
ayu.
suasana pagi yg begitu cerah .
saat sinar mentari yg masih samar samar memunculkan semburat warna jingga di langit tempat ku berpijak kini.udara segar dan sejuk membuat perasaan menjadi lebih tenang dan damai.
aku sudah bersiap dengan seragam olahraga ku dan tentunya sepatu sport ku yg sudah lama ku simpan dan sudah sangat lama tak ku kenakan .
karna hari ini adalah hari Minggu , rencananya aku akan mengajak baby Zayn untuk sekedar lari pagi di sekeliling perumahan.
kulihat ia masih sangat nyaman dengan selimut yg menutupi sebagian tubuh kecilnya , matanya masih terpejam dan seakan malas untuk terjaga.
meskipun sudah berkali kali ku coba untuk membangun kan nya ,tapi tetap saja jawaban yg sama yg ia ucapkan " sebentar lagi bunda ! begitulah katanya.
membuat ku semakin gemas dan berakhir mencubiti pipi tembam nya.
membuat nya jengkel dan beranjak bangun dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan ku.begitulah setiap hari nya.
aku beranjak dari ranjang sedang itu dan membuka lemari pakaian di sudut ruangan.
kuambil satu set training olahraga berwarna hitam dengan garis putih di bagian samping.
berwarna senada dengan yg ku kenakan saat ini. tak lupa dengan sepatu sport warna putih.
"buruan ya kak ! baju sama sepatu nya udah bunda taruh di kasur. kalau udah buruan turun , temenin bunda olahraga ya !! ucap ku sambil berjalan keluar kamar
dan hanya di jawab dengan gumaman kecil dari kamar mandi.
tak lama menunggu, baby Zayn pun turun dan duduk di ruang tamu.menunggu bundanya yg terdengar sedang menelfon seseorang.
setelah selesai dengan pembicaraan ku di telpon. aku pun menghampiri nya.
ku sapukan pandangan mataku dari ujung rambutnya hingga ujung kaki nya.
"apa sih bunda ?? ucapnya memalingkan muka saat aku menatapnya dengan penuh kekaguman.
"anak bunda ternyata ganteng ya.
tapi sayang ,,
"sayang kenapa bunda ?? tanya nya langsung memalingkan wajahnya menatapku
"sayang nggak ada ayah nya.
jawabku sendu.
"bunda , , , ucapnya sambil menangkup kan ke 2 tangan nya di wajah ku.
netra kami bertemu, dan saling menatap sendu.
mengartikan masih ada sesuatu yg tertinggal di sini.
"jangan sedih. kakak hanya ingin bunda ,
ada bunda di sini kakak tidak merasa kekurangan suatu apapun. ucapnya pelan
dan kata kata itu berhasil membuat butir air mataku lolos dari sarang nya.
aku masih menatap nya lekat.
melihat kesungguhan di setiap ucapannya.
mataku berkaca kaca , tak mampu menyembunyikan rasa bahagia ku saat dia mengungkapkan bahwa" hanya butuh aku di sampingnya."
"jangan nangis bunda, , , sambil mengusap kan jemari lembutnya di wajahku.
aku mengagguk cepat , dan tersenyum padanya.
"bunda nggak nangis karna sedih kak , tapi
bunda nangis karena bunda bahagia , bisa punya seorang malaikat kecil seperti kakak.
pujiku padanya
kami pun berpelukan.
dan baby Zayn mencium lembut pipiku .
"kakak , kita berangkat sekarang ?? tanyaku
"hmmm. jawabnya singkat
aku dan baby Zayn berlari lari kecil menyusuri trotoar dan berlari kecil ke arah taman.
meskipun masih pagi , tapi suasana sudah mulai ramai di penuhi dengan orang orang yg sedang jongging dan beberapa Manula yg sedang jalan-jalan santai ataupun sedang senam kebugaran.
kami masih menikmati olahraga pagi ini.
baby Zayn begitu semangat setiap kali weekend datang.
karna di hari ini ia bebas dari segala kegiatan belajarnya.
begitupula denganku , yg hanya bisa bebas di hati Minggu saja dan sengaja ku habiskan seharian waktuku dengan putra ku .
entah itu menemaninya main , atau sekedar membacakan cerita untuknya.
sudah cukup lama kami berlari mengitari taman.
aku mulai lelah dan juga haus.
"kak , berhenti dulu bentar ya .
bunda capek. eluh ku sambil duduk di atas bangku.
nafas ku masih naik turun karna lelah setelah berlari
"hah , bunda payah !! ejeknya padaku
aku tersenyum tipis dan mulai mengacak rambutnya.
"bunda kan udah tua kak.
nggak sehebat Kaka yg masih bisa lari lari jauh.
yaudah ,kita istirahat dulu sebentar ya bunda , biar capek nya bunda ilang. celotehnya
"hmmm. .. gumamku
saat aku sedang asik menjepret pose pose baby Zayn, ada sebuah tangan yg mengulurkan sebotol minuman untuk ku.
dan saat mataku mulai mendongak , melihat siapa gerangan kah yg memberikan ku sebotol minuman.
ku lihat senyum tipis , dengan lesung pipi menghiasi wajahnya.
sejenak aku hanyut dalam pesonanya.
dan seketika aku tersadar dari lamunanku .
