
Pagi ini ketika aku terbangun dari tidur ku.
Akal ku kembali mengingat kejadian tak terduga seperti semalam.
Hanya dengan membayangkan nya saja membuat pipiku kembali menghangat.
"Kenapa baru sepagi ini pikiran ku mendadak jadi mesum gini sih ! dan ini Raka pula yg ku pikirkan." rutuk ku dalam hati.
Ku sudahi lamunanku , memilih beranjak dan segera menyegarkan diri.
AYU
Balutan kemeja panjang dengan celana jeans abu-abu di bagian bawahnya . Rambut panjang terurai dengan jepit rambut bergambar hello Kitty menyelip di antara surai lembut nya. Ayu sudah rapi , dan bersiap untuk meminta izin cuti sehari pada si boss .
"tok..tok..tok.! Ku ketuk pintu kamar bos ku.
"Buk , apa saya boleh masuk ? saya mau minta izin!" ucap ku sopan dari luar pintu.
"Iya , masuk!" sahut beliau dengan suara halus nya.
"Buk , hari ini saya mau mohon izin untuk cuti 1 hari, apakah boleh? saya janji nggak bakal pulang malam kok buk." tutur ku dengan sopan.
"Memangnya mau pergi kemana?" tanya bos ku dengan senyum lembutnya.
"Ehhm..itu saya ada janji sama temen buk." jawab ku jujur.
"Ya sudah pergilah. Tapi ingat jangan pulang malam dan hati-hati." nasihat nya serius.
Ku angguk kan kepalaku , lalu mencium punggung tangan nya dan berpamitan.
Ku ambil ponsel dan ku kirimkan pesan kepada rizal."Kak , bisa jemput sekarang? aku udah dapet ijin cuti nih!"
Tak berselang lama , sebuah balasan pesan pun ku terima."Oke ! tunggu aku sebentar ya. aku masih di jalan."
Senyum ku kembali menghiasi rona wajahku , dengan sedikit ekspresi ku yg sangat mudah terbaca oleh bagus yg sedari tadi duduk di samping ku.
"Ngpain Lo yu senyum-senyum nggak jelas gitu ?" tanya bagus senik.
" Ekhm , Ada deh ! Oh ya kak , hari ini aku ambil cuti ya.
"Mau kemana emang? tumben cuti!"
"Mau pergi , ada janji sama temen."
" Temen apa temen nih ?" celetuknya menggoda ku.
" Temen kak BAGUS .. temen !!" teriak ku lantang di telinga nya.
" Iya-iya! nggak usah teriak juga kali yu , cempreng suara Lo !" omel nya cemberut.
"Salah sendiri ! weellkkk...🤪" ledek ku meninggalkannya sendiri.
Aku terduduk di sebuah bangku kayu . Menunggu jemputan dari kak Rizal dengan penuh semangat. Dagu ku masih menopang berat pada sandaran bangku , melewati detik yg berlalu singkat seiring terdengarnya bunyi klakson mobil yg berhenti tepat di depan pintu pagar.
Ku naikkan pandangan ku , dan kudapati Rizal dengan senyum manisnya sedang melambai ke arah ku.
"Kok bawa mobil kak?"
"Nggak papa , biar nggak panas aja. Gimana ,mau pergi sekarang aja?"
"He-em ! angguk ku tanpa ragu.
Senyumnya kian mengembang , Rizal dengan gagah nya beranjak turun dari mobil. Membukakan pintu mobil nya dan mempersilahkan aku masuk.
Kurasakan pipiku kembali menghangat , senyum ku terurai tipis sembari mengucapkan kata terimakasih kepadanya.
Rizal mengagguk kecil , ia mengemudikan mobilnya perlahan menyusuri jalanan yg telah di padati oleh beberapa kendaraan yg melaju cepat di jam-jam sibuk.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Rizal yg masih terfokus pada kemudinya.
"Ekhm , , gimana kalau pantai aja kak ! Soalnya aku belum pernah ke pantai sih selama di sini."
Rizal mengangguk setuju dengan usulan ku.
Pilihannya jatuh pada pantai bernama Pantai Nongsa.
Pantai yg indah dan tak terlalu ramai oleh singgahan para pengunjung .
Belum sampai di tempat tujuan kami .
Kak Rizal menepikan mobilnya tepat di depan supermarket yg berada di jalur arah pantai.
Jemarinya bergerak meraih gagang pintu."Kamu tunggu di sini sebentar ya , aku mau beli barang sebentar!" titahnya lembut.
"Iya !" angguk ku mengerti.
Tak berselang lama aku menunggu , Rizal pun akhirnya kembali dengan beberapa kantung plastik yg berada dalam genggamannya.
"Banyak banget kak!" ucap ku reflek ketika melihat barang bawaannya.
"Buat cemilan kita disana! aku takut kamu nanti kelaperan disana !"
Aku terdiam sejenak , "Dia peduli apa gimana sih?" batinku senang.
"Oh , makasih kak!"
