Maduku

Maduku
26. bimbang.



Rizal:" habis ini kamu mau kemana lagi ?


"ehhhmm . . kemana ya enak nya , aku juga nggak tau ,


Rizal:" jalan jalan sebentar mau ? kamu kan baru pulang juga,


" ehhmm boleh deh , serah kamu aja.


gadis itu menggaet tangan Rizal dan menggandeng nya erat , ,


mobil pun berhenti di pesisir pantai, gadis itu terlihat makin ceria, ia segera turun dan menapak kan kaki kaki mulus nya itu di pinggir pasir putih nan bersih itu , di ikuti dengan Rizal yg sudah menggulung lengan baju nya, dan membuka 2 kancing baju bagian atas nya itu, yg menambah kesan seksi nya sebagai pria dewasa.


mereka berjalan beriringan menikmati semburat cahaya senja,


momen yg begitu romantis, rizal pun terhanyut dalam suasana dengan gadis nya dan melupakan seseorang yg sedang menanti kepulangan di rumah


hari sudah mulai gelap, hawa dingin mulai menerpa kulit gadis cantik itu, terlihat bulu kuduk nya mulai berdiri, pakaian nya sedikit terbuka dan ia mengusap usap kulit nya guna menghangatkan lengannya.


Rizal:"kita pulang ya , ini udah mulai malam.


" kenapa buru buru sih , kita juga baru bisa ketemu , masak kamu udah mau pulang.rajuk nya


Rizal menggaruk tengkuknya yg tak gatal.


" tapi istri aku pasti udah nungguin aku di rumah , pasti dia khawatir sama aku.kamu ngerti dong . . besok kita bisa ketemu lagi. oke . . bujuk Rizal.


gadis itupun mengangguk menyetujui ucapan Rizal.


Rizal:"yaudah , sekarang aku anter kamu pulang ya. .


"hhmm . . iya, tapi besok kamu beneran ya, kita jalan lagi , seraya mengulurkan jari kelingking nya.


Rizal melingkarkan jari kelingking nya di jari gadis itu, Iyya janji deh . . sambil mengusap lembut rambut gadis itu.


mobil Rizal sudah terparkir di sebuah apartemen mewah milik Sinta.


apartemen yg dulunya ia rencanakan untuk tinggal bersamanya setelah menikah.namun gagal setelah Sinta pergi berobat ke luar negeri.


rizal:"yaudah aku pulang dulu ya. .


namun Sinta masih enggan melepas kepergian Rizal.


" sebentar lagi ya , , aku masih kangen .


Rizal membuang nafas berat.


"haiihh . . yaudah deh , yaudah kamu tidur aja gih , aku temenin baru aku pulang.


Sinta kegirangan dan segera merebahkan badannya di ranjang mewahnya, ia juga menarik tangan Rizal dan meminta nya untuk memeluknya agar ia bisa cepat terlelap.


Rizal pun tak ada pilihan lain selain menuruti permintaan Sinta, ia segera merebahkan badannya dan memeluk Sinta dari belakang.


hari sudah malam ,lampu rumah juga sudah mati semua , Rizal membuka pintu dan berjalan perlahan, ia menyalakan lampu dan melihat seorang perempuan yg sedang terlelap di atas sofa ruang tamu nya.


Rizal mengusap lembut wajah istri nya itu,


" maaf ya sayang , aku sampe lupain kamu hari ini ,maaf . . ucap Rizal lirih.


sentuhan Rizal membuat ayu terbangun.


"emmhhh . . udah pulang ya mas .


Rizal:" hmm , , iya sayang , kamu ngapain juga tidur di sini , dingin tau.


"aku nungguin kamu mas , oh ya kamu udah makan belum , tadi aku udah masakin kamu mas , kita makan yuk aku laper mas belum makan dari tadi.


Rizal mengangguk dan mengikuti langkah istrinya menuju meja makan.


" kamu tunggu bentar ya mas, aku angetin dulu lauk nya. .


Rizal masih terdiam. ia memandangi wajah istri nya yg amat kelelahan, "mungkin dia Sudah sangat lama menunggu kepulangan ku tadi , pake bela belain belum makan juga demi nunggu kepulangan ku " ya Allah .! aku harus gimana sekarang ? batin Rizal.


makanan hangat sudah tersedia di atas meja, ayu dengan sigap segera mengambil kan sepiring nasi beserta lauk nya untuk Rizal.


mereka menikmati makan malam bersama dengan nikmat.


di tengah sesi makan ayu mulai coba bertanya kenapa suaminya itu pulang sampai larut malam , padahal biasanya pukul 9 itu sudah paling malam.


Rizal sedikit gelagapan, ia tak biasa berbohong pada ayu, tapi ia juga tak mungkin berkata jujur jika hari ini setengah waktunya habis bersama Sinta.


"ehm. .ini sayang, hari ini aku ada banyak kerjaan, meeting juga sama beberapa klien, maaf ya, kamu jadi harus nungguin aku pulang. ucap Rizal sedikit terbata.


ayu hanya mengangguk dan tersenyum pada Rizal , ia juga tak bertanya apa apa lagi pada suaminya itu.


",yaudah kamu naik aja dulu ya mas, istirahat ya, oh ya ganti bajunya sekalian ya. .bau asem tuh baju kamu. . aku mau beresin ini dulu.


seraya membersihkan semua piring kotor yg ada di meja makan tadi.


Rizal langsung naik ke atas dan mengganti pakaian yg ia kenakan, sepasang piama tidur sudah tersedia di atas ranjang nya, istrinya itu begitu rajin menyiapkan segala keperluan nya , bahkan sampai hal terkecil pun ia tak pernah lupa ,


ayu juga sudah berada di kamar, ia segera merebahkan diri nya di kasur empuknya di susul dengan Rizal yg juga ikut merebahkan diri nya di samping ayu,


Rizal memeluk ayu dengan lembut, "sayang maafin aku ya, aku telat pulang malam ini.


"hmm.. iya nggak papa kok mas, kamu begini kan juga demi keluarga kita, yaudah kita istirahat ya , besok kan kamu harus kerja lagi. .


Rizal mengecup kening ayu mesra."makasih ya sayang , aku sayang banget sama kamu. dan mengecup keningnya lagi.


sedang ayu sudah terlelap dalam tidurnya. ia tak mendengar lagi ucapan Rizal.