suatu saat bisa kembali bertemu dengan nya lagi , dan itu alasannya kenapa ia tetap bertahan di tempat itu , walaupun sesungguhnya dia adalah anak dari seorang yg kaya.
akhirnya ia baru kembali bertemu dengan ayu ,namun di saat itu ia sudah memiliki seorang suami.
di saat itu , hatinya hancur berkeping-keping.
wanita yg selalu ia sukai secara diam diam selama ini, kini telah resmi menjadi milik orang lain.
berat rasanya ,ia menanggung sakitnya patah hati.
hingga akhirnya Rio memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya waktu itu , berniat melupakan semua kenangan yg ada dan lebih memilih untuk menjadi seorang dokter menuruti keinginan dari keluarganya.
Raka menyesap kopi panas yg baru saja sampai di mejanya.
"hmm. apa kau dokter yg menangani perawatan nya sekarang ??
*iya ! jawab Rio singkat
"bagaimana kondisinya sekarang ? kenapa dia masih belum sadar juga ??
*dia sudah lepas dari masa kritisnya , tapi saat ini dia masih koma. kenapa kau sangat khawatir sekali ?? tanya rio ingin tau.
"ya , kau tau kan. aku masih menyimpan rasa untuknya.
*apa kau gila?? dia perempuan yg sudah bersuami ! tegas Rio menatap tajam pada Raka.
"mereka akan bercerai.
*kenapa & kapan ?? Rio kian penasaran.
"ekm , cerita nya panjang. dan alasan ia terbaring di sini juga karena suami bejat nya itu. Raka mulai mengepalkan tangannya karena emosi mengingat tampang Rizal yg baru saja terlintas di benaknya
*maksutmu ?? apa suaminya sengaja berniat menabrak istrinya sendiri ?? apa itu mungkin ?? Rio masih bertanya-tanya
"CK !! bukan seperti itu.
sekarang suaminya sudah mendekam di penjara. dan tentang ayu , dia tertabrak mobil karna . . ah , sudahlah . jangan di bahas.
aku bisa meledak jika mengingat kejadian itu. sarkas Raka kesal.
Rio hanya manggut-manggut.
*lalu di mana keluarga nya yg lain ??
"mereka ada di rumah , bersama dengan anak ku dan juga anak nya ayu.
*anak ?? Rio bergumam lirih
apa kalian sudah ???
"hey. singkirkan pikiran anehmu itu !! potong Raka cepat
kami tinggal di perumahan yg sama , dan anak kami itu sangat dekat.
anak perempuan ku menganggap ayu sebagai mama baginya
sedangkan anak ayu , menganggap ku sebagai ayah baginya.
*lantas ?? bagaimana perasaan mu yg sebenarnya ?? Rio mulai serius dengan pertanyaan nya.
"aku . .aku masih mencintai nya.
dan setelah dia sadar nanti , aku akan langsung melamarnya.
Rio tertegun. lagi lagi kesempatan nya akan raib dari genggaman tangannya.
ia berdiri , dan mengibaskan jubah dokternya yg terlihat kusut.
*baiklah ! kurasa aku harus segera pergi.
semoga rencanamu berhasil sobat.
Raka tersenyum ,dan mengucapkan terimakasih.