Senyap! hanya alunan musik lirih yg terdengar dari mulut ku. Sepanjang jalan aku terus bergumam lirih , menyenandungkan sebuah lagu klasik faforit yg sering ku senandung kan ketika aku sedang sendiri.
Sesampainya kami di pantai.
Aku dengan segala antusias ku bergegas turun dari mobil. Kurasakan desir pasir yg terasa hangat menyentuh permukaan kaki ku.
Ku bawa langkahku menyusuri area pantai , Masih beriringan dengan langkah kaki Rizal yg semakin mendekat ke arah ku.
Terpaan angin laut , dengan desir pasir dan juga ombak laut kecil yg mengenai kaki ku.
Kurasakan semuanya dan kunikmati momen bebas ku kali ini.
Ku rentangkan kedua tangan ku , dan kupejamkan mataku untuk sejenak. Menikmati setiap Sepoi angin yg menghempas dan membuang jauh-jauh segala asa yg masih tersimpan dalam memori ku.
"Apa kau suka ?" tanya Rizal dengan tatapan teduhnya.
"He-em ! aku suka . Terimakasih karna sudah membawaku kemari kak." ucapku dengan binar bening di pelupuk mataku. Aku terharu dan terlampau bahagia.
Hanya di tempat seperti ini , aku bisa melepaskan segala gundah dan juga penat yg membelenggu kalbuku.
"Aku bisa membawamu kesini , kapan pun kau mau." tuturnya lirih namun terdengar begitu pasti.
"Terimakasih atas kebaikan mu kak !"
Netra kami kembali bertemu , saling terkunci untuk sesaat. Lidah kami seolah kelu untuk berucap , terlarut dalam buaian hening yg kian membentang dan menyisakan segala gelenyar aneh yg merayapi hati masing-masing.
Jemari kami saling bertautan , pandangan kami masih saling mengunci. Debaran jantung yg kian berpacu diiringi dengan senyum simpul penuh keromantisan yg mengurai dari sudut bibir pria berwajah manis ini. Membuat ku sedikit terlena akan buai ketenangan yg tersirat dari pancaran sinar di matanya.
"Gila !" kurasa aku memang sudah terjerat dalam pesona pria dewasa ini. Tatapannya , senyumnya , dan .. segalanya .
Membuatku seolah terhanyut dalam suasana tenang yg di bawanya dengan penuh kehangatan.
Aku terlena dan jatuh dalam pesona pria dewasa ini.
••••••••••
Kami melipir ke sebuah cafe terdekat yg berada pesisir pantai.
Sekedar duduk santai menikmati minuman dingin yg barusaja tersaji di atas meja.
"Kamu udah lama kerja di sini yu?"
"Masih sebulan nan lah kak!" jawabku jujur.
"Maaf , kalau aku lancang. Ekhm .. kamu udah punya pacar kah?"
Aku terbatuk-batuk mendengar pertanyaan itu. "Belum kak ! aku masih single kok."
"Oh !"
"Kenapa emang?" tanyaku sedikit curiga.
"Nggak , cuma tanya aja."
Ku angguk kan kepala ku dan ku bungkam lagi mulut ku.
Kami saling diam tak lagi bersuara.
Pagi telah berubah menjadi petang.
Aku dengan segala kesadaran ku meminta Rizal untuk mengantar ku kembali.
Jarak yg tak terlampau jauh, dengan kecepatan mobil yg lebih berpacu dari sebelumnya.
Membuat kami segera sampai di depan pelataran pintu pagar mess . Seperti biasanya , Rizal dengan kesigapan nya membuka kan pintu mobilnya untuk ku.
Mempersilahkan ku untuk beranjak turun dengan senyum manisnya yg penuh akan kharisma.
"Nggak mampir kak ?" tawar ku padanya sebelum ia benar-benar beranjak.
"Ekhm.. lain kali aja ya yu! dan terimakasih sudah mau ikut dengan ku seharian ini."
"Hmm .. aku juga. Hati-hati di jalan kak !" ucapku masih mematung di depan pagar . Menunggu ia berlalu dari hadapan ku.
Kulambaikan tangan ku padanya sebelum ia benar-benar berlalu , senyumnya mereka dengan anggukan lembutnya.
Setelah mobilnya benar-benar lenyap di ujung jalan , aku dengan langkah payahku berjalan pelan melewati area restoran.
Ku hampiri bos ku dan ku kecup punggung tangannya lembut.
"Assalamualaikum ! maaf Bu saya pulangnya ke sorean!"
"Waalaikumsalam .. kamu udah makan?" tanyanya dengan penuh kelembutan.
Aku mengagguk pelan."Sudah tadi di jalan buk!"
"Ya sudah . cepat masuk dan istirahat !" titah nya penuh kelembutan.
Aku mengagguk paham , beranjak pergi dan masuk ke kamar ku.
Ku rebahkan tubuhku di atas ranjang kamarku. Angan ku kembali menerawang mengingat kembali kebersamaan ku dengan Rizal seharian ini.
Pria itu , dengan segala sikap dewasanya menuntunku pada denyut ketenangan.