Maduku

Maduku
34.



"untuk ku ?? tanya ayu


Sinta tersenyum ramah ,dan mengangguk.


"maaf kak , jika aku mengganggu mu. .


"ayu tersenyum kecut , dan mempersilahkan Sinta masuk , dan menerima nampan berisi makanan yg di bawa Sinta untuk nya


jujur saja dalam hati , ayu masih menyimpan gejolak amarah yg dalam pada ke 2 nya, tapi tak ada gunanya juga jika ia terus larut dalam emosi dan pertengkaran. yg ada masalah tak akan kunjung selesai. apalagi saat ini Sinta juga tengah mengandung. tak mungkin bagi ayu jika ia hanya menghakimi Sinta sendiri atas kejadian seperti ini di dalam rumah tangga nya.


"kak !! sambil menatap ayu


"hmmm , ,


"apa keputusan kakak nggak bisa di rubah ??


ayu memalingkan wajahnya , dan menatap Sinta serius.


"apa yg harus di rubah.


apa kamu rela kalau Rizal ninggalin kamu sama calon anak kamu , bukan nya kamu yg kekeh minta pertanggungjawaban dari dia ??


"iya aku tau kak , tapi kak , kakak kan bisa berbagi dengan ku !


aku juga nggak akan menguasai Rizal sendirian kak. aku nggak akan membatasi waktu nya saat dia bersama kakak !!


ayu menggeleng geleng kan kepalanya.


"kamu itu waras nggak sih ??


mana ada di dunia ini perempuan yg mau di madu ??


"kak , please . .pikirin lagi. .


"denger ya sin, dimana mana yg namanya di madu itu nggak enak , makan ati tau nggak.


kamu bisa bilang begitu, karna posisi kamu nggak kayak aku.


"tapi kak. .


"udah deh ya, aku capek, , kamu keluar deh ya. dan lagi bilangin tu ke Rizal , jadi laki laki yg gentle , jangan lembek. cepetan suruh urus surat cerai nya. ! biar kalian bisa cepet cepet resmi , nggak kumpul kebo terus , jawab ayu sengit


Sinta tersenyum pilu mendengar jawaban dari ayu , jujur saja ini juga bukan keinginan sinta ,merusak kebahagiaan orang lain. tapi saat ini ia sedang hamil , dan jalan satu satu nya Rizal harus menikahi nya , kalau saja Rizal tak menikahinya bagaimana nanti nasip anak nya kelak ?? tapi bukan berarti ia senang dengan keputusan yg sudah di ambil oleh ayu ,dan bisa memiliki Rizal seutuh nya , bukan seperti itu.


Sinta akan lebih tenang jika ayu dan Rizal tak jadi bercerai , akan lebih bahagia jika kita ber tiga bisa tetap akur dalam menjalani mahligai rumah tangga.meskipun itu sangat mustahil bagi ayu .


°•°•°•°


pagi ini seperti biasa ayu bangun pagi guna menyiapkan sarapan dan juga membereskan pekerjaan rumahnya. , tapi saat ia terbangun tak ada sosok Rizal berada di samping nya.


ia segera bergegas bangun, hatinya begitu bergejolak di Landa penasaran kemana suami nya pergi ??


"atau malah Rizal yg pulang ke rumah Sinta ?


banyak pertanyaan yg berputar di kepala nya.


karna begitu penasaran akhirnya ayu memberanikan dirinya untuk melihat kamar lainnya,dan memastikan keberadaan rizal " smoga saja aku tak melihat hal buruk sepagi ini " batin ayu


pelan pelan ayu meraih gagang pintu, dan membuka nya dengan perlahan, dan mengintipnya dari luar.


"huh, nggak ada.


beralih lagi ke pintu lain nya, "matanya membulat, melihat Sinta sedang tertidur pulas di atas kasur, lagi ayu meneliti dengan jelas setiap sudut kamar itu, memastikan apakah benar suaminya juga ada di ranjang yg sama dengan sinta, namun hasilnya nihil.


Rizal tak ada di kamar tersebut , membuat ayu sedikit lega. "heeehh !! untung lah, dia nggak ada di sini.


ayu segera turun ke lantai bawah, dan menuju dapur , menjalankan aktivitas nya seperti biasa , yaitu memasak dan membereskan rumah. hari ini ayu lebih cepat dalam menyelesaikan tugas nya, karna mengingat ucapan James kemarin kalau dia akan datang menjemputnya pagi ini. .


"la. la. la. hmm hmm . . ayu bersenandung kecil saat menata semua hidangan di atas meja. wajahnya terlihat cantik seperti biasa nya, hanya matanya saja yg terlihat sedikit bengkak .


",hrung. . hrung. . suara mobil berhenti di depan rumah


ayu mengira bahwa James sudah datang menjemputnya, ia melangkah santai, dan senyum cantik kian memancar dari wajah nya


ayu membuka pintunya dan bersiap menyambut James. .


"James kok udah samp. .. ucapan nya terhenti karna bukan James yg datang melainkan Rizal


seketika senyum cantik ayu lenyap dari wajahnya , ia segera berpaling dan hendak meninggalkan Rizal


Rizal yg tak terima karna melihat ayu begitu bahagia karna mengira dirinya sebagai James, segera mencekal tangan ayu.


" kamu nungguin James ???


"apa an sih kamu !! mencoba melepaskan cekakan tangan Rizal yg makin kuat.


"kamu udah berani ya Deket sama cowok lain , berani kamu sama aku ha !!


dengan kasar Rizal menarik tangan ayu menuju lantai atas memasuki kamarnya.


Rizal dengan kasar menghempaskan ayu ke ranjang, dan **** tubuh ayu,


"brengsek kamu mas, , lepasin aku !! teriak ayu


namun Rizal tak bergeming , ia terus saja memaksakan kehendak nya, melucuti pakaian ayu dengan kasar, dan menyetu*uhi ayu dengan paksa . teriakan histeris ayu kian nyaring terdengar, , dan Rizal terus saja memaksakan nafsunya pada ayu sampai ia merasa puas , baru ia melepaskan nya , dan pergi meninggalkan ayu.


ayu kian terisak , memegangi tubuh nya yg masih bergetar karna menahan sakit di bagian bawahnya. ia juga jijik melihat sekujur tubuhnya yg penuh dengan tanda merah. dengan kasar ayu mengusap usap tanda merah itu , berharap agar bisa hilang dan lenyap dari permukaan kulitnya yg putih.


tapi usaha ayu tak berhasil. kini kulitnya malah terlihat lebih merah lagi dari sebelumnya.


dengan langkah gontai , ayu memasuki kamar mandi dan menyegarkan tubuh nya di sana. buliran air shower terus mengguyur tubuh nya , membersihkan bekas percintaan nya dengan rizal. sedikit perih terasa di bagian sensitif milik nya, karna ini pertama kalinya Rizal begitu kasar dalam bercinta dengannya, tiada kelembutan dan juga kecupan mesra nya, hanya rasa sakit yg ayu rasakan. bahkan klimaks nya pun tak bisa terjangkau oleh ayu.