"Hay , Raka ! sapaku kembali
"kok kamu di sini ?? ucap kami bersamaan.
membuat kami saling menatap heran,
dan kemudian berganti dengan tawa riang dari kami.
"ehhm , jadi kamu di sini ?? Raka mulai bertanya padaku
"ya , sekarang aku pindah ke daerah sini.
"di mana?? jawab Raka ingin tau
"di perumahan Cempaka nomor 65.
"seriusan disitu?? kapan pindahnya , kok aku nggak tau ya ada orang baru.
aku mengedikkan bahu ku.
"3 hari yg lalu dan kamu kenapa di sini. ??
"ya karna aku memang tinggal di sini lah yu.
"ha, , maksud kamu ?? tanyaku tak mengerti
"iya aku tinggal di perumahan yg sama kayak kamu. cempaka nomor 68.
"what !! kok kebetulan banget. batinku.
"kok bisa kebetulan gini ya ,. ,
" ha. . . .aku juga nggak tau
kemudian dari situ kami mulai mengobrol santai sambil terus mengawasi baby Zayn dan baby keyra yg masih asik bermain.
kami membahas masalah anak , dan juga kehidupan pribadi. Raka menceritakan kisah nya tentang kematian istrinya beberapa tahun yg lalu dan itu membuat ku sedikit sedih.
dan dia balik bertanya tentang hidup ku dan juga keberadaan suamiku. dengan Santai aku menceritakan tentang status ku yg sekarang. toh memang kenyataannya seperti itu.
aku hanya menjelaskan statusku saja, bukan mengumbar aib rumah tangga. jadi kurasa masih dalam batas wajar .
di belahan sisi lain.
seorang wanita sedang duduk bersimpuh di depan pintu rumah. menunggu si penghuni membukakan pintu dan memperbolehkan nya untuk bicara walau hanya sebentar.
"tok. .tok . .tok. .
ia mengetuk pintu , dan ini sudah yg kesekian kalinya ia berusaha.
namun tetap saja pintu itu tertutup , seakan menolak kehadirannya di rumah ini.
"mas. .buka pintunya mas.
aku mau bicara sama kamu. . .
teriak indah dari luar.
"mas !!! buka mas. ia menggedor nggedor pintu dengan cukup kuat
membuat penghuni rumah merasa terganggu , dan berdecak kesal di ruang tamu , membuat mood nya menjadi buruk hari ini. hingga akhirnya ia harus membuka pintu karna tak tahan dengan suara bising.
"perempuan kurang ajar ! nggak tau sopan santun . maki mama ana kesal saat ia baru saja membuka pintunya dan melihat indah di hadapannya
"maaf Tante. saya mau bertemu dengan mas Rizal.
""nggak ada.!!
"tapi tant , saya mohon ini penting.
"kamu tu emang nggak tau diri ya jadi perempuan.
buat apa lagi kamu cari anak saya , ha ?
"ini penting tant , saya mohon !!
"CK , menjijikkan ! ucap mama ana .
belum sempat ia memanggil Rizal untuk turun , ternyata Rizal sudah ada di belakangnya dan menghampiri ke 2 nya.
mama ana yg kesal segera beringsut dari hadapan indah dan kembali duduk di ruang tamu ,membuka lembaran majalah yg tadi belum sempat ia lihat
Rizal menatap tajam pada indah. seolah benar benar merasa muak dan jijik dengan perempuan itu.
"mas. .mas , aku minta maaf mas.
aku tau aku salah . rintih indah memeluk kaki Rizal
"CK. minggir !! Rizal menepis kasar tangan indah dari kakinnya.
"mas. aku mohon.
aku tau aku salah mas. aku lakuin itu buat cari uang tambahan buat biaya perawatan ibuk mas. aku mohon maafin aku. mohon indah yg sudah berderai air mata
Rizal menunduk , menatap tajam pada manik hitam milik indah. ia mengangkat dagu indah ,kemudian meremat pipinya dengan kasar
"tambahan biaya rumah sakit ?? kamu kira aku ini laki laki bodoh yg bisa kamu perdaya dengan ucapan busuk kamu. ha !!, jangan lupa aku sudah menanggung semua biaya rumah sakit ibu kamu itu untuk 5 bulan ke depan. jadi buat apa kamu harus susah payah jual tubuh kamu buat om om sialan mu itu .ha !! apa kau kekurangan uang , hingga kau sampai menjual tubuhmu ? dasar wanita brengsek !! Rizal mencampakkan indah dengan kasar
"akkhh . . !! ampun mas. .ampun
jangan pukul lagi mas. ampun. rintih nya sambil menutupi kepalanya sendiri. takut takut kalau Rizal akan melayangkan pukulan padanya
"keluar kamu.
jangan pernah lagi datang ke rumah ini.
"nggak mas !! nggak bisa.
kamu nggak bisa ngusir aku dari sini. aku nggak mau pergi dari sini. aku istri kamu , jadi aku berhak tinggal sama kamu
"apa kamu bilang ?? istri ? tanya Rizal yg terus mendekat ke arah indah.
mengusap lembut wajahnya yg terlihat membengkak karna bekas tamparan nya kemarin
"aku nggak Sudi punya istri pelacur kayak kamu. bentak Rizal
"aku hamil mas. mengeluarkan tas pack dari dalam tasnya.
"apa ??? mama ana dan Rizal sama sama terkejut mendengar ucapan dari indah